| 65 Views

Pelecehan Agama Buah Busuk Demokrasi

Oleh: Nurjanah

Sungguh memprihatinkan pelecehan terhadap agama semakin marak terjadi, berbagai kebebasan yang bernaung dalam Demokrasi hingga kerap menjadikan segala kebebasan berekspresi di anggap sah sekalipun menyakiti keyakinan orang lain.

CNN Indonesia -Majalah satire Leman asal Turki kembali menimbulkan kontroversi besar, mereka menerbitkan kartun yang secara terang-terangan menggambarkan sosok Nabi Muhammad SAW.
hal ini di anggap sebagai penghinaan, sebab dalam Islam menggambarkan sosok Nabi Muhammad SAW sangat tidak diperkenankan dikarenakan di khawatirkan menjadi pemicu terjadinya pemujaan serta penyesatan.

Menghina Nabi Muhammad SAW, sosok yang di muliakan dan dicintai oleh miliaran umat Islam di seluruh dunia, adalah kejahatan yang sangat besar. Tindakan ini pun memicu gelombang kemarahan publik, khusus nya umat Islam di Turki, dan mengakibatkan sekelompok demontran berkumpul di depan kantor Leman sebagai bentuk protes.Istanbul senin 30/6/2025.

Pelecehan terhadap agama memang kerap sekali terjadi, toleransi seolah hanya berlaku satu arah, sebab ketika Islam di hina umat selalu di minta untuk tenang, memaafkan bahkan di bilang jangan baper.
Padahal bagi seorang muslim mencintai Nabi SAW adalah bagian dari Iman, tentunya sangat wajar jika pelecehan terhadap Rasulullah akan melukai batin umat yang paling dalam, ironisnya sistem Demokrasi yang mereka banggakan justru membuka ruang lebar pelecehan ini, sebab di bawah naungan Demokrasi segala ekspresi di anggap sah, sekalipun hal itu menyakiti keyakinan orang lain.

Nilai-nilai liberal telah mengaburkan batas antara kritik dengan penghinaan, dan juga antara kebebasan dengan kezaliman, hingga Islam terus dijadikan sebagai sasaran penghinaan.

Kebencian terhadap Islam bukanlah hal yang baru, sejarah mencatat bagaimana propaganda anti Islam terus di gemborkan oleh mereka yang takut dengan kebangkitan nya Islam, hingga kini mereka melanjutkan misi lewat media, seni, bahkan hukum yang memihak mereka, sebab mereka sadar bahwa untuk melemahkan Islam, maka harus menghina simbol nya, oleh sebab itu mereka menjadi kan Nabi Muhammad SAW untuk di jadikan sebagai sasaran. 

Umat Islam tidak boleh membiarkan hal ini terus terjadi, saat nya umat menyadari bahwa penghinaan ini bukan sekedar ulah segelintir individu melainkan ini adalah buah sistem sekuler yang membuang agama dalam kehidupan, umat harus memahami bahwa hanya dengan kembali pada kehidupan Islam secara kaffah kemuliaan Nabi Muhammad SAW dapat terlindungi dari musuh-musuh yang ingin menghina serta mengkerdilkan Islam.

Dalam sistem khilafah negara menjadi pelindung umat, termasuk dalam melindungi  dari penghinaan agama dan Nabi nya, sebab negara adalah perisai institusi pelindung umat, yakni khilafah Islamiyyah.
Negara yang berideologi Islam inilah yang pernah menjadi tameng Rasulullah SAW juga  para sahabat setelah beliau.

Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya Al imam (Khalifah) itu perisai, dimana (orang-orang) akan berperang dan berlindung dengan nya.(HR.Bukhari muslim dan Ahmad). 

Sudah saatnya umat menyadari tanpa perisai  khilafah, maka simbol-simbol agama akan terus di hina, di lecehkan bahkan di kerdilkan oleh musuh-musuh Islam.

Wallahu alam bissawab


Share this article via

53 Shares

0 Comment