| 248 Views

Kriminalitas Tinggi, Bukti Sistem Harus Diganti

Oleh : Yuliana, S.E.

Pria bernama Ismail (40 tahun), warga Kelurahan Selagit, Kabupaten Musi Rawas, ditangkap polisi usai menganiaya ibu kandungnya berinisial SA (80 tahun).

Kapolres Musi Rawas, AKBP Andi Supriadi, melalui Kasat Reskrim, Iptu Ryan Tiantoro Putra, mengatakan peristiwa penganiayaan itu berawal saat Ismail kesal karena kalah main judi online, Sabtu, 8 Februari 2025, sekitar pukul 23.00 WIB.

"Pelaku yang kesal awalnya membanting HP miliknya, lalu ia meminta uang kepada korban. Tapi karena tidak diberi membuat pelaku semakin emosi dengan membanting dan mencekik leher korban," katanya, Minggu, 9 Februari 2025.

Tak hanya itu, Ismail lantas mengambil gunting dan menyekap ibunya yang sudah tua itu di dalam kamar. Ia juga mengancam akan membunuh korban. 

"Korban sendiri akhirnya berhasil diselamatkan cucunya dan dibawa pergi melalui pintu belakang rumah ke rumah ketua RT setempat," jelas Ryan.

Akibat peristiwa itu, SA merasa terancam dan mengalami sejumlah luka memar, seperti di pergelangan tangan dan leher. Oleh sebab itu, korban lantas melaporkan peristiwa yang dialaminya ke polisi.ormasi penting sajikan secara 

Iptu Ryan, bilang petugas yang melakukan penyelidikan akhirnya mendapati informasi keberadaan Ismail dan langsung melalukan penangkapan.

"Saat kami interogasi, tersangka mengakui perbuatannya. Kami juga mengamankan barang bukti berupa satu rekaman video pada saat tersangka melakukan penganiayaan terhadap korban," katanya. 9 Februari 2025

Pontianak - Mayat bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan di dalam parit (anak sungai) di Kecamatan Tangaran, Kabupaten Sambas, pada Jumat, 7 Februari 2025. Polisi berhasil mengungkap kasus tersebut dan mengamankan ibu bayi tersebut yang diketahui merupakan anak di bawah umur. 

Kapolres Sambas, AKBP Sugiyatmo, melalui Kasat Reskrim Polres Sambas, AKP Rahmad Kartono, mengatakan kepolisian mendapatkan informasi mengenai adanya penemuan mayat bayi baru lahir di dalam parit. Setelahnya, anggota Satreskrim Polres Sambas bersama Polsek Teluk Keramat melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

"Dari hasil penyelidikan diketahui jika pembuang bayi tersebut adalah ibu bayi. (Terduga pelaku) anak di bawah umur," ungkap Rahmad kepada wartawan, Minggu, 9 Februari 2025. Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut. Dugaan sementara, anak tersebut nekat membuang bayinya karena takut ketahuan jika sudah melahirkan. 9 Februari 2025

Beritasatu.com - Warga Kampung Bulak, Desa Nanggerang, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor digegerkan dengan penemuan jasad bayi di aliran Kali Caringin. 

Jasad bayi perempuan tersebut pertama kali ditemukan warga yang tengah mancing di kali. Saat ditemukan, jasad bayi tersangkut di akar dan rerumputan pinggir kali dalam keadaan terlungkup. 
Tanpa terbungkus apa pun, tubuh mungil bayi yang diduga baru saja dilahirkan tersebut sudah tak utuh. Sebagian jari-jari tangan dan kakinya sudah tidak utuh, serta telah muncul lebam yang diduga telah tewas lebih dari satu hari. 

Ketua RT setempat, Wawih mengatakan bayi malang tersebut diduga terbawa aliran Kali Caringin. 
“Warga yang pertama kali melihat tak menyangka yang ditemukannya merupakan tubuh bayi sebab menyerupai boneka. Bayi tersebut berjenis kelamin perempuan. Sepertinya sudah meninggal sekitar empat harian,” ujar Wawih. 

Seusai dievakuasi dari dalam kali, kemudian dilakukan identifikasi terhadap jasad bayi oleh tim Inafis Polrestro Depok. Selanjutnya jasad bayi dibawa ke RS Polri Kramajati, Jakarta. 9 Februari 2025.
Kehidupan di tengah-tengan sistem yang rusak.

Kriminalitas makin marak dengan kadar kekerasan yang makin mengerikan, dan pelaku yang makin muda usianya. Hal ini menunjukan bahwa sistem sekuler kapitalisme makin mandul menjamin keamanan dan gagal menjaga nyawa manusia.  

Semua itu menunjukkan dampak penerapan sistem hidup yang rusak itu pada semua bidang kehidupan, baik ekonomi, sosial/pergaulan, pendidikan, media, dan lain-lain.  Juga lemahnya sistem sanksi yang tidak menjerakan membuat kejahatan dan kriminalitas meningkat.  Keamanan di era kapitalisme saat ini juga tidaklah terjamin.

Kriminalitas yang terjadi pada saat ini tidak bisa terlepas dari dampak dan kerjanya sistem yang dianut oleh negara. Di mana negara sangat abai akan tenggung jawab sebagai priayah rakyat. Terlebih pada generasi muda, mereka sangat rentan menjadi korban dari ketidak perdulian penguasa terhadap keberlangsungan hidup anak-anak muda.

Di saat anak muda di luar sana terutama negara-negara barat sedang berlomba-lomba mengupgrate diri dan mengupgrate ilmu, sementara anak-anak muda di negara kita sibuk dengan gawainya. Aktivitas yang dilakukan lebih cenderung pada aktivitas yang negatif. Pada waktu yang bersamaan anak muda barat sibuk menciptakan aplikasi dengan menggunakan gawai mereka, anak muda di negeri kita sibuk menggunakan gawai untuk kegiatan negarif seperti main judi online, pinjaman online yang mengandung ribawi, nonton vodeo-video porno, dan lain-lain.

Anak-anak muda kita sangat jauh dari didikan agama. Baik di rumah maupun di sekolah mereka selalu terpapar dengan peraturan yang bukan berasas dari aturan Allah. Di rumah orangtua tidak merasa bertanggungjawab mendidik anak karena merasa sudah cukup pendidikan yang diproleh dari sekolah. Sementara di sskolah menerapkan kurikulum bukan bersumber dari islam, sekolah tidak menerapkan kurikulum aqidah Islam. Kurikulum yang dipakai adalah kurikulum yang berasal dari sekularisme yaitu memisahkan kehidupan dari agama. 

Yang menjadi masalah lagi adalah negara tidak menjamin pendidikan anak, dalam sistem ini rakyat tuntut untuk memikirkan kehidupan sendiri. Biaya pendidikan di negeri ini tidak murah, ini tidak lain penyebabnya adalah negara menyerahkan pendidikan kepada pihak swasta. Sehingga biaya pendidikan sangat mahal dan juga dijadikan lahan bisnis, dengan kata lain siapa yang ingin anaknya mendapatkan pendidikan yang bagus maka sediakan uang yang banyak, sesuailah dengan sistem yang ada yaitu sistem kapitasme.
Dengan fakta yang ada dapat kita ambil pemahaman bahwa semua yang terjadi pada anak-anak muda zaman sekarang adalah bukti nyata tidak hadirnya pemimpin sebagai junnah dan prisai di tengah-tengah rakyat. Anak-anak minim dengan pemahaman agama, pemahaman sisitem kapitalisme  yang sudah mendarah daging mengurat nadi pada orangtua sehingga mereka tidak bisa memahami bahwa kebutuhan pendidikan anak merupakan tanggung jawab sebuah negara. 

Kurang minat baca rakyat juga menyebabkan tidak sampainya informasi kepada mereka. Menganggap bahwa mendidik anak hanya tugas guru di sekolah biayanya tanggung jawab orangtua,di sini sebagai orangtua tidak pernah menyikapi apakah pendidikan yang diterima oleh anak sudah sesuai dengan syariat atau sebaliknya. Belum memahami bahwa madratsah pertama dan utama adalah ibu. Ibu adalah panutan bagi tumbuh kembang anak-anak, jika baik ibu maka baiklah anak, jika buruk ibu maka buruk pula anak.
 Rakyat masih belum paham bahwa kita sebagai warga negara harus paham politik, apakah politik yang kita anut sudah sesuai dengan aturan yang Allah turunkan atau bahkan sedang menganut politik yang tidak sesuai dengan yang Allah perintahkan. Banyak tidak sadar bahwa Islam memiliki politik sendiri dengan arahan langsung dari sang Kholiq.

Jadi, tanpa disadari oleh pelaku bahwa main judol sampai menganiayah orangtua ia telah melakukan dosa besar sekaligus. Anak yang melakukan zina dan membunuh bayinya sendiri merupakan perlakuan dosa besar juga. mana peran negara? Apakah baru berperan setelah di padang mahsyar? Na’uzubillah.

Islam pelindung dan penjamin keamanan rakyat.

Islam menjadikan negara sebagai pelindung dan penjamin keamanan rakyat. Negara akan menutup pintu kriminalitas dengan menjamin kesejahteraan rakyat, menjamin keamanan rakyat, dan penerapan sistem sanksi ditegakkan dengan adil, serta bersifat jawabir dan jawazir.

Islam juga memiliki sistem Pendidikan Islam yang akan mencetak generasi  yang memahami hakekat penciptaan dan memiliki kepribadian Islam, sehingga menjaga dirinya dari perbuatan maksiat dan kriminal
Tegaknya tiga pilar, mulai dari ketakwaan individu, kontrol masyarakat dan penerapan sistem sanksi oleh negara akan menjamin terwujudnya keamanan pada masyarakat

Islam akan membina rakyatnya sesuai aturan Allah. Individu akan dibentuk pribadi yang taat kepada printah Allah dan senantiasa diawasi agar tetap bertaqwa kepada sang kholiq. Setiap individu yang melanggar aturan syari’at maka negara akan menindak sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan. Jika ada rakyat yang tidak menjalankan perintah solat maka pihak terkait akan melaporkan kepada pihak yang bertanggung jawab untuk membina individu tadi sampai dia kembali taat dan bertaqwa. Dalam Islam ada bagian-bagian yang bertanggung jawab terhadap kemaslahatan rakyat.

Sistem Islam akan mengontrol rakyat dalam semua aspek. Bagi yang melanggar peraturan akan diberi sanksi sesuai dengan sanksi yang sudah ditetapkan oleh Allah. Bagi yang mencuri yang sudah memenuhi persyaratan hukum potong tangan maka negara akan menghukum pelaku dosa tadi sesuai dengan sanksi yang sudah Allah tetapkan. Jika ada yang berzina maka  pelaku zina akan dijilid sesuai dengan ketentuan yang sudah Allah tetapkan.

Dalam Islam rakyat akan dijamin keselamatan dan keamanan. Negara akan memahamkan kepada rakyat, memberi pendidikan, membina rakyat sampai rakyat faham akan halal haram, taat dan maksiat, taqwa dan futur. Ketika rakyat sudah tau semua hal itu maka tidak akan ada kejahatan, kebodohan, kerusakan, apa lagi kekacauan, 

Saat sistem Islam diterapkan bukan hanya kaum muslim yang merasakan kesejahteraan, tapi seluruh rakyat yang berada di bawah naungan daulah Islam akan terjamin keamanan dan kesejahteraan. 

Hal ini akan terwujud ketika tegaknya khilafah. Tegaknya khilafah bila rakyat sudah memahami Islam secara kaffah, untuk memahami Islam secara kaffah yaitu  dengan perubahan pemikiran, untuk mengubah pemikiran dapat dilakukan dengan cara mengkaji Islam secara menyeluruh.

Wallahua’lam bishowab.

 


Share this article via

85 Shares

0 Comment