| 103 Views
Menolak Cinta Berujung Nestapa
Oleh : Sofi Rosyida
Di awal tahun 2025 kembali terjadi pembunuhan yang sangat mengenaskan korban siswi berinisial VPR (16) asal Desa Banjareja, Kecamatan Sukodadi menjadi korban dari kekejaman temanya sendiri yang berinisial AI (16) warga Kecamatan Made Lamongan.
Pemicu kejadian pembunuhan tersebut berawal karena cinta bertepuk sebelah tangan alias ditolak korban. hal ini yang membuat pelaku naik pitam sehingga merencanakan pembunuhan terhadap korban. Pada hari jumat (10/01-25) pelaku menjalankan rencananya dengan menjeput korban dan dibawa ke warung kosong tepatnya di Perumahan Made Great Residence, Dessa Made Lamongan.
Warung itu telah menjadi saksi bisu bagaimana kekejaman pelaku membunuh korban hingga meninggal setelah dipastikan meninggal pelaku pergi meninggalkan korban hingga 5 hari dari kejadian naas tersebut. Mayat korban ditemukan oleh Zamroni (penyewa warung) yang berniat akan membersihkan warungnya yang sudah 1 bulan ia tinggalkan.
Alangkah terkejutnya ia mencium bau busuk dan menemukan sesosok mayat didalam kamarnya sehingga dia berteriak minta bantuan warga dan melaporkannya ke pihak yang berwajib ujar Zamroni kepada Wartawan. Rabu (15/01/2025) dikutip dari Kompas.com
Dari sepenggal kisah tragis ini sungguh mirisnya generasi muda saat ini yang notabene adalah generasi penerus bangsa tapi mempunyai pemikiran dangkal dan tidak bisa mengontrol emosi.
Kejadian ini memiliki banyak faktor mulai dari lemahnya mengontrol emosi, minimnya pendidikan moral dan pengabaian terhadap kesehatan mental dikalangan remaja dan bukan hanya karena faktor itu saja lingkungan juga yang kurang sufortif, tak ketinggalan peran media yang berkontribusi memperburuk kondisi saat ini.
Inilah sepenggal kisah yang lahir dari sistem sekuler kapitalisme yang mengusung ide-ide liberalisme serta menjauhkan peran agama dari kehidupan dan disisi lain kapitalisme membuat semua dibutakan dunia karena semua kebahagiaan dinilai dari materi semata.
Sehingga segala cara yang ditempuh tidak peduli halal-haram yang penting segala keinginan tercapai untuk memuaskan hawa nafsunya.
Dengan berbagai persoalan generasi saat ini sungguh sangat jelas membutuhkan sistem yang mampu membawa solusi yang komprehensif yaitu sistem Islam yang akan mampu memanusiakan manusia.
Karena Islam akan menjadikan pendidikan tidak hanya fokus pada akademis saja tapi juga membentuk akhlak mulia, kontrol emosi, pemahaman yang benar juga membentuk individu yang memiliki berkepribadian islam.
Islam juga memiliki aturan yang sangat jelas dalam pergaulan antara laki-laki dan perempuan untuk mencegah terjadinya fitnah dan perilaku yang melampui batas. Dengan tuntunan Syara generasi muda diarahkan dalam batas yang wajar untuk mencegah terjadinya kerusakan moral.
Dengan penerapan aturan islam yang menyeluruh dalam berbagai bidang lainnya kejadian tragis seperti ini dapat dicegah sejak akar permasalahanya. Pelajar dapat mengoptimalkan potensi untuk kebaikan dan amal sholeh sehingga mencetak generasi hebat yang taat akan syariat dan mempunyai pemahaman yang cemerlang.
Dengan demikian marilah kita selamatkan generasi penerus dengan penerapan sistem Islam secara kaffah dibawah naungan negara khilafah karena hanya sistem inilah satu-satunya yang bisa dan mampu melindungi serta menyelamatkan generasi dari buruk nya sistem yang telah memisahkan agama dari aturan kehidupan sehingga generasi terjerumus kearah kebebasan tanpa pemahaman yang benar.
Wallahu a'lam bi showwab