| 35 Views
Narkotika Meresahkan
Oleh: Ummi Uqie
Tertangkapnya residivis pengedar narkoba baru-baru ini mengungkap semakin maraknya kasus narkotika yang terjadi.
Jaringan pengedaran yang tersusun rapi dengan personel yang tak sedikit dan direkrut dari berbagai kalangan, serta metode pengedaran yang makin beragam, menunjukkan bahwa upaya penanganan dan bentuk hukuman yang dilakukan pemerintah belum membuahkan hasil maksimal. Terbukti dari kasus yang semakin meningkat dan bukti semakin beragamnya produk terlarang yang bahkan bisa diproduksi secara rumahan oleh pelaku. Contoh yang kekinian adalah produk “tembakau sintetis” atau “sinte” yang konon bisa diracik sendiri dengan memadukan bahan alami dan zat kimia berbahaya yang notabenenya mudah didapat (tentunya akibat dari kurangnya pengawasan terhadap jual beli bahan kimia).
Meski secara hukum di Indonesia tembakau sintetis terkategori narkotika berbahaya, namun ketika produksinya tidak terdeteksi, tak pelak peredarannya pun tetap terjadi. Ketika targetnya adalah generasi muda, maka bisa dipastikan masa depannya terancam hancur. Akibat dari mengonsumsi barang terlarang itu di antaranya adalah potensi kerusakan otak dan sistem saraf, kerusakan fungsi organ tubuh, sekaligus gangguan kesehatan mental dan perilaku. Semua ini dipastikan melemahkan jiwa juang dan keimanan generasi muda yang seharusnya menjadi generasi emas penuh daya kreasi dan semangat membangun peradaban terbaik di masa depan. Namun sayangnya sistem yang berlaku saat ini tidak mengedepankan itu semua. Selalu ada celah di mana setiap kasus yang terjadi, di situlah sistem punya peran menumbuhsuburkan keburukan.
Artinya, mengatasi problematika narkotika ini, menangkap pelaku pengedar saja tidaklah cukup untuk menghentikan ancaman bahayanya. Selain pemberantasan produksinya, sinergi dari berbagai pihak harus diterapkan seketat mungkin.
Lebih mendasar dari itu semua, akar bagi seluruh problem narkotika ini adalah bagaimana pemerintah seharusnya mengambil peran penting dalam perlindungan dan penjagaan kualitas iman setiap individu rakyatnya, sehingga tercipta keamanan dan kenyamanan hidup dari perilaku dan pemahaman rakyat yang juga berkualitas. Hanya Islamlah yang memiliki solusi paripurna itu dengan sebaik-baik sistem.
Allahu a’lam bishshawab.