| 465 Views

Maraknya Durhaka Kepada Orang Tua, Salah Siapa?

Oleh :  Gayda Khairunnida 

Siapa sih yang gak tahu malin kundang? Bagaimana terkenalnya cerita ini yang mana seorang anak berubah menjadi batu karena kedurhakaannya kepada orang tua.
Kalau cerita itu benar, balasan bagi orang yang durhaka kepada orang tuanya itu banyak sekali. 

Mungkin diantara kalian juga sudah pernah dengar berita mengenaskan baru-baru ini.
Pada kenyataannya saat ini, seorang anak berani menjadi seorang pembunuh orang tuanya sendiri, kejadian ini terjadi didaerah Duren Sawit, Jakarta Timur. 

Dua anak putri berumur 17 tahun menghabisi ayahnya, karena di pergoki mencuri uang di toko perabotan milik ayahnya. liputan6, 22/6/24)

Dan kasus lainnya seorang putri berusia 19 tahun membunuh ayahnya lantaran kesal diminta antarkan ke kamar mandi oleh ayahnya penderita stroke. Pesisir barat 
lampung (liputan6.com.

Mirisnya, bagaimana seorang anak yang memiliki kewajiban birul walidayin kepada orang tuanya malah membunuh orangtuanya sendiri. Karena jasa yang begitu besar telah dikeluarkan kepada kita, pengorbanan yang telah banyak dikorbankan kepada anaknya, harta ,waktu, bahkan nyawa sekalipun.

Bagaimana merawat hingga besar saat ini apakah pantas mereka mendapatkan perlakuan seperti itu? 
dalam islam kita dilarang untuk menyakiti hati kedua orang tua dengan perkataan atau perbuatan, apalagi sampai menyakiti tubuhnya atau malahan sampai menjadi penyebab kematiannya.

Sistem saat ini tak lagi menjadikan keluarga menjadi suatu rumah untuk kembali dari  aktivitas yang dialakukan. Sistem ini melahirkan pribadi miskin iman yang membuat masyarakat bebas melakukan apapun sesuai dengan keinginannya tanpa melihat hukum syariat islam. Hanya materi sebagai tujuan yang ingin dicapainya bukan lagi ridho Allah subhanahu wa ta'ala. 

mereka lupa akan  hakikat dirinya sebagai seorang hamba yang seharusnya patuh kepada sang pencipta. Sehingga melahirkan generasi rusak yang jauh sekali dari syariat Islam.

Bagaimana masa mudanya yang seharusnya sedang dalam masa produktif untuk melakukan hal-hal baik untuk menggapai mimpi sebagai generasi bangsa saat ini.  pemikiran mereka telah dirusak menjadikan tidak lagi mencerminkan generasi pelopor bangsa yang dapat membangkitkan keterpurukan. bahkan fokus mereka terkadang hanyalah materi atau kesenangan yang ingin selalu ia lakuka.

Seperti kasus diatas tadi seorang anak berani membunuh ayahnya sendiri hanya untuk mendapatkan uang yang diambilnya, mereka melakukan tanpa melihat baik dan buruknya perbuatan itu, rela kehilangan orang tuanya hanya karena uang yang tak seberapa harganya dibandingkan orang tua yang seharusnya kita sayangi melebihi apapun. bahkan terdapat hadist yang mengatakan ridho allah terdapat pada ridho orang tuanya. Ketika ridho Allah yang ingin kita gapai orang tua menjadi salah satu jalan kita untuk bisa mendapatkannya. 

Sistem islam mendidik generasi yang memiliki kepribadian islam, sehingga generasi selalu terikat oleh perannya sebagai seorang hamba yang patuh kepada aturan yang telah diatur oleh sang pencipta, melahirkan generasi yang hormat dan berbakti kepada orang tuanya, memiliki kemampuan dalam mengontrol emosinya dengan baik, menjadikan dirinya merasa selalu  diawasi oleh allah subhanahu wa ta'ala. sehingga menjauhkan dirinya dari perbuatan maksiat dan perbuatan yang dilarang oleh syariat islam.

Dan sistem Islam  memiliki sanksi yang menjerakan sehingga dapat mencegah semua bentuk kejahatan seperti kekerasan anak pada orang tua.

Rusaknya generasi saat ini telah menjadi bukti bobroknya sistem kapitalisme yang terapkan pada negeri ini, sudah cukup kasus-kasus yang terjadi saat ini menjadi bukti hancurnya dunia tanpa aturan islam.
membuat kita harus memperjuangkan janji allah atas tegaknya kembali sistem islam pada dunia ini yang berbentuk Daulah khilafah 'ala min haji nubuwah. Allahu akbar! Wallahua'lam bi ash-showwab. []


Share this article via

93 Shares

0 Comment