| 511 Views
Kesejahteraan Buruh Sudahkah Terwujud Dalam Sistem Kapitalis
Oleh : Ermawati
Pegiat Literasi
May day hari buruh nasional yang jatuh pada tanggal 1 Mei dan secara rutin setia tahun dilaksanakan, yang jadi pertanyaan mampukah May Day menjadi alat agar buruh sejahtera.
Hari Buruh Internasional berawal dari aksi demonstrasi para buruh di Chicago, Amerika Serikat, pada tahun 1886. Para buruh menuntut jam kerja 8 jam per hari, 6 hari seminggu, dan upah yang layak. Aksi ini kemudian diwarnai dengan kerusuhan dan tragedi Haymarket Affair. Sejak saat itu, 1 Mei diperingati sebagai Hati Buruh Internasional di berbagai negara di seluruh dunia. Di Indonesia, Hari Buruh dirayakan sebagai Hari Buruh Nasional pada tanggal 1 Mei setiap tahunnya. (tirto.id 26/4/24)
Sudah menjadi rutinitas yang biasa setiap tanggal 1 Mei diperingati hari buruh sebagai refleksi dalam menyampaikan suara dan aspirasi buruh baik nasional maupun internasional tidak hanya didalam negeri tetapi hari buruh juga sudah sejak lama dilakukan diluar negeri. Demi mendapatkan kesejahteraan dan hak-haknya sebagai buruh. Namun masalah yang dihadapi buruh setiap tahunnya justru kian bertambah kompleks mulai dari upah yang diterima begitu rendah hingga eksploitasi dan diskriminasi yang dialami buruh.
Maraknya PHK dan ditambah lagi makin sulitnya lapangan pekerjaan yang disediakan oleh negara yang membuat nasib buruh makin terpuruk. Akibatnya pengangguran dimana-mana dan menambah angka kemiskinan karena makin sulit rakyat dalam memenuhi kebutuhan hidup. Sepertinya makin terlihat semrawut saja tata kelola kerja pemerintahan dalam mengatur urusan buruh, padahal negara kita ini kaya akan SDA nya tetapi untuk membuka lapangan pekerjaan saja sulit sekali.
Tidak seriusnya negara dalam menyelesaikan semua permasalah yang dihadapi buruh contohnya seperti tenaga kerja kontrak dan honorer yang sampai saat ini masih tetap berjalan padahal sesungguhnya sangat merugikan buruh, tenaga mereka digunakan tetapi tidak memperhatikan upah dan nasib buruh semua ini adalah kebijakan pemerintah yang ditunggangi asing karena adanya keuntungan yang besar. Akhirnya rakyat lagi yang menderita atas segala kebijakan yang telah ditetapkan oleh negara, mau tidak mau rakyat juga yang harus berusaha sendiri agar dapat keluar dari kesulitan hidup.
Nasib buruh akan terus terpuruk selama yang digunakan adalah sistem kapitalisme karena buruh hanya dijadikan sebagai alat untuk mendapatkan keuntungan yang besar bagi para oligarki dan negara. Tanpa memikirkan kehidupan dan hak-hak buruh yang diberikan selama ini. Jadi wajar jika banyak buruh yang bekerja dari pagi sampai malam tapi mereka masih kekurangan karena upah yang mereka terima tidak sesuai dengan tenaga yang mereka keluarkan, dan semua ini dilakukan karena sulitnya pekerjaan yang ada sehingga kalau pun ada mereka harus menerima dengan gaji yang relatif rendah.
Pilunya nasib buruh ditengah-tengah sistem kapitalisme yang tidak jelas dan terombang-ambing dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Karena sistem yang diterapkan adalah kapitalisme dan sayangnya negara hanyalah sebagai regulator yang tidak memiliki kedaulatan penuh atas nasib buruh yang memiliki hak atas nasib buruh mereka para oligarki yang memiliki modal besar yang menjadikan rakyat sebagai alat untuk mendapatkan keuntungan oligarki tidak akan memikirkan nasib buruh, yang ada hanyalah bagaimana cara mendapatkan keuntungan dan meraup cuan yang besar-besarnya.
Kesejahteraan buruh tidak akan terwujud selama sistem yang digunakan adalah sistem kapitalisme nasib buruh akan tetap sama yaitu menderita dan terpuruk dibawah sistem kapitalisme. Sistem buatan manusia yang berjalan berdasarkan pesanan pemilik modal, jadi jelas saja bila oligarki di negeri ini bisa berjaya. Namun herannya kenapa masih saja banyak orang yang membelanya, padahal bila diterapkan hanya merusak dan merugikan rakyat jadi masihkah kita percaya dan yakin untuk terus menggunakannya didalam kehidupan.
Dibawah kepemimpinan Islam buruh akan mendapatkan semua hak-haknya kebutuhan dan tunjangan buruh akan dibayar sesuai dengan bidang keahlian dan pekerjaannya atau berdasarkan sekli yang dimiliki. Serta negara akan membuka lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya untuk rakyat khususnya laki-laki, dan tidak ada sistem kontrak atau honorer, dibawah kepemimpinan Islam nasib buruh benar-benar terjaga dan dilindungi dari eksploitasi dan diskriminasi yang selama ini dialami buruh.
Kesejahteraan buruh pastilah akan terwujud bila sistem Islam yang diterapkan namun akan sangat mustahil bila kita masih menggunakan dan menerapkan sistem sekuler, maka dari itu umat harus bersatu agar segera tegak hukum dan syariat Islam secara menyeluruh dan total di atas muka bumi ini mari bersatulah untuk kemenangan dan kebangkitan Islam serta untuk melanjutkan kehidupan Islam.
Waallahu a'lam bish-shawab