| 39 Views
Membebaskan Palestina Butuh Kekuatan Global
Oleh : Kiki Puspita
Dilansir dari metrotvnews.com -- Warga Gaza secara resmi telah memasuki tahap awal kelaparan akibat pembatasan ketat Israel terhadap bantuan kemanusiaan.
Ismail Thawabteh, Kepala Kantor Media Pemerintah Gaza, menyatakan bahwa hampir dua juta penduduk di wilayah tersebut telah kehilangan akses terhadap ketahanan pangan secara total. '' Palestina menghadapi bencana kemanusiaan yang belum perna terjadi sebelumnya akibat penutupan pembatasan oleh Israel dan penghalang masuknya bantuan kemanusiaan,'' ungkap Thawabteh dalam keterangan Rabu 19 Maret 2025 seperti dikutip Anadolu, Kamis 20 Maret 2025.
Selain kekurangan pangan, Gaza juga menghadapi krisis air bersih. Thawabteh mengungkapkan bahwa puluhan sumur air bersih telah berhenti beroperasi, memperparah situasi di wilayah tersebut dan kehidupan di Gaza berada diambang kehancuran dalam beberapa hari kedepan jika serangan Israel tidak dihentikan dan perbatasan tidak segera di buka.
Para jurnalis pun tak luput dari kekejaman Israel. Dilansir dari Jakarta, CNN Indonesia -- Jurnalis Foto yang perna viral karena menulis pesan menyentuh sebagai bentuk dukungan untuk Gaza, Fatima Hassouna, tewas dalam serangan brutal Israel pada pekan ini. Kementrian Kesehatan di Gaza pada Jum'at (18/4) menyatakan Fatima tewas bersama tujuh anggota keluarganya di kediaman mereka di Jalan Al Nafaq, Kota Gaza.
Kecaman dunia tak bisa menghentikan genosida atas penderitaan warga Gaza. Nyatanya Zionis mala semakin brutal untuk menjajah Palestina.
Sejatinya, Palestina akan bebas dari penjajahan jika Zionis Israel dikalahkan dan hengkang dari bumi Syam. Oleh karenanya, muslim Palestina sejatinya membutuhkan kehadiran pasukan muslim dari negeri-negeri muslim untuk melawan penjajah Zionis Yahudi. Namun, kita tidak bisa berharap para penguasa muslim hari ini akan mengirimkan bala tentaranya. Mereka telah tersandera secara politik oleh AS.
Kehadiran tentara muslim hanya akan terwujud ketika umat memiliki Khilafah yang berperan sebagai junah (perisai) yang akan menyelamatkan kaum muslim yang tertindas dan terjajah.
Khilafah akan melakukan langkah-langkah berikut untuk membebaskan Palestina dengan menyatukan seluruh negeri muslim secara politik dan militer dalam satu negara transnasional.
Khilafah juag akan menolak setiap tawaran perdamaian, gencatan senjata, atau solusi dua negara dari Israel, AS, maupun PBB. Tidak ada perjanjian damai dengan Israel, yang ada hanya perang. Khilafah juga akan memobilisasi militer di negeri-negeri muslim sekitar Palestina untuk membebaskan Palestina kekuatan maksimal, yaitu sampai berhasil menghabisi Israel.
Khilafah juga akan membentuk opini umum di seluruh dunia tentang wajibnya jihad akbar membebaskan Palestina sehingga seluruh dunia akan mendukung pembebasan Palestina. Setelah membebaskan Palestina, Khilafah akan menjadikan Palestina sebagai salah satu wilayah Daulah Islam sebagaimana dahulu wilayah Syam menjadi salah satu provinsi Khilafah.
Tegaknya Khilafah adalah kunci pembebasan Palestina. Dengan demikian, seluruh umat Islam wajib memperjuangkan tegaknya Khilafah. Bahkan tegaknya Khilafah harus menjadi agenda perjuangan dan dakwah umat Islam. Oleh karenanya, penting untuk membangun kesadaran umat Islam tentang masalah Palestina bahwa eksistensi entitas Yahudi Israel hanya bisa dikalahkan dengan tegaknya daulah Khilafah.
Tegaknya Khilafah akan memorak-porandakan musuh-musuh Islam dan menghancurkan makar mereka terhadap umat Islam. Allah Swt. berfirman, “Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.” (QS Ali Imran [3]: 54).
Wallahualam bissawab.