| 127 Views

Menjemput Diri Dalam Dakwah

Oleh : Ummu Fahri

Untukmu pengemban dakwah yang hingga detik ini masih berjuang tanpa lelah.

Dakwah adalah aktivitas mulia, sebuah amanah langit yang diemban oleh para nabi dan rasul untuk menyampaikan kebenaran (al haq) yang datang dari Allah SWT. Dakwah ialah sebuah aktivitas istimewa yang saat ini telah diwariskan Rasulullah SAW kepada umatnya, kaum muslimin, karena umat Islam adalah umat terakhir untuk menyampaikan dakwah ke seluruh alam. Tak ada perkataan yang lebih baik dari dakwah menyeru manusia kepada kebenaran.

Besarnya pahala jariah dari dakwah merupakan saham yang senantiasa dibangun oleh orang yang sudah merasakan manisnya dakwah. Bagaimana tidak, tatkala seseorang berubah karena dakwahnya, maka sang pejuang dakwah yang mengajak kepada kebaikan tadi juga akan mendapatkan pahala tanpa mengurangi pahala yang melakukannya. Apalagi kalau dakwah yang dilakukannya merupakan dakwah yang akan merubah sistem tatanan kehidupan mulia yang Allah Swt. janjikan, yakni Khilafah Islamiyah.

Namun , harus perlu dipahami ,...!! bagi seorang pengemban dakwah Layaknya manusia yang sedang mengalami pubertas. Apa pun dilakukan untuk menunjukkan bahwa ia adalah bagian darinya. Menuntut ilmu dan mendakwahkan kepada masyarakat untuk menuntut diterapkannya di tengah masyarakat. Karena tatanan sistem yang sekarang telah terbukti gagal menurut kacamata Sang Pembuat hukum sesungguhnya, Allah Swt. Rabb Sekalian Alam.

Akan tetapi, terkadang pelaku dakwah yang tengah “puber” ini, merasa sudah menjadi orang paling agamais. Menyebarkan berbagai hikmah dengan kata-kata indah. Sudah bermain dengan kata amanah. Namun lupa akan seni dalam berdakwah. Hingga terkadang, bukannya mengajak malah mengejek, bukan merangkul tetapi memukul, bukan mendekatkan kepada Allah Swt. tetapi menjauhkan. Terkadang karena lisan yang kurang ahsan tatkala mengingatkan.

"Jadilah pengemban dakwah yang mukhlis. Memiliki hati yang tulus, lisan dan perbuatan yang patut menjadi panutan, ringan dalam melangkah, mengajak dengan penuh kasih sayang serta mendoakan tanpa sepengetahuan mereka. Agar dakwah diterima, silaturahmi terjaga, dan ikatan akidah pun terasa”

Berdakwah itu tidak menunggu kamu menjadi sempurna
Karena sejatinya kamu memang diciptakan dengan segala kelemah dan keterbatasan

Berdakwah itu tidak menunggu ilmumu setinggi langit
Karena sejatinya ilmumu tidak akan mampu seluas langit dan bumi

Berdakwah itu tidak menunggu kamu menjadi baik
Namun, percayalah dengan kamu berdakwah kamu akan berusaha untuk menjadi lebih baik

Berdakwah itu bukan pilihan yang dapat ditoleransi
Namun, berdakwah adalah kewajiban hamba sebagai bukti cinta, taat, dan penghambaan kepada Sang Pencipta

Berdakwahlah, jangan menunggu nanti
Apalagi menunggu mati
Namun, berdakwahlah sepanjang hayat hingga mati menjemput diri

Berharap menjemput kematian di jalan dakwah yang mulia.


Share this article via

112 Shares

0 Comment