| 1319 Views

Mengapa Masih Ada Kemiskinan Dan Kelaparan Di Tengah Negara Maju

Oleh : Ermawati 
Pegiat literasi

Krisis pangan telah menjadi isu yang menjadi sorotan belakangan ini oleh berbagai negara karena seperti yang telah terjadi baik iklim ataupun kondisi saat ini di belahan dunia sehingga menjadi faktor penting yang harus diperhatikan.

Organisasi Pangan Dunia atau FAO yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengungkapkan masih banyaknya kelaparan akut di 59 negara atau wilayah, dengan jumlah 1 dari 5 orang di negara itu mengalami kelaparan akibat permasalahan pangan akut.
Berdasarkan laporan mereka bertajuk Global Report on Food Crises 2024, tercatat sebanyak 282 juta orang di 59 negara mengalami tingkat kelaparan akut yang tinggi pada 2023. Jumlah orang kelaparan pada 2023 itu meningkat sebanyak 24 juta orang dari tahun sebelumnya.

Kenaikan ini disebabkan oleh meningkatnya cakupan laporan tentang konteks krisis pangan serta penurunan tajam dalam ketahanan pangan, terutama di Jalur Gaza dan Sudan.
Krisis ini menuntut tanggapan segera. Menggunakan data dalam laporan ini untuk mengubah sistem pangan dan mengatasi penyebab kerawanan pangan dan kekurangan gizi akan sangat penting," kata António Guterres, Sekretaris Jenderal PBB, di website FAO.org sebagaimana dikutip Sabtu. (cnbcindonesia.com 4/5/24)

Kemajuan dan meningkatnya teknologi serta sains tidak memungkiri masih banyak dibeberapa negara yang masih dalam keadaan miskin dan kelaparan. Tidak menjamin bahwa kehidupan rakyat terbebas dari kemiskinan dan kelaparan kita bisa lihat dibeberapa negara maju secara perekonomian, tekhnologi dan sains masih saja ada rakyat yang hidup miskin dan kelaparan bukan karena mereka tidak bekerja melainkan karena mahalnya biaya hidup sehingga makin sulit bagi mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Kemiskinan dan kelaparan menjadi hal yang serius yang harus diperhatikan oleh negara yang ada di seluruh dunia karena akan menyebabkan banyak masalah lain seperti akan banyaknya penyakit yang ditimbulkan serta buta huruf karena mereka tidak memiliki uang untuk menyekolahkan anaknya yang kemudian kemiskinan dan kelaparan ini akan terus-menerus menjadi masalah besar bagi negara di seluruh dunia jika tidak menangani dengan serius. Tidak hanya mendata yang pemerintah lakukan tetapi juga harus terjun secara langsung untuk melihat keadaan dan kondisi rakyat yang benar-benar tidak mampu. 

Sehingga bantuan yang diberikan dapat sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, bukan hanya sekedar bicara saja yang lakukan akan tetapi ada solusi dan tindakan yang dilakukan oleh pemerintah. Inilah mengapa alasannya kemiskinan dan kelaparan terus meningkat selain itu juga karena perubahan cuaca yang ekstrim musim hujan dan panas yang tinggi dan tidak bisa diprediksi yang terjadi di seluruh dunia bahkan adanya perang yang tidak pernah usai menambah daftar angka kemiskinan dan kelaparan yang terjadi seluruh dunia. 

Selain itu juga adanya oknum-oknum yang tega dan berani mengambil dan memakan uang mereka yang membutuhkan, akhirnya masalah ini bagaikan benang kusut yang tidak dapat diselesaikan oleh seluruh negara yang ada di dunia. Kemiskinan dan kelaparan seakan menjadi momok bagi negara-negara di dunia yang dari dulu tanpa ada penyelesaian yang tuntas  sampai ke akarnya. Sistem ekonomi kapitalis telah membuat tatanan ekonomi rusak dan juga menyebabkan berbagai problematika didalam kehidupan.

Dari semua masalah yang dialami dunia kemiskinan dan kelaparan adalah akibat dari adanya segelintir orang yang rakus ingin menguasai kekayaan alam sendiri, didalam sistem kapitalis memang semua itu menjadi hal biasa dan perbolehkan selama memiliki modal yang besar untuk memilikinya dan imbasnya merugikan perekonomian negara yang pada akhirnya rakyat kecil lah yang menderita karena ulah dari penerapan sistem kapitalis. Wajah buruk sistem kapitalisme makin terlihat jelas rusak dan hancurnya serta bobroknya sistem ini bila diterapkan.

Setiap individu atau negara hanya berlomba-lomba untuk memperkaya diri sendiri tanpa melihat rakyat atau tetangga negara yang lain yang hidup dalam kemiskinan dan kelaparan. Seperti negara Palestina banyak yang mati karena kelaparan ini semua terjadi karena adanya kesenjangan sosial yang lebih mementingkan diri sendiri atau negara tanpa melihat rasa kemanusiaan padahal di sana mereka sangat membutuhkan bantuan dan uluran tangan kita untuk menghilangkan rasa lapar yang mereka alami selama perang. Jadi masihkah kita bertekuk lutut di bawah sistem kapitalisme yang kufur ini yang telah banyak menghancurkan kehidupan umat manusia.

Bila didalam hukum Islam kehidupan rakyat adalah menjadi tanggung jawab negara, negara akan melayani rakyat dengan mencukupi semua kebutuhan pangan, papan dan sandang, semua akan menjadi tanggung jawab pemimpin jangan sampai ada rakyatnya yang miskin apa lagi sampai mati karena kelaparan. Dan pemimpin dalam Islam akan amanah dengan menjaga semua SDA untuk rakyat tidak di diperjualbelikan atau di monopoli asing, karena negara akan mengelola sendiri dan hasilnya untuk kebutuhan rakyat, serta negara membuka lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya bagi rakyat terutama laki-laki agar bisa mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. 

Indahnya hidup bila diatur oleh Islam, karena Islam adalah solusi dari setiap permasalahan umat manusia dengan kembali kepada Al-Qur'an dan menjalankan syariat Islam secara kafah, serta menegakkannya didalam setiap elemen kehidupan masyarakat. Sehingga semua kehidupan serta masalah yang dihadapi umut hari ini dapat di terurai dari simpul-simpul kapitalisme yang selama ini membelenggu umat, oleh sebab itu dibutuhkan adanya persatuan umat untuk melanjutkan kehidupan Islam dan menyelamatkan manusia dari kemiskinan dan kelaparan serta kehinaan hidup yang selama ini diderita.

Wallahu a'lam bish-shawab.


Share this article via

160 Shares

0 Comment