| 6 Views

Mudik Lebaran 2026: Jawa Jadi Magnet, 143,91 Juta Orang Bergerak—Ini 3 Provinsi Asal dan Tujuan Terbanyak

CendekiaPos - JAKARTA — Mudik selalu dimulai dari hal-hal kecil yang terasa sangat manusiawi: izin cuti yang diam-diam diajukan jauh hari, koper yang dikeluarkan dari lemari, grup keluarga yang mendadak ramai, sampai kalimat yang sama tiap tahun: “Pulang kapan?”

Namun di balik cerita-cerita itu, ada angka yang membuat Indonesia seperti “berpindah tempat” serentak. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi 143,91 juta orang akan melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026—setara 50,60% dari total penduduk Indonesia. Angka ini menjadi acuan pemerintah untuk menyiapkan infrastruktur dan layanan angkutan Lebaran agar arus mudik dan balik bisa dikelola lebih rapi.

Jawa Tetap Jadi Pusat Arus: Tujuan Mudik Terbanyak

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pulau Jawa masih menjadi pusat gravitasi mudik terbesar. Tiga provinsi yang diprediksi akan menerima kedatangan pemudik paling banyak adalah:

  1. Jawa Tengah — 38,71 juta orang

  2. Jawa Timur — 27,29 juta orang

  3. Jawa Barat — 25,09 juta orang

Angka ini menegaskan satu hal: bagi jutaan orang, “pulang kampung” masih identik dengan kembali ke poros Jawa—ke kota-kota kecil, desa-desa, dan rumah-rumah yang menjadi asal cerita hidup.

Asal Pemudik Terbanyak: Jawa Barat dan Jakarta Tetap Dominan

Di sisi keberangkatan, arus terbesar datang dari wilayah yang menjadi pusat ekonomi, industri, dan urbanisasi. Tiga provinsi asal pemudik terbanyak diprediksi berasal dari:

  1. Jawa Barat — 30,97 juta orang

  2. DKI Jakarta — 19,93 juta orang

  3. Jawa Timur — 17,12 juta orang

Ini menggambarkan peta mobilitas klasik: daerah penyangga dan pusat kerja melepas warganya pulang, lalu beberapa hari kemudian menarik mereka kembali.

Moda Favorit: Mobil Pribadi Masih Raja Jalanan

Mudik 2026 masih sangat bertumpu pada jalur darat dan kendaraan pribadi. Tiga moda transportasi paling dominan:

  1. Mobil pribadi — 76,24 juta orang

  2. Sepeda motor — 24,08 juta orang

  3. Bus — 23,34 juta orang

Angka mobil pribadi yang sangat besar menjelaskan kenapa setiap kebijakan rekayasa lalu lintas (one way, contraflow, ganjil-genap) selalu menjadi sorotan. Jalan tol dan arteri akan kembali menjadi “urat nadi” yang menentukan lancarnya mudik.

Titik Transportasi Terpadat: Pasar Senen, Pulo Gebang, Soetta, hingga Tanjung Priok

Kemenhub juga memetakan simpul transportasi yang diproyeksikan mengalami lonjakan tertinggi—tempat-tempat yang biasanya menjadi “pintu besar” perpindahan manusia.

Stasiun Kereta Api

  • Asal terpadat: Stasiun Pasar Senen2,38 juta orang

  • Tujuan terpadat: Stasiun Yogyakarta Tugu867 ribu orang

Terminal Bus

  • Keberangkatan terpadat: Terminal Pulo Gebang2,31 juta orang

  • Kedatangan terpadat: Terminal Tirtonadi Surakarta1,44 juta orang

Bandar Udara

  • Bandara Soekarno-Hatta mendominasi:

    • asal keberangkatan: 2,13 juta orang

    • tujuan kedatangan: 1,05 juta orang

Pelabuhan

  • Asal terpadat: Pelabuhan Tanjung Priok214 ribu orang

  • Tujuan terpadat: Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya158 ribu orang

Dari angka-angka itu, terlihat jelas: mudik bukan sekadar “pulang”, tetapi operasi mobilitas raksasa yang bertumpu pada simpul-simpul utama transportasi.

Mudik Terbesar Indonesia, Lagi dan Lagi

Dengan proyeksi pergerakan mencapai 143,91 juta orang, mudik Lebaran 2026 kembali menjadi mobilitas tahunan terbesar di Indonesia—sebuah peristiwa sosial yang tidak hanya menggerakkan jalan dan stasiun, tetapi juga menggerakkan ekonomi, tradisi, dan rasa rindu yang sama dari tahun ke tahun.


Share this article via

0 Shares

0 Comment