| 67 Views
Nestapa Anak-anak Palestina, Di Mana Peran Negara Muslim?
Oleh : Dewi Kania
Pegiat Literasi
Berita terkait Gaza semakin ramai di media sosial. Saat ini, sekitar 39.000 anak di jalur Gaza telah kehilangan sanak saudara dan kedua orang tua. Peristiwa tersebut terjadi sejak 7 Oktober 2023, Liputan6.com, (06-04-2025). Semua itu akibat gencarnya Israel membumi hanguskan Palestina.
Akibat peristiwa tersebut, sekitar 17.000 anak harus menghadapi kehidupan tanpa dukungan, perawatan, obat-obatan. Kelaparan, kedinginan, ketakutan, sudah menjadi makanan sehari-hari anak-anak disana. Seharusnya mereka merasakan kehidupan yang bahagia tapi malah sebaliknya. Maka ketika Israel melanggar perjanjian gencatan senjata pada 18 Maret 2025, terhitung hampir 100 anak - anak di sana tewas akibat dari serangan tersebut. Hal ini disampaikan oleh Phippe Lazarini, mengutip dari UNICEP pada Jumat (4/4).
Sungguh, saudara-saudara kita di Gaza sangat memerlukan dukungan dan bantuan dari seluruh umat muslim. Namun, kenyataannya kita hanya bisa sebatas mengutuk atas kekejaman Israel yang terus-menerus memburu dan membunuh tanpa terkecuali. Hingga korbannya sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.
Padahal sebagaimana Sabda Rasulullah saw, "Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi di antara mereka adalah ibarat satu tubuh. Apabila ada salah satu tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)". (HR Muslim).
Kondisi Gaza saat ini memang sangat memprihatikan, sehingga memerlukan seorang pemimpin yang benar-benar menjadi rain sekaligus junnah (perisai) bagi mereka. Namun dalam sistem saat ini (Sekuler kapitalisme) hal tersebut hanya sebatas angan-angan. Mereka hanya sibuk mengurus diri dan keluarganya dengan mengamankan kekuasaannya. Padahal kelak, Allah akan menghisab mereka atas apa yang sudah mereka lakukan. "Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya". (HR Imam Bukhari dan Muslim).
Sangat jauh berbanding dengan sistem Islam. Sebuah sistem yang terbukti mampu menguasai hampir 2/3 dunia dengan keberhasilan yang gemilang. Kesejahteraan merata dalam semua aspek, hingga rakyat hidup dengan nyaman dan sentosa. Keadilan bagi seluruh rakyat betul-betul terealisasi dengan baik. Sebab dalam Islam, adilnya seorang pemimpin sangat penting juga diperhatikan. Di mana seorang pemimpin yang baik akan mendapatkan penghargaan dan kedudukan yang tinggi di sisi Allah. Begitupun sebaliknya, pemimpin yang buruk akan mendapatkan laknat dan kutukan dari Allah.
Melindungi dan memenuhi kebutuhan rakyat dari berbagai aspek baik dari perekonomian, sosial, kesehatan, pendidikan adalah tanggung jawab negara. Hingga di manapun terjadi konflik maka negara akan segera turun tangan. Lantas kenapa saudara kita di Palestina masih terus menderita?. Sebab mereka terkekang dengan Nation State. Negara Muslim sudah terkotak-kotakan, hingga tidak mampu menolong saudaranya dengan alasan berbeda negara.
Hal yang dibutuhkan Palestina saat ini bukan hanya sekedar bantuan kemanusiaan seperti makanan, obat-obatan, medis, tetapi ada hal yang jauh lebih penting yaitu adanya Kepemimpinan politik Islam atau Sistem Islam. Sebuah sistem yang bisa mempersatukan seluruh umat Islam di dunia. Dengan demikian, Palestina akan terbebas dari cengkeraman Israel dan mengusirnya dari tanah Palestina. Sehingga semua masyarakat Gaza khususnya anak-anak di sana bisa menghirup udara kebebasan. Hidup aman dan nyaman tanpa kekhawatiran menghadapi penindasan dan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup. Sehingga mereka menjadi generasi cemerlang, penerus peradaban emas dari masa ke masa.
Wallahua'lam bishowab.