| 43 Views
Matinya Rasa Kemanusiaan Terhadap Palestina Akibat Dari Penerapan Sistem Kufur
Oleh : Sumarni Ummu Suci
Sungguh miris kondisi kaum muslim Gaza. Bantuan kemanusiaan yang seharusnya mereka dapatkan untuk bertahan hidup, malah ditutup hingga menjadi sasaran penyerangan oleh entitas Zionis.
Mirisnya negara - negara besar dunia, justru memilih bungkam. Mereka tak lebih dari penonton pasif. Seolah tidak terusik oleh penderitaan dan genosida yang berlangsung di depan mata.
Lebih menyedihkan lagi para penguasa negeri - negeri muslim pun tak menunjukkan sikap tegas. Mereka sibuk mengeluarkan retorika diplomatik, kecaman perbal dan pernyataan pormal yang tidak disertai tindakan nyata.
Tak satu pun yang mengirimkan pasukan untuk menghentikan penjajahan dan menyelamatkan saudara - saudara mereka. Mereka tetap diam meski nurani dan rasa kemanusiaan telah terkoyak menyaksikan anak - anak yang meregang nyawa, bayi - bayi yang tak berdosa di bantal dan para ibu merintih kehilangan keluarga.
Padahal fitra manusia adalah untuk menolong sesamanya. Terlebih ketika yang di zholimi adalah kaum lemah yang tidak mampu membela diri.
Hilangnya rasa kemanusiaan sejatinya mencerminkan pudarnya Fitra kemanusiaan dalam diri manusia itu sendiri. Ini adalah akibat langsung dari sistem Kapitalisme yang menjadikan materi sebagai ukuran tertinggi sekaligus menumbuhkan rasa superioritas dan permusuhan terhadap sesama manusia.
Para pemimpin negeri - negeri muslim sudah tak tergugah oleh penderitaan luar biasa yang menimpa saudara mereka di Palestina. Rasa empati terkubur oleh kepentingan publik dan sekat - sekat nasionalisme produk Barat.
Nasionalisme inilah yang membungkam solidaritas umat dan mematikan keberanian untuk bertindak adil terhadap kaum muslim yang tertindas.
Tak satu pun pemimpin negeri muslim yang mengerahkan kekuatan militer demi membebaskan tanah suci yang di jajah. Padahal seruan jihad terus menggema dari umat Islam di berbagai penjuru dunia. Namun jihad hanya bisa diwujudkan melalui keputusan negara dan fakta pahitnya sistem negara saat ini tidak akan pernah menyerukan jihad. Mereka justru menjalin hubungan erat dengan para penjajah Zionis.
Seruan jihad dalam Islam hanya dapat dikumandangkan oleh negara yang menerapkan seluruh syari'at Islam secara kaffah yaitu khilafah.
Maka dari itu tegaknya khilafah bukan sekedar cita - cita, melainkan sebuah kewajiban syar'i menjadi jalan pembebasan umat dari penjajahan, kezhaliman dan kehinaan.
Kewajiban atas tegaknya khilafah telah ditunjukkan dengan jelas dalam dalil - dalil Al Qur'an maupun Al Sunnah hingga ijmak sahabat. Rasulullah Saw bersabda : "Barang siapa yang melepaskan tangannya dari bai ' at, niscaya ia akan bertemu dengan Allah pada hari kiamat tanpa punya alasan dan barang siapa mati dan tidak ada bai'at di pundaknya, maka matinya bagai mati jahiliah." ( HR.Muslim).
Umat harus berjuang dengan sepenuh hati untuk mewujudkan kewajiban yang menjadi taajul furuud atau mahkota kewajiban ini.
Betapa banyak syari'at Islam termasuk jihad yang sulit bahkan tidak terwujud tanpa adanya khilafah.
Perlu diingat bahwa selama umat masih hidup dalam bayang - bayang kapitalisme dan sekulerisme dimana agama di pisahkan dari kehidupan, mustahil khilafah bisa terwujud. Sebab sistem kufur inilah yang mematikan kesadaran politik umat dan menumpulkan semangat perjuangan Islam.
Oleh karena itu upaya menegakkan khilafah membutuhkan kepemimpinan dari sebuah jamaah dakwah yang ideologis yakni kelompok yang konsisten menyerukan islam sebagai ideologi dan mewujudkannya dalam bentuk negara.
Jamaah ini akan terus membina umat dengan tsaqofah Islam, menyadarkan mereka akan pentingnya kehidupan Islam serta menunjukkan bahwa kejayaan hanya bisa diraih melalui penerapan syari'at secara total.
Umat pun wajib menjawab seruan ini. Bergabung dalam barisan perjuangan yang lurus dan berjuang bersama menjemput pertolongan Allah. Sebagaimana Allah SWT berfirman :
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تَنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ
"Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu". (QS.Muhammad : 7).
Tidakkah kita ingin menjadi penolong agama Allah yang berjuang menghadirkan kembali kehidupan islam atas izin Allah ?
Wallahua'lam bissawab.