| 177 Views
Palestina Membangkitkan Kesadaran Umat Islam Pada Solusi Yang Hakiki
Oleh : Yeni Ummu Alvin
Aktivis Muslimah
Miris menyaksikan jumlah korban tewas yang terus meningkat di Palestina, terkini digambarkan 56.412 orang tewas dan 133 054 orang lainnya terluka pasca pecahnya konflik antara Hamas dan Israel pada 7 Oktober 2023, situasi ini semakin memburuk ditengah pengkhianatan yang dilakukan oleh para penguasa negeri-negeri muslim.
Dilansir dari Republika.co.id-Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menyepakati kesepakatan rencana untuk mengakhiri perang di Gaza. Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin netanyahu menyepakati rencana gencatan senjata untuk diterapkan dalam tempo 2 pekan ke depan, adapun tujuan utama dari gencatan senjata di Gaza adalah untuk percepatan dengan negara-negara Arab sebagai bagian dari perluasan Abraham Accords. Syarat pengakhiran perang akan termasuk masuknya empat negara Arab termasuk Mesir dan Uni Emirat Arab yang akan memerintah jalur Gaza untuk menggantikan Hamas. Beberapa negara akan menerima banyak dari warga Gaza yang ingin beremigrasi.
Perang Iran yang memberi semangat baru bagi umat Islam akan kesadaran seorang pemimpin negeri muslim untuk menolong saudaranya di Palestina kembali memberikan kekecewaan, malah semakin menunjukkan bahwa tidak satupun penguasa muslim di dunia ini yang benar-benar serius untuk menolong Gaza, kesepakatan gencatan senjata dengan syarat masuknya empat negara Arab dalam menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel dalam perjanjian Abraham Accords semakin menunjukkan penghianatan yang dilakukan para penguasa muslim terhadap warga Palestina.
Dorongan yang dilakukan sebagian penguasa negeri muslim termasuk Indonesia untuk menekan zionis menerima solusi dua negara adalah solusi untuk membodoh-bodohi umat dan sangat absurd. Zionis dan Amerika Serikat sampai kapanpun tidak akan menerima Palestina merdeka dengan kemerdekaan yang penuh, begitu pula dengan warga Palestina yang tulus dan lurus, mereka juga tidak mungkin menerima ada sejengkal pun tanah kaum muslimin diberikan kepada penjajah.
Solusi dua negara bukanlah solusi melainkan alat ataupun cara untuk melegitimasi penjajahan di dunia modern, akar masalah Palestina adalah penjajahan yang dilakukan oleh Israel, keberadaan Israel di Palestina merupakan proyek penjajahan barat, dengan dukungan penuh dari Amerika dan Inggris, Israel datang mencaplok wilayah Palestina, membunuh, membantai bahkan mengusir penduduk aslinya, Israel sudah melakukan kejahatan brutal di luar batas kemanusiaan, gencatan senjata sudah berulang kali dilakukan namun selalu dilanggar, keserakahan yang dimiliki zionis juga tidak akan memberi mereka kepuasan dengan solusi dua negara.
Bagi negeri-negeri muslim menormalisasi hubungan dengan zionis juga merupakan penghianatan terhadap umat Islam di Palestina, genosida, pembunuhan massal dan kelaparan yang dialami oleh anak-anak dan kaum muslim Palestina, tidak lagi mampu menyentuh hati pemimpin negeri muslim, hanya demi sedikit keuntungan, kekuasaan dukungan politik dan ekonomi yang semu. Penjajah tetaplah penjajah, dan cara satu-satunya adalah mengusir penjajah keluar dari negeri Palestina bukan malah membagi negara menjadi dua seperti arahan Barat.
Sampai kapanpun umat Islam di Palestina juga tidak akan pernah ridho, membagi negeri yang dicintainya dengan zionis, selain itu solusi dua negara juga bertentangan dengan syariat Islam, Palestina juga tidak mungkin mau menghianati perjanjian Umariyah dan pengorbanan para syuhada yang sudah mempertahankan tanah Palestina dengan darah dan nyawa artinya pembantaian akan terus terjadi dan perlawanan juga tidak akan pernah surut sampai Baitul maqdis benar-benar dibebaskan.
Umat Islam harus fokus dan percaya bahwa solusi untuk masalah yang dihadapi Gaza dan Palestina adalah dengan hadirnya Khilafah yang akan mengumandang jihad seluruh negeri-negeri muslim. Umat Islam juga tidak boleh terdistrak oleh opini bahwa seruan ini berarti ridho rakyat Gaza terus dibantai oleh zionis laknatullah alaik, solusi dua negara bukan hanya kali ini dinarasikan namun sudah sejak dahulu dan sepanjang itu pula pembantaian masih terus saja terjadi, untuk itu sudah selayaknya pembantaian di Gaza dijadikan momen bagi umat untuk bangkitnya kesadaran bahwa berharap pada solusi Barat justru semakin menjauhkan pada solusi yang hakiki.
Satu-satunya solusi untuk Palestina adalah dengan menghadirkan Khilafah sebagai warisan Nabi yang terbukti telah menjadi penjaga umat dan telah membawa umat kepada kebangkitan yang hakiki, umat harus mendukung dan segera terjun bergerak dalam perjuangan menegakkan Khilafah bersama kelompok dakwah ideologis, ini adalah bukti keseriusan kita dalam menolong Gaza Palestina, dan juga mengangkat umat yang lainnya dari kehinaan akibat hidup dalam naungan sistem sekuler kapitalisme.
Dengan jihad fisabilillah yang dikomandoi oleh Khilafah maka Palestina akan dapat dibebaskan begitu juga Masjidil Aqsa, Khilafah adalah perisai dan pelindung bagi umat Islam, ketiadaan Khilafah menjadikan umat Islam tercerai berai, penegakan Khilafah harus menjadi agenda Global bagi umat Islam, hanya dengan itu umat Islam di Gaza Palestina dapat diselamatkan termasuk juga umat Islam di seluruh dunia, dengan adanya Khilafah semua umat akan hidup aman damai dan sejahtera.
Wallahu a'lam bish showwab.