| 122 Views
Nasib Buruh, Kian Terpuruk
Oleh : Nety
Kabupaten Bandung
Subchan Gatot sebagai ketua Komite Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia, mengungkapkan bahwa dari hari sabtu hingga senin akan mengadakan rapat khusus membahas soal pengupahan buruh.
Subchan mengungkapkan adanya perwakilan pengusaha, serikat dan pemerintah memutuskan upah minimum PP51/2024 maksimum 0,3 menjadi 3,5%. Rencana kenaikan didorong struktur skala upah yang bukan 0-1 tahun. (7/11/2024). Dilansir dari cnbc.indonesia.com.
Persoalan buruh yang tidak tertangani dengan tuntas hingga saat ini adalah buah dari sistem kapitalisme. Dalam sistem kapitalisme buruh hanya dianggap sebagai faktor produksi. Disisi lain perusahaan hanya mementingkan keuntungan sebanyak-banyaknya. Maka perusahaan akan berusaha untuk meminimalkan biaya produksi untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya, salah satunya dengan menekan upah buruh.
Disamping itu, negara menyerahkan nasib kesejahteraan buruh sepenuhnya kepada perusahaan. Negara hanya berperan sebagai regulator. Al hasil nasib buruh banyak menjadi korban kedzaliman. Sungguh sangat jelas bahwa akar permasalahan ketenagakerjaan adalah cengkraman sistem kapitalisme yang sedang bercokol saat ini.
Islam memandang hak-hak pekerja atau buruh sangat dijamin. Negara di dalam Islam bertanggung jawab penuh untuk setiap rakyatnya termasuk para buruh.
Sebagaimana Nabi saw. bersabda mengenai tugas seorang pemimpin rakyat.
“Ketahuilah, setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Penguasa yang memimpin rakyat banyak, dia akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang dipimpinnya.”
(HR Bukhari).
Dalam Islam, upah ditentukan dalam akad kerja yang berdasarkan rida dan rida diantara keduanya. Maka bisa dipastikan semua pihak akan merasa senang, aman dan nyaman. Beginilah gambaran buruh yang didambakan semua orang, buruh sejahtera karena negarapun mengurusi.
Dengan demikian, tanggungjawab memenuhi kebutuhan rakyat, yaitu buruh sejatinya adalah tugas negara. Negara dalam Islam akan bekerja keras agar kebutuhan rakyatnya bisa terpenuhi secara orang per orang dan menyeluruh.
Wallahualam bishahwwab.