| 354 Views
Masyarakat Terdampak Kejiwaannya, Apa Penyebabnya?
Oleh : S. Widiyastuti
Muslimah MT Khoirunnisa Karawang
Kesehatan adalah modal utama untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
Masyarakat yang sehat akan memberikan nilai yang positif bagi lingkungan, begitu sebaliknya jika masyarakat banyak yang sakit maka akan memberi nilai yang negatif pula bagi lingkungan.
Namun diera kehidupan saat ini. Dimana kehidupan masyarakat semakin serba susah dan mengalami kesulitan.
Masyarakat dihadapkan dengan beban biaya hidup yang semakin mahal. Harga kebutuhan pangan semakin tinggi. Untuk biaya berobat pun membutuhkan biaya yang tak sedikit. Bahkan untuk sekolah anak pun mereka harus mengeluarkan biaya tsk sedikit.
Jadi tidak ada yang gratis diera kehidupan saat ini.
Lebih menyulitkan lagi untuk lapangan pekerjaan pun susah didapatkan. Akhirnya masyarakat terjebak pada jurang kemiskinan.
Dengan beban yang begitu beragam dan rumit yang dihadapi oleh masyarakat, akhirnya membuat masyarakat tak kuat menanggung beban kehidupan ini.
Membuat masyarakat depresi dan terganggu kejiwaanya atau orang dalam gangguan jiwa (ODGJ)
Seperti kasus yang marak di Karawang sejumlah masyarakat mengalami gangguan jiwa.
Pengelola Program Kesehatan Jiwa Dinkes Karawang, Samiati Wahyuni menyebutkan, hingga Maret 2024 terdata ada 2.097 ODGJ di Karawang yang ditangani oleh 50 puskesmas di 30 Kecamatan.
Usia mereka beragam dari yang terdata
Rata-rata 20 tahun ke atas, tapi ada yang 5 tahun, ada yang 15 tahun, 17 tahun. Paling tua umur 60 tahunan,” paparnya.
Pengobatan mereka ditangani oleh petugas puskesmas setempat. Berlaku seumur hidup.
(tvberita.co.id 2 Agustus 2024)
Sungguh miris fakta hari ini, mental masyarakat terganggu membutuhkan solusi yang tepat.
Penerapan kehidupan saat ini yang jauh dari syariatNya, membuat masyarakat mudah depresi. Sering menghalalkan berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Akhirnya marak kasus kejahatan di masyarakat.
Masyarakat sudah tidak memikirkan lagi tentang dosa, yang mereka pikirkan bagaimana cara untuk bertahan hidup demi keluarga.
Bahkan negara pun tidak memberikan pelayanan yang sepenuhnya bagi masyarakat.
Hingga saat ini masyarakat berjuang sendiri untuk memenuhi semua kebutuhan hidupnya.
Hal ini tentu berbeda dalam lingkungan Islami. Di mana ketika syariat-Nya diterapkan membuat masyarakat dalam kesejahteraan.
Segala kebutuhan hidup ditanggung oleh negara.
Biaya kesehatan dan sekolah pun disediakan oleh negara.
Masyarakat tinggal menjalankan kehidupan tanpa ada beban yang harus di terima.
Serta lapangan pekerjaan di sediakan juga oleh negara.
Negara benar-benar menjamin kesejahteraan masyarakatnya.
Karena sang pemimpin merasa bertanggung jawab sepenuhnya atas jabatan yang dia pegang.
Dia bertanggung jawab sepenuhnya pada Sang Khalik atas apa yang dia pimpin.
Sehingga tidak ada masyarakat yang merasa tertekan atas pemenuhan kebutuhan kehidupan.
Masyarakat tidak ada yang terganggu jiwanya.
Jika pun ada akan langsung ditangani dengan sungguh-sungguh supaya tidak menjadi bumerang di tengah-tengah masyarakat.
Dalam sebuah hadist Rosulullah Saw bersabda, "Kamu sekalian adalah pemimpin dan kamu sekalian bertanggungjawab atas orang yang di pimpinannya.
Seorang Amir(raja) adalah pemimpin, seorang suami pemimpin atas keluarga nya, dan seorang istri juga pemimpin bagi rumah suami dan anak-anak nya. Kamu sekalian adalah pemimpin dan kamu sekalian akan diminta pertanggung jawabannya atas kepemimpinan nya. "
Semoga lekas terwujud tatanan kehidupan Islami, kehidupan yang sehat sempurna.
Terwujudlah kesejahteraan masyarakat yang utuh.
Wallahu alam bishowab