| 74 Views
Kekerasan Terus Terulang Kembali, Akibat Sistem Saat Ini
Oleh: Gaesta
Kampung Ambarayah, Desa Sukadana, Kota Tasikmalaya Jawa Barat. 5 anggota keluarga mengalami Luka serius akibat aksi kekerasan yang diduga perbuatan menantunya sendiri. Isiden ini terjadi pada hari Sabtu tanggal 19 Juli 2025 pagi hari, Kejadian ini membuat geger warga sekitar lokasi kejadian. Pasalnya kelima korban termasuk seorang bayi berusia satu tahun yang merupakan anak kandung pelaku sendiri, mengalami luka yang sangat serius di bagian kepala, leher, dan wajah. Tiga diantaranya korban dalam kondisi kritis dan masih menjalani perawatan intensif di RSUD Dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya. Satu korban lainnya dirujuk ke klinik Suryalaya, sementara sang bayi dilarikan ke rumah sakit Prasetya Bunda.
Diduga pelaku berinisial A, diketahui menginap di rumah mertuanya sehari sebelum kejadian. Berdasarkan keterangan warga pelaku diduga memiliki riwayat gangguan jiwa dan melarikan diri usai kejadian. Dan pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan serta upaya pengejaran terhadap pelaku.
Kasus seperti ini terus saja terulang kembali, seolah dalam sistem kapitalisme sekularisme ini nyawa seakan tak berharga.
Yang artinya pemerintah tak mampu menjaga keamanan masyarakat nya. Sebagaimana atas dasar nama kebebasan bertingkah laku, seolah pemerintah malah melindungi pelaku kejahatan, yang menjadikan tindakan kriminal tumbuh dengan subur. Makanya tak heran Kasus pembunuhan seperti ini hanyalah salah satu contoh dari banyaknya kasus yang terjadi di Insdonesia.
Sistem Sekulerisme, sistem yang menjauhkan agama dari aturan kehidupan dan aturan pemerintahannya, sehingga, kebijakannya bukan dibalikan oleh kemaslahan untuk umatnya namun, kebijakannya dipengaruhi oleh manfaat yang dapat diraihnya. Menjadikan alasan keuntungan bisnis pemerintah melegalkan miras, narkoba, dan membiarkan tontonan pornografi dan pornoaksi yang tersebar melalui berbagai media sosial, yang mudah sekali dijangkau oleh berbagai kalangan. dimulai dari film yang mengandung syahwat pergaulan bebas, gaya hidup hedonisme dan perilaku menyimpang hal-hal lainnya.
Lemahnya negara dalam hukum yang ditegakkan sekarang, yang menjadikan tindak kejahatan semakin hari semakin merajalela, masyarakat semakin berani untuk melakukan tindak kejahatan. Keluar masuk penjara menjadi hal yang biasa yang artinya hukuman yang mereka terima tidak menjadikan efek Jera bagi pelaku kriminal.
Banyaknya orang jahat disekitar ini, adalah pengaruh dari sistem yang menjauhkan kehidupan dari peraturan Islam, sehingga masyarakat melakukan bukan karena perintah atau larangan Allah namun karena nafsu dirinya Semata.
Untuk merubah keadaan ini maka dari itu, umat muslim sangat membutuhkan sistem yang bisa mengatasi seluruh permukaan Tika yang terjadi yaitu dengan menerapkan aturan yang berasal dari Allah subhanahu wa ta'ala secara Kaffah. Negara Islam akan menerapkan sistem pendidikan berbasis Aqidah Islam yang akan melahirkan manusia yang beriman dan bertakwa titik Amar ma'ruf nahi mungkar pun akan selalu dibiasakan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Negara Islam akan memenuhi kebutuhan pokok masyarakat secara layak pastinya negara akan mencegah tontonan yang tidak bermoral dan mengontrol penuh tayangan yang akan merusak pemikiran masyarakat.
Sistem islam akan menjaga nyawa orang muslim, tidak akan membiarkan satu nyawapun orang muslim tersakiti, negara akan menjamin keamanan masyarakatnya. Bahkan nyawa masyrakatnya yang nonmuslin pun akan dilindungi oleh negara, selagi umatnya yang dibawah naungannya.
Sudah pasti jelas negara islam akan menerapkan sanksi atau hukuman berdasarkan ketentuan syariat islam. Yang bukan hanya akan membuat pelaku jera, namun dapt menjadi pelajaran bagi masyarakat lainnya, untuk tidak melakukan hal yang sama. Tak hanya itu, dengan hukum islam yang diterapkan bukan dari kepintaran manusia, namun dari perintah Allah SWT. Sehingga dalam sejarah kejayaan islam tercatat bahwa pelaku kriminal hanya terhitung berapa sejak berdirinya Islam sampai masa ketuntuhan.
Solusi yang hakiki dari berbagai masalah saat ini adalah tegaknya kembali masa dulu yang sempat menjadi kejayaan di 2/3 dunia. Yakni Daulah islamiyah minhajjinubuah.
Wallahua'lambishoab.