| 186 Views

Kelaparan Dijadikan Genosida ? Umat Bangkit Menggulung dengan Khilafah dan Jihad

Oleh: Verry Verani
Penyeru Islam Ideologis

"Mereka tidak akan berhenti memerangi kalian hingga kalian murtad dari agama kalian, jika mereka mampu.” (QS. Al-Baqarah: 217)

Di tengah panasnya debu dan reruntuhan Gaza, lebih dari 2 juta jiwa rakyat Palestina kini menghadapi bencana kelaparan yang sangat parah. Namun alih-alih meringankan penderitaan, Zionis Israel justru memilih jalur paling biadab: menghancurkan lebih dari 1.000 truk bantuan kemanusiaan dan memblokade 71% wilayah Jalur Gaza, berdasarkan laporan PBB dan media internasional.

Kelaparan: Alat Genosida Paling Keji

Ketika dunia berbicara tentang kemanusiaan, Zionis Israel justru menelanjangi wajah aslinya sebagai rezim penjajah yang tak mengenal perikemanusiaan. Mereka tidak hanya membunuh dengan bom dan peluru, tapi kini menggunakan kelaparan sebagai alat pembunuh massal yang senyap dan menyakitkan.

Sejak 2 Maret 2025, ketika gencatan senjata enam pekan gagal diperpanjang, Zionis memperketat blokade secara total. Truk bantuan yang masuk hanyalah simbolis, tidak sebanding dengan kebutuhan hidup jutaan warga Gaza. Bayi-bayi kelaparan, ibu-ibu merintih tanpa susu dan roti, serta anak-anak yang tubuhnya tinggal tulang dan kulit—semua menjadi potret nyata kebiadaban yang bahkan sulit dilukiskan dengan kata-kata.

Ini bukan sekadar kejahatan perang. Ini adalah genosida.

PBB Mandul, AS Backing Zionis, dan Pemimpin Muslim Mati Rasa

Lagi-lagi dunia menyaksikan panggung laknat:

- Amerika Serikat terus membela Zionis dengan veto-veto busuknya.
- PBB menjadi lembaga tak bertaring yang hanya pandai mencetak pernyataan tanpa aksi.
- Para pemimpin Muslim di dunia? Mereka bisu, tuli, dan mati rasa.

Di tengah jeritan anak-anak Gaza, para penguasa negeri-negeri Muslim justru sibuk bersalaman dengan penjajah, berdagang dengan pembantai, dan berlomba-lomba mencari restu dari pelindung Zionis.

Umat Islam: Dilemahkan oleh Propaganda Barat

Mengapa umat hanya diam? Karena mereka dipaksa percaya bahwa umat islam lemah. Propaganda Barat dan para penguasa boneka telah menjinakkan kekuatan umat melalui ilusi-ilusi ini: bahwa jihad adalah teror, khilafah adalah utopia, dan persatuan Islam adalah ancaman.

Padahal, sejarah membuktikan sebaliknya. Umat Islam pernah mengguncang dunia, menumbangkan dua imperium besar Persia dan Romawi, dan membangun peradaban besar di bawah naungan Khilafah Islamiyah. Kenyataan ini pernah terjadi. bukan mimpi atau khayalan, dan akan kembali terjadi dimasa depan
insya Allah.

Solusi Hakiki

Saat ini bukan saatnya menangis atau mengemis bantuan. Zionis tidak akan pernah berhenti sebelum membinasakan Islam dan kaum Muslimin.

Solusi satu-satunya adalah jihad fi sabilillah di bawah kepemimpinan Khilafah Islamiyah. Bukan sekadar boikot atau kampanye. Bukan sekadar demonstrasi dan kecaman. 

Tapi kebangkitan nyata: menyadarkan umat, menyatukan kekuatan, dan menyiapkan jalan bagi tegaknya Khilafah yang akan memimpin jihad untuk membebaskan Palestina dan seluruh negeri-negeri Islam yang dijajah.

Peran Jama'ah Dakwah dan Para Pengemban Risalah

Di tengah gelapnya malam penjajahan ini, jama'ah dakwah ideologis harus tetap menjadi obor penerang. Menyadarkan umat, menggugah hati mereka, dan menanamkan kembali keyakinan akan janji Allah: bahwa pertolongan-Nya akan datang bagi mereka yang berjuang di jalan-Nya.

Para pengemban dakwah harus:
Meningkatkan keterampilan berdakwah, dengan menggugah pikiran dan perasaan umat. 
Membina umat agar memahami thariqah dakwah Rasulullah sebagai satu-satunya jalan kebangkitan. 
Menjaga keistiqamahan dan keikhlasan, seiring dengan terus memohon pertolongan Allah, agar layak menjadi bagian dari skenario kemenangan Islam yang dijanjikanNya. 

"Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh...” (QS. At-Taubah: 111) 

Wahai Umat Islam! Saatnya bangkit, jangan biarkan anak-anak Gaza mati sia-sia. Jangan biarkan darah para syuhada hanya menjadi angka. Satukan barisan! Kobarkan tekad! Karena kemenangan itu bukan mimpi, tapi janji Allah yang pasti. Dan janji Allah tidak pernah dusta.


Share this article via

42 Shares

0 Comment