| 101 Views

Kelaparan Alat Genosida : Bukti Zionis Lemah dan Pengecut

Oleh : Dina Febri
Muslimah Pegiat Literasi

Semakin hari kekejaman Zionis Israel semakin tidak bisa ditoleransi oleh akal sehat. Bagaimana tidak, setelah berbagai serangan yang membabi buta dan meluluh lantakkan bangunan-bangunan, serta syahidnya puluhan ribu kaum muslim tanpa pandang bulu. Kini Israel semakin menambah penderitaan kaum muslim di Gaza dengan memblokade akses pengiriman bantuan.

Dikutip dari cnbcindonesia.com (18 Mei 2025), Israel telah menghentikan semua pasokan ke Gaza sejak awal Maret. Menurut para pakar PBB, wilayah Gaza yang dihuni 2,3 juta orang tersebut kini diambang bencana kelaparan. Kepala bantuan PBB Tom Fletcher bahkan mengangkat isu ini ke Dewan Keamanan dan mempertanyakan apakah lembaga itu akan bertindak untuk  “mencegah genosida”.

Selain itu, mengutip dari metrotvnews.com (10 Mei 2025) Komite Khusus PBB mendokumentasikan penggunaan penyiksaan, kekerasan seksual sistematis, serta pemaksaan kelaparan sebagai metode perang oleh militer dan otoritas Israel. Komite juga menyoroti penggunaan blokade total terhadap Gaza sebagai bentuk "senjata kelaparan" yang digunakan untuk menundukkan seluruh populasi.

Tindakan tersebut sungguh merupakan tindakan yang sangat kejam dan tidak berperikemanusiaan. Mereka berupaya menjadikan kelaparan sebagai alat genosida bagi jutaan nyawa yang tersisa di wilayah Gaza. Hal ini juga menunjukkan betapa mereka sangat pengecut, karena secara terang-terangan ingin melenyapkan populasi rakyat Palestina di Gaza.

Menyaksikan berbagai kekejaman Zionis tersebut, tentu kita tidak bisa tinggal diam. Jangan sampai pemberitaan tentang genosida di Palestina menjadi sebuah berita yang  seolah biasa saja dan kemudian menguap seiring berjalannya waktu. Karena meski telah dikecam oleh berbagai negara, faktanya hingga saat ini belum ada yang benar-benar mampu menghentikan genosida tersebut.

Ironisnya, menurut laporan NBC News menyebutkan bahwa pemerintahan Trump sedang mengerjakan rencana kontroversial untuk merelokasi hingga satu juta rakyat Palestina dari Gaza ke Libya secara permanen (cnbcindonesia.com,18 Mei 2025). Rencana relokasi tersebut tentu bukanlah solusi atas genosida yang terjadi di Palestina. Hal ini sama saja dengan mengusir tuan rumah dan menyerahkannya kepada pencuri. Karena genosida yang dilakukan Israel di Palestina sejak tahun 1948 tersebut bukan hanya tentang masalah kemanusiaan, melainkan masalah akidah (Islam).

Bagi umat Islam, tanah Syam (Palestina) merupakan tanah milik kaum muslim. Tanah tersebut merupakan tanah wahyu dan kenabian.“Para nabi tinggal di Syam dan tidak ada sejengkal pun kota Baitul Maqdis kecuali seorang nabi atau malaikat pernah berdoa atau berdiri di sana.” (HR at-Tirmidzi).

Di tanah itu pula berdiri Baitul Maqdis, yang merupakan kiblat pertama bagi kaum muslim dan merupakan salah satu dari tiga masjid yang Rasulullah saw. anjurkan untuk dikunjungi oleh umat Islam. Rasulullah saw. bersabda, “Tidaklah diadakan perjalanan dengan sengaja kecuali ke tiga masjid: Masjidku ini (Masjid Nabawi di Madinah), Masjidil Haram (di Makkah) dan Masjid al-Aqsha.” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Tanah Syam juga merupakan tanah kharajiyah yang telah ditaklukkan dengan pertumpahan darah para pejuang Islam pada masa Khalifah Umar bin Khaththab ra. (638 M). Sehingga tanah tersebut menjadi hak kaum muslim yang harus dijaga sampai hari akhir nanti. Sebagaimana Sultan Abdul Hamid II berusaha mempertahankan tanah Palestina dan berjanji untuk tidak akan melepaskannya kepada Yahudi walau hanya sejengkal saja.

Namun sayangnya, saat ini umat Islam masih terpecah belah oleh sekat-sekat nasionalisme buatan Barat, yang membatasi gerak kita untuk membela dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Padahal sejatinya umat Islam adalah bagaikan satu tubuh yang merupakan saudara dalam ikatan aqidah, tidak memandang suku, ras, dan kewarganegaraan seperti saat ini.

Kaum muslim perlu seorang pemimpin yang melindungi umat dari penjajahan dalam bentuk apapun. Seorang Imam (Khalifah) yang menjadi perisai atau pelindung bagi kaum Muslim. Karena untuk membebaskan tanah Palestina dan negara-negara Islam lainnya dari para penjajah diperlukan kekuatan militer global, tidak cukup hanya dengan mengecam, mengutuk dan mengirimkan bantuan makanan ataupun obat-obatan.

Allah SWT berfirman : Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan perantaraan tangan-tangan kalian, menghinakan mereka, menolong kalian atas mereka dan melegakan hati kaum Mukmin (QS at-Taubah [9]: 14).

Sudah saatnya kita yang mengaku sebagai seorang muslim bangkit dan berjuang bersama dengan partai ideologis yang terus mengupayakan tegaknya Daulah Islam untuk menerapkan syariat Islam secara kaffah dalam berbagai aspek kehidupan dan mewujudkan Islam rahmatan lil’alamin.

Wallahualam bissawab.


Share this article via

53 Shares

0 Comment