| 210 Views

Kesejahteraan dan Keamanan Tak Mungkin Terwujud dalam Sistem Sekuler Kapitalis

Oleh : Muryani
Aktivis Muslimah

Maraknya kasus kejahatan yang terjadi setiap hari bukanlah hal yang baru bahkan kejahatan yang meningkat sangat signifikan terjadi setiap kali memasuki bulan Ramadan dan ini biasanya terjadi setiap tahunnya.

Fakta yang terjadi di lapangan memanglah tidak dapat pungkiri bahwa setiap kali memasuki bulan Ramadan, setiap tahun kasus kejahatan akan meningkat dengan pesat. Menurut pengamat Kepolisian dari Institut For Security and Strategic Studies (ISSES) Bambang Rukminto menilai bahwa apa yang terjadi di karena kan meningkatnya kebutuhan yang terjadi di masyarakat di bulan Ramadan hingga menjelang lebaran sangatlah tinggi, Beliau juga mengatakan bahwa meningkatnya kebutuhan tidak bisa di pungkiri bahwa pengeluaran juga makin meningkat dan yang menjadi akar masalah di sini adalah meningkatnya kebutuhan tidak dibarengi dengan meningkatnya penghasilan alhasil mereka menggunakan jalan pintas untuk dapat memenuhi kebutuhan mereka yang meningkat selama Ramadan sampai menjelang lebaran. (Media Indonesia, Rabu, 27/3/2024).

Beliau juga menyayangkan upaya yang dilakukan pihak kepolisian untuk mengantisipasi kejahatan yang berulang setiap tahunnya belum lah maksimal, hanya sebatas seremonial saja seperti operasi kantipmas yang hanya dilakukan tanpa adanya evaluasi. Beliau juga menambahkan adanya kasus yang sama setiap tahun harusnya diantisipasi dengan cara yang tepat. Operasi ketupat yang dilakukan menjelang akhir Ramadan juga kurang efektif karena hanya fokus pada pengamanan lalu lintas saja, padahal kejahatan meningkat signifikan disetiap awal bulan Ramadan. Bambang menyarankan agar pihak kepolisian melakukan peningkatan patroli selama Ramadan hingga menjelang lebaran, semua ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan yang terjadi di masyarakat pada bulan Ramadan. Operasi keliling juga dilakukan di tempat tempat yang rawan. Ini dilakukan sebagai bentuk preventif yang untuk mencegah kejahatan. (Media Indonesia.com/27/3/2024).

Seperti kasus yang terjadi di kota Bogor, Kasatnya Reskrim Polresta Bogor Kompol Lutfi Kolot Digantara mengatakan bahwa dari pihak jajaran Polresta Bogor Kota sudah mengantisipasi adanya peningkatan kejahatan menjelang Ramadan tiba. Beliau juga mengatakan sudah menyiapkan pos penjagaa untuk antisipasi adanya kerawanan mulai pukul 21.00 hingga 06.00 WIB. 

Kerusakan sistem sekuler kapitalis menyebabkan meningkatnya kasus demi kasus kejahatan yang terjadi di setiap tahun tidak menemukan titik terang bahkan setiap tahun kejahatan makin meningkat. Bulan Ramadan yang seharusnya menjadi bulan suci ternodai akibat maraknya kejahatan yang makin meningkat akibat kemiskinan dan lemahnya keimanan pada kaum muslim. 

Penerapan sekuler kapitalis menyebabkan kemiskinan terus melanda masyarakat, semua itu tidak lepas dari berbagai faktor baik internal maupun eksternal. Faktor internal terjadi karena lemahnya keimanan rakyat yang mayoritas muslim. Ini yang menjadi sebab mereka dengan mudahnya melakukan kejahatan dan kemaksiatan tanpa memikirkan dosa yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban dan akan mendapatkan balasan di neraka kelak.

Meraka juga memandang bahwa setiap perbuatan manusia yang dilakukan akan dimintai pertanggungjawaban kelak di akhirat mulai pudar bahkan menghilang kepribadian Islam dari diri mereka telah hilang meskipun keyakinan mereka adalah Islam. Tak dapat di pungkiri bahwa faktor internal ini sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal yaitu penerapan sistem kehidupan kapitalis sekuler.

Sistem kapitalis sekuler yang jelas-jelas menolak pengaturan agama diranah publik yang menjadikan landasan dalam penerapan segala aspek, pendidikan, ekonomi, pergaulan, dsb. Pendidikan sekuler kapitalis melahirkan individu liberal yang bebas yang mempunyai standar kebahagiaan adalah materi, sehingga mereka beranggapan bahwa kebahagiaan adalah meraih materi sebanyak-banyaknya ini yang menyebabkan umat Islam melakukan kejahatan atau kriminalitas. 

Sekularisme menjadikan landasan perekonomian negeri yang dinamakan sistem ekonomi kapitalis, sistem ini lah yang menjadi penyebab utama lahirnya kemiskinan secara struktural di tengah masyarakat, liberalisasi kepemilikan publik dan keleluasaan swasta dalam mengendalikan hajat hidup orang banyak yang menjauhkan masyarakat dari kesejahteraan. Tidaklah mengherankan jika kemudian kebutuhan masyarakat meningkat di tengah pendapatan yang distandarkan pada upah minimum Provinsi/Kabupaten/Kota. Juga karena ketidakpastian ekonomi dalam sistem ekonomi kapitalis telah memasifkan PHK dan meningkat kan jumlah pengangguran karena sistem ini telah merebut hak-hak rakyat. Kebutuhan pokok yang seharusnya mudah diakses oleh masyarakat seperti air, listrik, migas, jalan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan, menjadi sangatlah mahal yang sulit dijangkau oleh masyarakat rendah. Sistem sekuler kapitalis juga telah gagal dalam mengendalikan harga bahan-bahan pangan di hari-hari besar. Meraknya kejahatan juga diperparah dengan adanya sistem sanksi yang membuat masyarakat tidak jera.

Maraknya kejahatan yang terjadi di negeri ini akan dapat diselesaikan dengan menerapkan syariat Islam secara menyeluruh yang akan diterapkan oleh negara. Islam mewajibkan negara sebagai raa'in atau pengurus yang menjamin kesejahteraan rakyat dengan pemenuhan kebutuhan pokok oleh negara dan juga menjamin agar keamanan juga terwujud. Islam juga membangun agar kehidupan yang aman dan tentram dengan tiga pilarnya, yaitu;
1. Ketakwaan individu.
2. Masyarakat yang peduli.
3. Negara yang menerapkan Islam secara sempurna.

Negara Islam akan membina masyarakat individu menjadi sosok yang bertakwa, negara juga menerapkan sistem pendukung yang berbasis akidah Islam dan tidak lupa juga mengatur para pendakwah ke berbagai penjuru negeri untuk mengajarkan akidah dan syariat Islam ditengah masyarakat dengan ketakwaan ini yang akan menjadikan penengah masyarakat, melakukan tindak kejahatan yang dilarang oleh syariat. Pada masyarakat akan muncul budaya amar makruf nahi mungkar dan sikap saling peduli sesama masyarakat sehingga terbentuk suasana mereka saling berlomba untuk meraih amal salih di tengah masyarakat dan bukan suasana yang saling yang berlomba untuk mengejar materi sebanyak-banyaknya. Tidak lupa juga mereka saling membantu jika ada yang kesulitan dalam materi.

Begitu pula dengan tatanan negara dengan menyejahterakan masyarakat nyadengan memenuhi kebutuhan pokoknya yaitu sandang, papan, pangan, kesejahteraan, keamanan, pendidikan. Hal yang demikian ini dapat mencegah seseorang untuk melakukan tindak kriminal. Negara juga melakukan sistem sanksi yang tegas dan adil sehingga kasus kasus yang sama tidak akan terulang kembali. Sanksi dalam Islam berfungsi sebagai zawabir yaitu penebus dosa pelaku dan juga zawazir, pencegah agar orang tersebut tidak melakukan hal yang sama. Sanksi dalam Islam harus sesuai dengan syariat, pencuri wajib mendapatkan hukuman potong tangan dan tidak boleh diganti dengan yang lain.

Hanya dengan penerapan Islam secara menyeluruhlah yang dapat menjamin kesejahteraan seluruh rakyat dan terwujudnya rasa aman dan tentram. Mari kita tinggalkan sistem bathil buatan manusia ini dan kembali kepada sistem sahih yang berasal dari Sang Pencipta, Allah Swt., yakni sistem Islam.

Wallahualam bissawab


Share this article via

141 Shares

0 Comment