| 41 Views
Krisis Kelaparan Cara Genosida Baru, Gaza Butuh Solusi Hakiki
Oleh: Nurcahmala
Kebencian dan kekejaman Zionis Yahudi terhadap kaum Muslimin semakin nyata, terutama terhadap saudara-saudara kita di Gaza, Palestina. Serangan mereka tak hanya berupa dentuman bom, tapi juga genosida perlahan lewat kelaparan yang disengaja.
Mengutip CNBC Indonesia (23 Juli 2025), derita anak-anak Gaza semakin memilukan. Mereka bukan hanya meninggal akibat senjata, tetapi karena hal paling dasar yaitu rasa lapar. Menurut The Japan Times, dalam tiga hari terakhir sebanyak 21 anak meninggal akibat malnutrisi di rumah sakit Al-Shifa dan Al-Aqsa Martyrs. Berarti setiap hari tujuh anak meninggal dunia hanya karena kekurangan gizi.
Bantuan kemanusiaan hanya masuk dalam jumlah dan nyaris simbolik semata, sejak gagalnya perpanjangan gencatan senjata dan diberlakukannya blokade penuh oleh Israel pada 2 Maret 2025. Zionis menggunakan cara baru untuk aksi genosida yang sangat keji dan tak berperikemanusiaan yaitu dengan membuat rakyat Gaza kelaparan.
Sayangnya, dunia hanya menyaksikan. AS terus membela Israel lewat hak vetonya. PBB mandul, tidak mampu berbuat apa-apa. Kondisi ini diperburuk dengan sikap para pemimpin dunia Islam yang seakan kehilangan nyali dan nurani, diam terhadap seruan Allah dan Rasul-Nya.
Umat Islam pun dilemahkan oleh propaganda Barat yang disebarkan oleh para penguasa yang berkhianat. Sejatinya potensi kekuatan umat Islam amatlah besar yang bila disatukan mampu mengguncang dunia. Sejarah telah membuktikan bahwa Islam pernah menjadi peradaban adidaya, melindungi yang lemah dan menegakkan keadilan.
Saudara-saudara kita yang dijajah, diperangi, dan dizalimi butuh lebih dari sekadar bantuan kemanusiaan. Mereka butuh solusi hakiki, solusi mendasar yang benar-benar mampu mengakhiri penjajahan dan membawa kemuliaan.
Solusi itu adalah dengan kebangkitan umat melalui jihad dan penerapan Islam secara kaffah dalam institusi kepemimpinan tunggal umat yakni Khilafah. Hanya dengan itu, kekuatan umat akan kembali, kehormatan Islam ditegakkan, dan kezaliman dapat dilawan. Islam akan kembali menjadi rahmat bagi seluruh alam.
Wallahu a’lam bishowab