| 35 Views
Pembebasan Palestina, Mengembalikan Rasa Kemanusiaan dengan Persatuan Umat dalam Bingkai Khilafah
Oleh : Najma Alhumaira
Aktivis Muslimah
Penderitaan Gaza dan Palestina belum berakhir hingga detik ini. Tingkah laku zionis semakin membabi-buta terus membantai rakyat palestina hingga berdarah-darah tak tentu arah. Bahkan sudah ratusan hingga berpuluh ribu manusia sudah meregang nyawa akibat genosida yang sangat menyakitkan dilakukan oleh laknatullah aialihim zionis penjajah.
Hingga hari ini Palestina masih menjadi sasaran genosida penjajah Zionis Yahudi, bahkan bayi-bayi yang masih merah yang tak memiliki dosa. Bagi Zionis, dosa mereka adalah karena mereka bayi Muslim keturunan Palestina. Zionis juga menjadikan kelaparan sebagai senjata untuk membunuh secara pelan-pelan generasi Palestina. Bahkan di hari raya serangan pun tak berkurang.
Tidak cukup dengan pembantaian, hingga kini upaya zionis merambah dengan memutus seluruh pintu akses bantuan dari dunia kepada Gaza. Dilansir dari laman beritasatu.com Otoritas militer Israel mengeluarkan larangan bagi warga Palestina di Jalur Gaza untuk mendekati pusat-pusat distribusi bantuan. Dimana distribusi bantuan inilah yg menjadi harapan masyarakat Gaza untuk terus bertahan hidup dan melakukan perlawanan terhadap serangan yang dilakukan oleh para zionis.
Terlebih lagi kabar terbaru, ada nya kapal bantuan yang berisi para relawan palestina dalam gerakan Global March to Gaza yang terkumpul dari orang-orang dari beberapa negara barat yang hendak mengirimkan bantuan kepada Gaza lewat jalur laut di kepung dan dicegat oleh pihak zionis. Berita ini sangat menggemparkan jagat sosial media dimana menjadi bukti hilang nya rasa kemanusiaan berkali-kali lipat ditampakkan oleh Zionis-Israel. Kabar ini justru menjadi tamparan bagi kaum muslimin, sudah seberapa besar usaha yang dilakukan untuk menolong saudara nya?
Bahkan disaat yang sama pemerintah negeri kaum muslimin memilih untuk tetap bungkam dan tutup mata terhadap penderitaan saudara nya di Palestina. Para penguasa muslim juga hanya sibuk retorika tanpa tindakan nyata dnegan mengirimkan pasukan untuk mengusir penjajah. Mereka diam meski rasa kemanusiaan terkoyak. Padahal rasa itu adalah rasa fitrah bagi manusia, untuki menolong sesamanya, apalagi bayi yang lemah tak berdaya. Dimana rasa kemanusiaan itu? Dimana fitrah nya sebagai manusia dan rasa persaudaraan dalam satu aqidah? Matinya rasa kemanusiaan sesungguhnya menunjukkan matinya sifat dasar manusia.
Inilah buah dari penerapan sistem kapitalisme hari ini yang mengagungkan nilai materi dan rasa superior disertai dengan kebencian atas manusia lainnya. Kekejaman yang begitu rupa tak mengusik Nurani para pemimpin muslim. Bahkan para pemimpin menjalin hubungan mesra dengan para pembantai saudara nya. Mengalahkan rasa kemanusiaan serta keimanan dalam diri para pemimpin hari ini. Sekat-sekat Nasionalisme yang lahir dari Barat pun menghalangi untuk bersikap adil pada muslim palestina. Tak ada seorang penguasa negeri muslim pun yang membebaskannya dengan kekuatan senjata, meski umat sudah menyerukan jihad. Jihad tak mungkin terwujud tanpa adanya seruan negara. Dan model negara hari ini tak mungkin menyerukan jihad, apalagi mereka justru bergandengan tangan dengan penjajah Yahudi.
Penghapusan sistem kapitalisme adalah sebuah kunci untuk membebaskan Palestina. Dengan kembali menginstal ulang sistem negara menggunakan syariat Islam yang merupakan seperangkat aturan dari Sang Pencipta dan Pengatur kehidupan manusia yaitu Allah SWT. Seruan jihad hanya mungkin dikumandangkan oleh khilafah. Oleh karena itu, umat harus berjuang menegakkan khilafah. Tegaknya khilafah tak mungkin terwujud ketika umat masih hidup dalam naungan kapitalisme sekuklerisme. Sudah seharusnya ada sosok pemimpin yang dapat membebaskan Palestina dari genosida.
Sudah seharusnya ada sosok Umar bin Khattab Ra. Sebagai pemimpin negara Islam yang mampu membebaskan Palestina dan menjadikan palestina berada dalam perlindungan Khilafah. Sudah seharusnya ada ribuan pemuda yang memiliki semangat dan kemampuan untuk membebaskan tanah Palestina dari genggamanu zionis sebagaimana Sholahuddin Al Ayyubi yang mampu membebaskan tanah Palestina dari genggaman pasukan Salib dan Palestina kembali damai dalam perlindungan negara Islam daulah Khilafah.
Upaya menegakkan Khilafah membutuhkan kepemimpinan jamaah dakwah ideologis yang konsisten menyerukan tegaknya Khilafah. Butuh adanya Jamaah ini akan membangun kesadaran umat, dan menunjukkan jalan kemuliaan bagi umat. Umat sudah seharusnya menjawab seruan jamaah dakwah ini dan berjuang bersama menjemput nashrullah. Karena hanya dengan adanya kesadaran umat Islam untuk bersatu dan menerima untuk diterapkan nya sistem Islam, maka Khilafah akan kembali tegak dan akan ada pemimpin yang dibaiat oleh kaum muslimin yang akan menjalankan syari'at Allah. Khilafah yang akan mengirimkan pasukan militer untuk membebaskan tanah Palestina. Sehingga seluruh kaum muslimin di penjuru dunia kembali dalam perlindungan Daulah Khilafah Islamiyyah. Semoga segera terwujud kepemimpinan Islam itu. Aamiin allahumma aamiin.
Wallahu a'lam