| 155 Views
Pelayan Kesehatan Gratis, Komitmen Serius untuk kesejahteraan Rakyat?
Oleh : Salsabila Yasmin
Santri Al-Husna
Pelayan Kesehatan Gratis, Komitmen Serius untuk kesejahteraan Rakyat?
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan, Layanan pemekrisaan kesehatan gratis akan mulai diresmikan pada pekan kedua Februari 2025. Sebanyak 10.000 puskesmas dan 20.000 klinik. Pihak swasta akan turut serta dalam pelaksanaan program ini.
Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Kemenkes Widyawati saat berdiskusi dalam acara Beritasatu Utama di BTV, Selasa (28/1/2025). "Betul, insyaallah pada pekan kedua Februari akan diluncur cek kesehatan gratis. Kita menyebutnya program 5cek kesehatan gratis," katanya. (beritasatu.com 28/01/2025)
Mengapa Hal Itu Bisa Terjadi?
Di dalam sistem kapitalisme, kesehatan adalah produk bisnis sampai- sampai para kapitalis (pemilik modal) akan berebut mengadakan dengan harga yang mahal untuk memperoleh laba sangat besar. Maka, terjadilah kapitalisasi kesehatan sampai muncul cetusan “orang miskin dilarang sakit”.
Selain itu, penguasa didalam sistem kapitalisme sekedar berlaku sebagai regulator dan fasilitator kepada perkara kesehatan. Penguasa tidak menjamin setiap rakyat bisa mengakses bantuan kesehatan. Penguasa menganggap sudah memadai memberikan garansi kesehatan dengan menciptakan BPJS Kesehatan dan membiarkan rakyat membayar garansi kesehatan dengan membayar iuran. Penguasa bahkan menyingkapkan pintu lebar-lebar untuk para kapitalis (swasta) untuk mengendalikan bidang kesehatan, mulai dari industri obat, alat kesehatan, sampai jaringan apotek dan rumah.
Hal ini sudah cukup menandakan bahwa saat ini, negara tampaknya tidak peduli terhadap jaminan dan fasilitas kesehatan rakyat, tergolong masyarakat yang memakai fasilitas kesehatan seperti kartu jaminan kesehatan gratis yang sebenarnya tidak gratis sama sekali.
Apa Peran Negara Sesungguhnya?
Didalam Islam, kesehatan merupakan kebutuhan utama masyarakat. Tidak seharusnya dijadikan ajang eksploitasi finansial. Negara merupakan pengelola dan penanggung jawab dalam menghadirkan sistem, layanan, dan fasilitas kesehatan untuk rakyat. Tidak ada tarif yang dikenakan dalam pemenuhan kebutuhan ini. Bahkan, negara harus memberikan ini secara cuma-cuma kepada seluruh warga negara.
Semua rakyat, baik kaya ataupun miskin, muslim ataupun kafir, berhak mendapatkan fasilitas gratis . Pasien yang datang ke rumah sakit akan mendapatkan perhatian medis dan perawatan yang dibutuhkan, termasuk fasilitas kamar, baju ganti, makanan, dan obat.
Seluruh aspek ini menggambarkan kewajiban pemimpin dalam Khilafah untuk mengurus kesehatan rakyat.
Khilafah memastikan jaminan kesehatan yang menyeluruh, sehingga seluruh rakyat dapat menikmati layanan kesehatan yang optimal.
Wallahu'alam bisshowwab.