| 23 Views
Menyelamatkan Generasi Dengan Islam
Puluhan orang yang diamankan saat polisi menggerebek Jalan Kunti SurabayaFoto: Istimewa
Oleh: Ummu Asma'
Julukan sebuah Kampung memberikan identitas bahwa disitulah terkenal suatu produk, atau sebuah kebiasaan/tradisii yang dilestarikan. Misalnya saja kampung anggur, kampung pecinan, dll. Yang seperti ini merupakan aset daerah, bisa menjadi jujuhan wisata. Kali ini ada sebuah kampung yang tak layak sama sekali untuk dipertahankan,di sebut-sebut. Jalan Kunti yang berada di wilayah Kecamatan Semampir, Surabaya, dikenal sebagai "kampung narkoba". Kenapa? Hal ini dikarenakan setelah aparat beberapa kali melakukan penggerebekan dan menemukan kasus peredaran narkoba di wilayah tersebut. Bahkan, polisi pernah menemukan bunker di salah satu rumah saat menggerebek kampung narkoba itu pada tanggal 20 November 2024 lalu. Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim melakukan tes urine terhadap puluhan pelajar di wilayah Jalan Kunti dan hasilnya ada 15 siswa SMP positif narkoba (kumparan.com,7/11).
Adik-adik SMP ini merupakan sebuah keprihatinan yang harus dirumuskan bersama, kita harus mempunyai satu misi untuk menyelamatkan mereka," ujar Kepala BNN Jatim, Brigjen Pol Budi Mulyanto, kepada wartawan (kumparan.com,13/11). Kasus ini tragedi besar bagi dunia pendidikan dan keluarga Indonesia. Anak yang seharusnya fokus belajar dan fokus masa depan, justru terjerumus dalam narkoba yang merusak akal, fisik, dan masa depannya. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan narkoba bukan hanya persoalan individu, tetapi persoalan struktural, moral, spiritual, dan sosial. Remaja ini adalah korban dari lingkungan yang rusak moral dan rapuhnya nilai keimanan di tengah arus budaya. Dan tentunya juga lemahnya pengawasan dan pengurusan negara.
Masa remaja adalah masa pencarian jati diri. Jika salah arah maka remaja akan rusak. Ketika nilai keimanan pudar, remaja mudah mencari pelarian pada hal-hal yang bertentangan dengan aturan agama, termasuk narkoba. Inilah yang terjadi pada sebagian remaja hari ini: mereka hidup dalam tekanan hidup, paparan media sosial, gaya hidup hedon plus instan, dan situasi keluarga yang tidak stabil. Tanpa fondasi iman, mereka mudah tergelincir. Selain individu remaja, peredaran narkoba yang semakin mudah adalah bukti bahwa pengawasan negara dan masyarakat amat lemah. Seperti kampung narkoba di Jalan Kunti ini menunjukkan betapa kemaksiatan bisa subur ketika masyarakat cuek, aparat keamanan tak peduli, hukum mungkin sudah dibeli. Maka yang menjadi korban adalah remaja dan juga anak-anak. Kemaksiatan yang dibiarkan akan menyeret generasi kepada kebinasaan. Maka, tanggung jawab tidak hanya pada individu, tetapi juga keluarga, masyarakat, dan negara. Perlu solusi sistemik, yang idak sekedar tambal sulam saja. Akar masalahnya adalah sistim kapitalis yang masuk dalam setiap lini masyarakat. Maka penyelesaiannya adalah bukan hanya membina masyarakat, memberi sanksi bagi pelaku maksiat. Menerapkan Islam dalam bingkai negara solusi cerdas untuk generasi. Generasi muda adalah amanah. Jika kita membiarkan mereka tumbuh di tengah kampung narkoba, budaya maksiat, maka kita sedang menyiapkan kehancuran bangsa sendiri. Islam hadir bukan hanya sebagai agama, tetapi sistem kehidupan yang menawarkan perlindungan menyeluruh bagi generasi.