| 60 Views

Malapetaka Remaja: Banyak Remaja Terjerat Narkoba

Oleh: Mirna

Kerusakan generasi yang diakibatkan oleh barang haram atau narkoba dan sejenisnya semakin bertambah parah dan menambah daftar panjang persoalan yang tidak kunjung usai. Masalah demi masalah bermunculan seakan tidak ada jeda. Belum selesai mengenai satu permasalahan, bahkan muncul masalah baru.

Entah pengawasan yang kendor atau masyarakat yang terlalu lihai memainkan perannya sehingga barang haram tersebut dengan mudah didapatkan bahkan diperjualbelikan di tengah masyarakat. Dan herannya, di suatu wilayah ada yang sempat dijuluki sebagai kampung narkoba.

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan (Sumsel) memimpin penggerebekan besar-besaran terhadap kampung yang diduga menjadi sarang peredaran gelap narkoba di wilayah Palembang dan Banyuasin, Sumatera Selatan (sidaknews.com).

Setelah itu, menyusul juga di Surabaya. Sebanyak 15 anak SMP di Surabaya dinyatakan positif mengonsumsi narkoba. Hal itu terungkap saat Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Jawa Timur melakukan tes urine secara acak di Jalan Kunti, Kecamatan Semampir, Surabaya. Jalan Kunti selama ini dijuluki sebagai Kampung Narkoba di Surabaya. Di sana berjajar bedeng-bedeng kecil yang terbuat dari kayu beratapkan terpal. Tempat itu diduga kerap digunakan orang untuk transaksi narkoba hingga pesta sabu (CNN Indonesia, Jumat, 14 Nov 2025).

Di era kapitalisme sekuler saat ini, banyak dari kalangan remaja kehilangan nilai keimanan serta keliru menafsirkan makna kebahagiaan sehingga mereka dengan mudah tergerus arus yang telah merusak tatanan kehidupan mereka.

Para remaja menganggap bahwa barang haram tersebut adalah suatu jalan bagi kebahagiaan mereka dan tercapainya sebuah harapan. Mereka pun mengukur nilai-nilai kebahagiaan dengan gaya hidup hedonis, berpoya-poya dan berhura-hura serta bergaul bebas tanpa batas. Sehingga demi mencapai kebahagiaan semu itu, mereka rela mengorbankan segalanya termasuk akal waras dan jiwanya, walaupun harus menjadi budak dari barang haram tersebut baik sebagai pengedar ataupun pengonsumsinya.

Padahal sejatinya narkoba dan sejenisnya adalah barang haram yang sangat merusak khususnya bagi generasi. Banyak kerusakan atau kejahatan yang ditimbulkan dari barang haram tersebut, mulai dari masalah kesehatannya, kehilangan akal waras, hingga berdampak menimbulkan bibit-bibit kerusakan baru di tengah masyarakat.

Betapa banyak masyarakat yang menjadi korban dari barang haram tersebut. Ada seorang anak yang rela membunuh orang tuanya sendiri hanya karena tidak diberi uang untuk membeli barang haram tersebut. Ada juga yang nekat menjadi pencuri dan begal demi membeli barang haram itu karena sudah merasa kecanduan. Bahkan sampai menjadi pembunuh dan pemerkosa akibat kehilangan akal dan jiwa warasnya. Miris memang.

Maka dari itu, sistem Islam sangat jelas mengharamkan khamar dan segala bentuknya, termasuk narkoba ataupun sabu. Menurut hukum Islam, narkoba hukumnya haram. Hal ini disebabkan narkoba digolongkan kepada sesuatu yang memabukkan sehingga menimbulkan kemudaratan dan berbagai bentuk kerusakan bagi penggunanya seperti rusaknya akal dan akhlak masyarakat dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat.

Pertama, ada nas yang mengharamkan narkoba. Kedua, karena narkoba menimbulkan bahaya (dharar) bagi manusia. Nas tersebut adalah hadis dengan sanad sahih dari Ummu Salamah ra. bahwa Rasulullah ﷺ telah melarang segala sesuatu yang memabukkan (muskir) dan melemahkan (mufattir) (HR Ahmad, Abu Dawud).

Al-Qur'an sendiri menerangkan dalam Surah Al-A’raf: 157 yang artinya: “Dan menghalalkan segala hal yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala hal yang buruk.” (QS. Al-A’raf: 157). Di Surah Al-Baqarah juga diterangkan, Allah berfirman: “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu dalam kebinasaan.” (QS. Al-Baqarah: 195).

Narkoba telah menjadi malapetaka besar bagi kerusakan generasi, menyemai berbagai bibit kerusakan baik itu kerusakan akal, jiwa, maupun moralnya. Menjadikan generasi bermental lemah lagi rapuh. Inilah bukti gagalnya sistem buatan manusia yang terbatas yang tidak akan mampu menandingi sistem yang berasal dari Sang Pencipta.

Telah terbukti bahwa sistem kapitalis-sekuler buatan manusia tidak akan mampu menyelesaikan berbagai kerusakan yang terjadi di tengah umat. Sistem ini hanyalah memberi ruang manfaat bagi para segelintir orang yang memiliki modal dan kuasa, mementingkan asas manfaat belaka.

Hanya sistem Islam yang mampu memecahkan berbagai problematika kehidupan umat. Semua ini bukan hanya mimpi dan retorika, karena hal itu terbukti pada masa kejayaannya dan bertahan selama berabad-abad lamanya, walaupun pada akhirnya dengan izin Allah SWT harus runtuh di tangan para pendusta.

Wallahu a'lam bissawab.


Share this article via

23 Shares

0 Comment