| 187 Views
Kemerdekaan Hakiki bagi Muslimah
Oleh: Ayyuhanna Widowati
Reportase
Kemerdekaan hakiki bagi Muslimah sebagai hamba Allah adalah terbebas dari penghambaan kepada manusia dan hanya menghamba Allah.
“Kemerdekaan hakiki bagi Muslimah adalah mentaati seluruh kewajiban yang datang dari Allah SWT,” ungkap Konselor Keluarga dan Pengasuh Rumah Qur'an As-Salam, Ustadzah Reni Ummu Hamzah, dalam Kajian Muslimah Tematik, Kemerdekaan Sejati Muslimah: Antara Ketaatan dan Kemandirian, Ahad (10/8/2025) di Depok.
Pasalnya, lanjutnya, laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang sama dihadapan Allah, yang dilihat hanya ketaatan. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an surah al-Hujurat ayat 13 yang artinya, "Hai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.”
“Perempuan memiliki perbedaan peran dalam hal-hal yang sesuai dengan fitrahnya. Sebagaimana perempuan sebagai _ummu warabbatul ba'it_ (ibu dan mengatur rumah) dan laki-laki sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah,” terangnya.
Sehingga, ujarnya, Islam menyelesaikan masalah perempuan secara menyeluruh, yakni secara ekonomi terpenuhi mulai dari jalur nafkah sampai dengan pemenuhan oleh negara, adanya jaminan keamanan.
“Itulah kemerdekaan hakiki bagi Muslimah taat kepada Allah secara total dengan diterapkannya aturan Islam secara kaffah,” pungkasnya.