| 6 Views

Mudik 2026 Sudah Diatur: Dari One Way, Contraflow, sampai Ganjil-Genap—Catat Tanggalnya Biar Tak “Nyasar Aturan”

CendekiaPos - JAKARTA — Mudik selalu punya dua sisi: rindu yang menghangatkan, dan jalanan yang bisa menguji kesabaran. Menjelang Idul Fitri 2026/1447 H, pemerintah menyiapkan “peta besar” agar arus kendaraan tidak berubah jadi lautan macet tanpa arah. Tahun ini, tiga skema utama kembali menjadi andalan: one way (satu arah), contraflow, dan ganjil-genap.

Aturan ini tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas instansi: Ditjen Perhubungan Darat, Ditjen Perhubungan Laut, Ditjen Bina Marga, dan Korlantas Polri (Nomor: KP-DRJD 854 Tahun 2026, HK.201/1/21/DJPL/2026, Kep/43/II/2026, dan 20/KPTS/Db/2026). Tujuannya jelas: menjaga keselamatan, keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas selama arus mudik dan balik 2026, sekaligus mengoptimalkan pergerakan di ruas-ruas utama.

Berikut rangkuman feature yang mudah diikuti—biar Anda bisa mudik dengan tenang, bukan “ketemu portal aturan” di tengah jalan.

1) One Way: Jalan Tol “Disulap” Jadi Satu Arah untuk Mengalirkan Arus

Arus Mudik

Bayangkan tol sebagai pipa besar. Saat mudik, pemerintah membuat pipa itu mengalir ke satu arah agar kendaraan tidak saling menghambat.

  • Ruas: Tol Jakarta–Cikampek KM 70 sampai Semarang–Solo KM 421

  • Waktu: Selasa, 17 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB

Arus Balik

Saat orang-orang mulai pulang, arah pipa dibalik: dari Jawa Tengah menuju Jakarta.

  • Ruas: Tol Semarang–Solo KM 421 sampai Jakarta–Cikampek KM 70

  • Waktu: Senin, 23 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB

Catatan rasa mudik: One way biasanya membuat perjalanan lebih “mengalir”, tapi konsekuensinya jalur sebaliknya bisa dibatasi. Jadi jangan asal masuk tol tanpa cek hari dan jam.

2) Contraflow: Jalur Lawan Arah Dibuka Sementara Saat Padat

Contraflow itu seperti “meminjam” satu lajur dari arah sebaliknya untuk sementara, agar arus padat tidak meledak jadi macet total. Penerapannya berlaku di ruas Jakarta–Cikampek dan Jagorawi dengan waktu tertentu.

Arus Mudik (Tol Jakarta–Cikampek)

Berlaku pada ruas KM 47 (Karawang Barat)–KM 70 (Cikampek), dengan dua periode:

  • Periode 1: Selasa, 17 Maret 2026 pukul 14.00 WIB sampai Jumat, 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB

  • Periode 2:

    • Sabtu, 21 Maret 2026 pukul 12.00–20.00 WIB

    • Minggu, 22 Maret 2026 pukul 09.00–18.00 WIB

Arus Balik (Tol Jakarta–Cikampek dan Jagorawi)

  • Tol Jakarta–Cikampek: KM 70–KM 47
    Senin, 23 Maret 2026 pukul 14.00 WIB sampai Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB

  • Tol Jagorawi: KM 21 (Gunung Putri)–KM 8 (Cipayung)

    • Selasa, 24 Maret 2026 pukul 14.00–19.00 WIB

    • Minggu, 29 Maret 2026 pukul 14.00–19.00 WIB

Catatan rasa mudik: Contraflow sering bikin perjalanan tiba-tiba “lebih lancar”, tapi juga butuh ekstra waspada karena pola lajur berubah. Ikuti rambu dan arahan petugas.

3) Ganjil-Genap: Filter Plat Nomor untuk Mengurangi Kepadatan

Sistem ganjil-genap adalah cara paling “langsung” mengurangi volume kendaraan. Kalau tidak sesuai tanggal ganjil/genap, kendaraan bisa diarahkan keluar atau diminta menunda.

Arus Mudik

  • Ruas:

    • Tol Jakarta–Cikampek KM 47 sampai Semarang–Batang KM 414

    • Tol Tangerang–Merak KM 31 sampai KM 98

  • Waktu: Selasa, 17 Maret 2026 pukul 14.00 WIB sampai Jumat, 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB

Arus Balik

  • Ruas:

    • Tol Semarang–Batang KM 414 sampai Jakarta–Cikampek KM 47

    • Tol Tangerang–Merak KM 98 sampai KM 31

  • Waktu: Senin, 23 Maret 2026 pukul 00.00 WIB sampai Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB

Kendaraan yang dikecualikan

Tidak semua kendaraan wajib ikut ganjil-genap. Ada pengecualian untuk kendaraan tertentu, seperti:

  • pemadam kebakaran

  • ambulans

  • angkutan umum berpelat kuning

  • kendaraan bertanda khusus yang membawa penyandang disabilitas

  • kendaraan operasional pengelola jalan tol

Mudik Tenang Itu Bukan Cuma Niat, Tapi Juga Tahu Jadwal

Mudik selalu soal pulang. Tapi agar pulang tetap nyaman, aturan lalu lintas 2026 ini perlu dicatat seperti kita mencatat jadwal pesawat atau tiket kereta: hari dan jamnya menentukan.


Share this article via

0 Shares

0 Comment