| 698 Views

Menuju Indonesia Emas atau Cemas?

Oleh : Tita Noer Hayati
Muslimah Peduli Umat

Puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang ke-31 telah diselenggarakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Lapangan Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah pada Sabtu, 29 Juni 2024.

Acara peringatan ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy yang mewakili Presiden Joko Widodo. Dalam pidatonya, Muhadjir Effendy mengatakan jika keluarga merupakan penentu dan kunci dari kemajuan suatu negara. Selain itu di tempat yang sama, kepala BKKBN Hasto Wardoyo menyebut dalam sambutannya bahwa keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat, tempat bernaung, saling mencintai dan melindungi. 

Sudah semestinya dalam keluarga penuh dengan kasih sayang dan saling melindungi antara anggota keluarga. Karena keluarga merupakan wadah untuk anak-anak tumbuh dan berkembang dengan sempurna. Namun, ibarat sebuah pohon yang sedang berbunga, para petinggi negeri ini hanya melihat bunganya saja yang tumbuh indah tanpa peduli di bawah terdapat akar yang kotor dengan tanah. Para petinggi tersebut hanya melihat gambaran keluarga bahagia yang tumbuh dan berkembang dengan penuh cinta, tetapi menutup mata bahwa di bawah sana banyak keluarga yang memiliki permasalahan serius seperti kemiskinan, kelaparan, kekerasan sampai pelecehan seksual yang dilakukan oleh anggota keluarga terdekat.

Keluarga memang memiliki peran penting dalam mewujudkan Indonesia Emas, tapi negara memegang peranan penting yang lebih besar untuk menciptakan keluarga bahagia yang sempurna agar kelak dapat menghindari generasi yang mencemaskan. 

Islam telah memberikan gambaran bagaimana keluarga yang ideal, harmonis dan yang berorientasi pada akhirat, tidak hanya bertujuan pada dunia saja. Karena sejatinya keluarga adalah madrasah ula (sekolah pertama) yang posisinya menjadi dasar pembentukan identitas bangsa. Sehingga sangat dibutuhkan diterapkannya syariat Islam yang kafah dengan tegaknya khilafah, sebelum para calon generasi emas habis digerus oleh sistem sekuler demokrasi.

Wallahualam bissawab.


Share this article via

146 Shares

0 Comment