| 514 Views

Miris! Arab Saudi Semakin Liberal

Oleh : Jasmine Fahira Adelia Fasha 
Anggota Komunitas Muslimah Menulis (KMM) Depok


“Kalau mau pakai gamis, pergi ke arab aja,” Sering mendengar kalimat semacam itu? Kalimat tersebut memang sering kita dengar khususnya di sosial media. Karena negara Arab Saudi merupakan negara yang terkenal menggunakan aturan Islam di dalam kesehariannya, seperti aturan melarang musik, menjaga pakaian dan kehormatan wanita, dan aturan-aturan lainnya. 

Namun kini, negeri yang mendapatkan julukan Tanah Haram tersebut perlahan mulai mengalami kemunduran dalam menerapkan aturan Islam dalam negerinya dan semakin liberal. Saat ini kita bisa lihat gedung bioskop dan tempat hiburan semakin marak, perempuan bebas pergi ke mana saja, perempuan dapat menggunakan bikini di pantai, bepergian tanpa wali, dan yang lebih menghebohkan lagi, Arab Saudi mulai mengikuti ajang Miss Universe dengan mengirimkan Rumy Al-Qahtani sebagai perwakilannya. 

Lantas, apakah Arab Saudi masih dapat dikatakan sebagai negeri Muslim? Ini merupakan kali pertama Arab Saudi mengikuti kontes kecantikan. Sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, (26/03/2024) yang didapat dari laporan Economic Times, hal ini dilakukan Saudi dikarenakan adanya upaya Saudi untuk modernisasi dan mendiversifikasi ekonominya. 

Selama ini Saudi bergantung dengan minyak sebagai sumber pemasukan utama negara. Sejak MBS menjabat sebagai Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri, Saudi terus berupaya mencari sumber keran cuannya selain minyak. Maka MBS pun melihat peluang mengembangkan investasi bisnis hingga pariwisata Saudi. Sejak itu MBS terus berupaya merubah Saudi menjadi negara yang lebih moderat demi menarik turis hingga investor asing. Maka kita bisa melihat bagaimana Saudi semakin menjadi negara yang kapitalis yang liberalis dan perlahan meninggalkan sistem Islam. Demi keuntungan bisnis semata, Saudi rela menjadikan negara yang dikenal sebagai negara Muslim menjadi negara yang moderat, liberal dan kapitalis. 

Miris rasanya mengingat bagaimana Rasulullah SAW dan para sahabat memperjuangkan tegaknya Islam di Arab. Perih sekali jika melihat bagaimana Islam yang rahmatan lil alamin tegak pertama kali di Madinah. Bagaimana Rasulullah ikhlas mendapatkan cacian, makian di Kota Thaif. 

Inilah yang kita rasakan jika tidak ada aturan Islam yang ditegakkan, setiap negara merasa bebas membuat aturannya sendiri demi asas keuntungan ekonomi semata. Manusia melupakan aturan Allah SWT yang wajib kita terapkan, namun keadaan justru sangat jauh dari bagaimana ketika Islam ditegakkan. []


Share this article via

161 Shares

0 Comment