| 598 Views
Masihkah Bertahan dengan Hukum Buatan Manusia?
Oleh : Aktif Suhartini, S.Pd.I.
Anggota Komunitas Muslimah Menulis (KMM) Depok
Kehidupan manusia selalu berdampingan dengan hukum yang berlaku guna mengatur kehidupan manusia. Bisa dibayangkan apabila tidak ada hukum di muka bumi ini, otomatis kehidupan akan karut marut tidak ada ketenangan, ketenteraman karena setiap manusia akan berprilaku sekehendak hatinya tanpa memikirkan kepentingan orang lain di sekitarnya.
Oleh karenanya manusia butuh aturan yang mengikatnya. Allah SWT menciptakan manusia bersamaan dengan landasan hukum yang harus dijalankan sebagai makhluk ciptaan-Nya yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadits. Itu semua untuk menciptakan keamanan, ketenteraman hidup manusia di muka bumi. Hanya saja sangat disayangkan karena kesombongan serta keangkuhan manusia yang tidak mau menggunakan hukum Sang Pencipta dan lebih bangga dengan ciptaan dirinya sendiri sebagai makhluk, maka tidaklah pernah berhenti pemasalahan yang dihadapi, terus menerus tanpa akhir hingga menimbulkan kehidupan yang sulit. Sungguh miris hukum dari Sang Pencipta diabaikan dan lebih memilih hukum manusia yang mendatangkan kemudharatan.
Memang, hukum yang dibuat manusia akan mendatangkan kemadharatan, kekacauan dan keburukan dari masa ke masa. Sebagaimana yang disampaikan Deputi Direktur Amnesty Internasional Indonesia, Widya Adiwena di kantornya (26/4/2024), hukum di Indonesia semakin lemah. Situasi hukum di Indonesia memburuk, banyak masyarakat sipil mendapat tindakan kriminalisasi dari aparat ketika melakukan aksi unjuk rasa. Padahal, masyarakat melakukan unjuk rasa ini karena ketidakadilan dari penguasa yang dirasakan mereka. Aparat akan melakukan penangkapan, dan melakukan kekerasan untuk membubarkan para pengunjuk rasa sehingga kebebasan berekspresi seakan dikebiri. Dan masih banyak ketimpangan lainnya.
Tampak jelas pelemahan hukum yang ada di Indonesia nyata adanya. Dapat dibuktikan semakin banyaknya kriminalitas, dan juga banyaknya kasus yang tidak terselesaikan dengan tuntas. Inilah bukti hasil dari penerapan sistem hukum buatan manusia yang berbasis sekularisme yang tidak mampu memberikan sanksi tegas dan menjerakan. Bahkan hukum tumpul ke atas namun tajam ke bawah, rakyat obyek penderita dan terdzalimi.
Sungguh sangat berbeda dengan hukum Islam yang dibuat oleh Allah SWT Sang Pencipta, yang selalu mengatur kehidupan untuk kesejahteraan manusia, karena hukum Islam menutup semua celah kejahatan dan tanpa pandang bulu, memberikan sanksi yang menjerakan. Hal ini akan mencegah terjadinya pelanggaran aturan Allah, hingga manusia akan selamat dunia dan akhirat. Hukum Allah SWT akan mencegah adanya pejabat yang tidak amanah dan kebal hukum, hingga tidak mendapatkan hukuman atas kesalahannya.
Oleh karenanya, yakinlah bahwa penerapan sistem sanksi dan sistem lainnya dalam hukum Islam akan menjaga marwah hukum dan mewujudkan keadilan dan ketenteraman dalam kehidupan.
Masihkah bertahan dengan hukum buatan manusia dan melalaikan hukum buatan AllahSWT?[]