| 523 Views

Kemunafikan Gencatan Senjata Israel terhadap Palestina

Penulis : Harnita Sari Lubis
Aktivis Dakwah

Seluruh dunia bersuka cita terhadap berita Gencatan senjata Israel ke Palestina pada tanggal 19 Januari 2025. Khususnya rakyat Palestina sendiri bergembira mendengar berita ini. Mereka bahagia akhirnya perang berhenti. 
Gencatan senjata ini menyerukan penghentian pertempuran dan pengiriman bantuan ke Gaza, dan juga pembebasan 33 dari hampir 100 sandera Israel dan asing yang tersisa dalam fase pertama selama enam minggu dengan imbalan hampir 2.000 tahanan Palestina yang ditahan di penjara Israel. Banyak dari sandera tersebut diyakini telah meninggal.

Truk bantuan dari PBB berupa bahan pangan pun mulai masuk ke Gaza. Lebih dari 550 truk yang membawa bantuan kemanusiaan memasuki Jalur Gaza melalui titik perbatasan Rafah pada hari pertama berlakunya gencatan senjata, Minggu (19/1) waktu setempat. 

Semua orang bergembira dengan gencatan senjata ini karena umat dunia banyak yang berpikir perang akan berakhir. Tapi kita ketahui bagaimana watak Yahudi dan Amerika. Mereka tidak senang dengan ketenangan palestina. Seperti kita ketahui bahwa Amerika baru-baru ini mengalami kerugian sampai 4000 riliun akibat kebakaran besar yang terjadi di Los angeles dan merambah ke California. Kebakaran hebat ini mengguncangkan dunia . Para pejabat Amerika pun kelabakan akibat kebakaran ini. Memang korban jiwa yang berjatuhan masih bisa dihitung jari. Tapi yang sangat membuat Amerika terpuruk yaitu kerugian ekonomi yang sangat tragis mencapai 4000 triliun (Barly WOW, 16-01-2025). Amerika mengalami kerugian 6 kali lipat akibat kebakaran Los Angeles dibandingkan bantuan  AS ke militer Israel dalam perang Gaza, Palestina. Dan selama ini yang memberikan sumbangan yang sangat besar untuk persenjataan Israel adalah Amerika. Maka dari itu banyak masyarakat yang beranggapan bahwa gencatan senjata terjadi karena Amerika sebagai sumber pemasukan Israel yang terbesar lagi resesi.

Belum lagi tenang berita Gencatan senjata ke palestina, ketika Presiden Donald Trump dilantik, pada hari-hari pertamanya menjabat, diperkirakan akan mencabut pembekuan pasokan bom seberat 907 kilogram ke Israel menurut laporan Walla News, mengutip wawancara dengan utusan Israel untuk Washington.(ZRP, 21-01-2025)
Outlet media AS Axios juga menguatkan laporan ini. Donald Trump juga diperkirakan akan mencabut sanksi yang dijatuhkan pemerintahan Biden terhadap pemukim Israel yang dituduh melakukan serangan kekerasan terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki, kata Mike Herzog  Duta Besar Israel untuk AS kepada Walla News.

Tebukti baru dirilis berita Gencatan senjata, selang beberapa hari saja israel bunuh 2 warga palestina di gaza dan lainnya terluka pada Kamis (24-01-2025) . Korban tewas akibat serangan artileri Israel yang menargetkan sebuah rumah dilingkungan Tel-al Sultan di Rafah barat, Gaza selatan (tempo.co.internasional, 24-01-2025).
Besoknya pun Israel menembaki warga Palestina yang mengakibatkan korban jiwa yang  mengungsi dan berkumpul untuk menunggu untuk kembali kerumah mereka di Gaza atas jalan sala Al-Din (QNN, eye on Palestine, 25-01-2025).

Begitulah watak orang kafir yang sejatinya tidak senang terhadap kaum muslimin. Apapun dilakukan mereka untuk membasmi kaum muslimin. Seperti yang sudah dikabarkan di Alquran yang berbunyi : 

 هُوَ الْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُم بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّـهِ مِن وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

Yang artinya :

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah ridho kepada kita, hingga kita benar-benar mengikuti agama mereka. Katakanlah, "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk yang benar". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu". (QS, Al-Baqarah: 120)

Maka mereka orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah ridha kepada kita, hingga kita benar-benar mengikuti agama mereka. Maka sampai kapanpun selama kita belum mengikuti agama mereka maka mereka tidak akan senang kepada kita.

Maka solusi tuntas dari penjajahan di palestina adalah jihad dan khilafah. Khilafah yang dapat membuka potensi kekuatan militer kaum muslim yang sangat besar di berbagai negeri Islam bisa disatukan sekaligus digerakkan untuk melakukan jihad(perang) terhadap Yahudi dan para pelindungnya, khususnya Amerika Serikat. Sehingga kaum muslim dengan mudah bisa menghapuskan eksistensi kaum zionis penjajah dari bumi Palestina.

Maka dari itu diperlukannya Khalifah dalam bingkai khilafah yang merupakan  pengganti Rasulullah dan para pemimpin dalam Islam yang memahami aturan Islam.  Kehadirannya sangat urgent sebagai representasi umat yang kuat dan mulia,  menjadi perisai umat dari orang-orang kafir yang tidak menyukai kaum muslimin. Khilafah yang menjaga kaum muslimin dari penjajah. Maka saatnya umat Islam harus bersatu  dalam naungan khilafah agar kita bisa membantu saudara-saudara kita yang diperangi oleh musuh Islam yaitu Israel, Amerika dan antek-anteknya untuk kita kirim tentara ke Palestina agar Palestina segera terbebas dari penjajahan. Wallahu a'lam


Share this article via

159 Shares

0 Comment