| 33 Views

One Piece dan Kemerdekaan yang Gagal

Oleh: Ainul Mizan
Peneliti LANSKAP

Di momen HUT Kemerdekaan Indonesia ke-80 ini, ada anomali yang terjadi. Kebanyakan masyarakat menyambut momen kemerdekaan dengan mengibarkan Merah Putih dan mengadakan aneka macam perlombaan. Anomali yang dimaksud adalah adanya pengibaran Bendera One Piece.

Di beberapa daerah, termasuk di Jakarta pengibaran One Piece dilakukan beberapa kalangan warga, terutama anak muda. One Piece sendiri mengadopsi dari serial anime Jepang. Monkey D Luffy sebagai pemimpin bajak laut mengadopsi bendera One Piece dalam gerombolannya. Meskipun ada penyesuaian dengan karakter masing-masing anggotanya dalam bendera One Piece. Bendera One Piece diadopsi dari Jolly Roger. Jolly Roger sendiri adalah bendera bajak laut. Maknanya perlawanan bajak laut terhadap pemerintahan dunia. Dalam One Piece, Jolly Roger dimodifikasi dengan tengkorak manusia bertopi jerami dan wajah tengkorak tersenyum. One Piece digunakan sebagai simbol perlawanan terhadap penindasan, kebebasan dan persatuan.

One Piece dalam HUT ke-80 menjadi simbol kekecewaan rakyat. Sudah merdeka 80 tahun, tapi rakyat masih miskin dan terbelakang. Pemerintahan gagal menyejahterakan rakyatnya. Di tahun 2024, Indonesia mendapat peringkat ke-4 negara termiskin dunia. Lebih dari 60 persen rakyat Indonesia berada dalam garis kemiskinan. Belum lagi prestasi lainnya. Indonesia menjadi negara terkorup ke-3 di Asia. Gurita Korupsi menggerogoti. Utang negara menumpuk hingga menembus sekitar Rp 8000 trilyun lebih. Akhirnya pajak ditingkatkan dan diperluas. Apalagi di era Prabowo saat ini, kedaulatan negara telah dijual. Hanya untuk mendapatkan keringanan tarif impor AS 19 persen, Indonesia harus rela jadi pasar AS dengan tarif 0 persen. Data pribadi warga dijual ke AS. Kekayaan alam sudah dikangkangi oleh asing, aseng dan oligarki. Lantas masihkah kita percaya diri untuk teriak "merdeka" dan merayakan kemerdekaan? Tidak malukah kita yang sejatinya terjajah kembali. Artinya setiap Agustus selama 80 tahun ini rakyat jadi korban kemerdekaan yang gagal.

One Piece digunakan oleh kalangan muda untuk menyuarakan penolakan atas semua ketidakadilan. Rakyat ingin bahagia. Rakyat sudah muak dengan kelicikan dan politik kotor yang dimainkan penguasa dan para pejabat.

One Piece dipandang sebagai pelampiasan aspirasi rakyat. One Piece itu bukan makar. Yang jelas-jelas makar adalah pengibaran bendera Bintang Kejora dan tidak ada tindakan tegas terhadap para pelaku pengibar Bintang Kejora. Janganlah para pejabat memandang One Piece sebagai upaya menggulingkan pemerintahan, memecah belah persatuan dan mengancam keutuhan bangsa. Ini hanyalah aspirasi. Dan hanya lewat One Piece, rakyat menyuarakan.

One Piece dalam Kacamata Perubahan

One Piece bisa menjadi aspirasi bahwa sesungguhnya rakyat ingin perubahan. Peringatan kemerdekaan bukannya membawa keadilan dan kesejahteraan, tapi menjadi peringatan atas penjajahan dan dominasi asing terhadap Indonesia.

One Piece sekedar menjadi luapan emosi dan kekecewaan sesaat. One Piece dipandang cocok dengan aspirasi rakyat yang menderita dan tertindas oleh setiap kebijakan pemerintahan. Dari sini bisa dipahami jika energi dan suara perubahan muncul dari rakyat sendiri. Hanya saja perubahan minim konsepsi sistem dan tatanan pengganti akan membawa rakyat ke dalam jurang yang sama bahkan lebih dalam dari sebelumnya. Bukankah rakyat negeri ini sudah merasakan angin reformasi yang justru membawa ke dalam jurang keterpurukan yang makin dalam?!

Di sinilah pentingnya edukasi kepada rakyat. Perubahan tidak sekedar butuh semangat. Perubahan itu membutuhkan sikap Istiqomah dan konsepsi pengganti yang jelas. Konsepsi pengganti terhadap tatanan Demokrasi Sekuler hari ini hanyalah Islam. Rakyat negeri ini sudah pernah menerapkan konsepsi Sosialis dalam Demokrasi Terpimpin. Begitu juga rakyat pernah mengenyam pemberlakuan Demokrasi Serikat maupun Demokrasi Liberal. Hasilnya, nihil. Justru Indonesia menjadi negara gagal.

Satu-satunya tatanan dan sistem kehidupan yang belum diadopsi negeri ini adalah Sistem Islam. Bukankah kemerdekaan sejati menurut Islam adalah terbebasnya manusia dari penghambaan kepada sesama manusia menuju penghambaan total hanya kepada Tuhannya manusia yakni Allah Ta'ala?! Tatanan hidup buatan manusia, baik itu berasal dari Ideologi Kapitalisme maupun Komunisme, hanya melahirkan penjajahan, ketimpangan dan kerusakan. Jadi hanya Islam yang bisa menyejahterakan negeri ini. Ditambah lagi bukti sejarah selama sekitar 1300 tahun, Islam berhasil memayungi dunia dalam keadilan.

Oleh karena itu menuju perubahan Islam haruslah mengikuti metode yang juga digariskan Islam. Ada kaidah "al-ggoyatu la tubarraril wasilah", tujuan itu tidak boleh menghalalkan segala cara.

Metode perubahan dalam Islam adalah meneladani metode perubahan yang digariskan Rasulullah Saw. Rasulullah Saw telah berhasil mengubah bangsa Arab jahiliyah menjadi bangsa yang beradab dan maju. Bangsa Arab menjadi Pioneer dakwah hingga Islam memayungi hampir 2/3 dunia, termasuk negeri ini.

Semangat perubahan dari rakyat merupakan energi besar yang mesti diarahkan ke dalam gelombang perubahan yang Islami. Gelombang perubahan yang hanya mengadopsi metode perubahan Islam yang dicontohkan Rasulullah Saw tanpa menyimpang sedikitpun. Rakyat negeri ini yang mayoritas muslim seharusnya menyambut seruan dakwah "Selamatkan Indonesia dengan Syariat Islam dan Khilafah". Umat Islam tidak berpaling sedikitpun ke simbol-simbol, ideologi, konsepsi dan tatanan asing yang tidak berasal dari Islam. Termasuk umat Islam tidak menggunakan simbol One Piece dalam memperjuangkan perubahan. Alasannya, mengadopsi simbol, ideologi, dan pemikiran-pemikiran lain yang tidak berasal dari Islam, hanya akan memalingkan dari perubahan yang hakiki. Suatu perubahan tatanan kehidupan menuju penerapan Islam secara paripurna. Hanya dengan Islam, akan mampu diwujudkan kehidupan manusia yang berkeadilan dan sejahtera lahir maupun batin.


Share this article via

55 Shares

0 Comment