| 162 Views

Pelajar Terjerat Sabu, Saatnya Islam Menjaga Generasi Baru

Oleh: Umi Alfi
Muslimah Pemerhati Generasi

Apa jadinya jika masa depan bangsa justru dirusak oleh tangan-tangan generasinya sendiri? Ketika pelajar berubah peran menjadi pengedar sabu, ini bukan sekadar penyimpangan individu, tetapi sinyal bahaya bagi arah peradaban.

Fakta yang Mengkhawatirkan

Menurut detik.com pada 2 April 2026, dua orang berinisial SH (26) dan KF ditangkap karena hendak mengedarkan sabu di wilayah Bima. Salah satu pelaku diketahui merupakan pengangguran, sementara pelaku lainnya masih berstatus sebagai pelajar. Dari hasil penangkapan tersebut, aparat menemukan barang bukti sabu seberat 3,07 gram yang disembunyikan dengan cara dikubur di samping rumah. Fakta ini menjadi potret buram kondisi generasi saat ini yang kian rentan terhadap pengaruh destruktif.

Gagalnya Sistem Menjaga Generasi

Keterlibatan pelajar dalam peredaran narkoba menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam sistem yang berjalan saat ini. Sistem sekuler kapitalis telah menjauhkan generasi muda dari nilai-nilai agama, sehingga fungsi penjagaan akal, moral, dan perilaku tidak terbentuk secara kuat. Pendidikan yang lebih berorientasi pada capaian akademik dan materi tidak cukup mampu membentengi pelajar dari pengaruh buruk lingkungan. Padahal dalam Islam, menjaga akal merupakan kewajiban, dan segala sesuatu yang merusaknya seperti narkoba jelas diharamkan. Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamar, berjudi, berhala, dan mengundi nasib adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan, maka jauhilah agar kamu beruntung” (QS. Al-Ma’idah: 90).

Lemahnya Pendidikan dan Penegakan Hukum

Di sisi lain, lemahnya sistem pendidikan dan penegakan hukum turut memperparah kondisi ini. Pendidikan yang belum menjadikan pembinaan akhlak sebagai fondasi utama membuat pelajar kehilangan arah dalam menentukan standar benar dan salah. Sementara itu, penegakan hukum yang belum memberikan efek jera menjadikan pelanggaran seperti peredaran narkoba terus berulang. Ketika aturan tidak ditegakkan secara tegas dan konsisten, maka wibawa hukum pun melemah, dan pelajar menjadi lebih rentan terjerumus dalam aktivitas melanggar hukum.

Solusi Komprehensif dalam Perspektif Islam

Solusi atas maraknya keterlibatan pelajar dalam penyalahgunaan narkoba harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan seluruh elemen kehidupan. Pertama, penerapan sistem pendidikan Islam yang berorientasi pada pembentukan kepribadian akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga beriman, bertakwa, serta berkepribadian Islam. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku” (QS. Adz-Dzariyat: 56).

Kedua, peran keluarga sangat krusial dalam membentengi generasi sejak dini. Orang tua wajib bersungguh-sungguh dalam mendidik dan mendampingi anak-anaknya dengan menanamkan dasar-dasar keislaman serta memberikan keteladanan. Rasulullah SAW bersabda: “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ketiga, masyarakat memiliki tanggung jawab dalam menciptakan lingkungan yang kondusif melalui penerapan amar makruf nahi munkar. Allah SWT berfirman: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar” (QS. Ali Imran: 104).

Keempat, negara wajib hadir dengan menerapkan sistem hukum yang tegas dan memberikan efek jera bagi pelaku, baik pembuat, pengedar, maupun pengguna narkoba. Dalam Islam, sanksi berfungsi sebagai pencegah (zawajir) dan penebus (jawabir), sehingga mampu melindungi masyarakat dan menjaga generasi dari kerusakan yang lebih luas.

Penutup: Saatnya Berbenah

Pada akhirnya, persoalan narkoba di kalangan pelajar bukan sekadar masalah individu, melainkan persoalan sistemik yang membutuhkan solusi menyeluruh. Dengan sinergi antara pendidikan, keluarga, masyarakat, dan negara dalam bingkai ajaran Islam, diharapkan lahir generasi yang kuat secara iman, kokoh dalam akhlak, serta mampu menjadi penerus peradaban yang mulia.


Share this article via

9 Shares

0 Comment