| 457 Views
Katanya Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, Mana Buktinya?
Oleh : Reni Susanti, S.AP
Pemerhati Kebijakan Publik
Anak Indonesia pasti sudah hafal sekali dengan pembukaan UUD 1945, bukan main selama 12 tahun sekolah dibacakan setiap hari Seninnya. Pada pembukaan UUD 194 alenia ke empat disebutkan “kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia..”
Kalimat di pembukaan UUD 1945 Mencerdaskan Kehidupan Bangsa rasanya menjadi harapan besar bagi generasi Indonesia saat ini. Pasalnya, tujuan Negara Indonesia yang katanya ingin mencerdaskan anak bangsa namun terkandas karena mahalnya biaya.
Nyatanya orangtua hanya berjuang sendiri untuk mencerdaskan anak-anaknya. Bertungkus lumus mencari uang agar anak bisa meraih pendidikan yang dianggap layak. Pemerintah berlepas diri dan tak peduli.
Khariq Anhar, mahasiswa Universitas Riau yang dilaporkan ke polisi buntut kritik kenaikan UKT di UNRI mengaku belum mengetahui pasti terkait pencabutan laporan terhadap dirinya.
Khariq Anhar dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau atas dugaan UU ITE oleh Rektor Universitas Riau, Sri Indarti.
Usai kasus ini viral, Rektor Unri Sri Indarti mengaku telah mencabut laporannya. (TRIBUNPEKANBARU,11/05/2024)
Sungguh menyedihkan, ketika bersuara meminta keadilan dan mengharapkan kepedulian namun dibalas dengan urusan kepolisian. Terlepas apakah kasusnya dilanjutkan atau dicabut laporannya. Namun begitulah adanya kehidupan dalam Demokrasi. Omong kosong dengan kebebasan berpendapat. Kebebasan berpendapat tidak berlaku bagi kritikan rakyat yang menjerit kesusahan dan menderita akibat kebijakan yang mereka buat.
Jaminan Pendidikan dalam Islam
Selama 1300 tahun islam menjalankan pemerintahannya, jaminan kehidupan yang layak dirasakan oleh seluruh rakyatnya. Islam menjamin sandang, pangan, papan, kesehatan dan pendidikan. Semua di dapatkan dengan gratis.
Dalam pendidikan tidak diragukan lagi, bahkan negara islam menjadi kiblat bagi dunia dalam hal pendidikan. Sejarah peradaban Islam merupakan role model terbaik dalam penyelenggaraan sistem pendidikan bagi dunia selama belasan abad. Sampai-sampai belajar di universitas-universitas Islam di pusat-pusat kota Khilafah menjadi impian para pelajar dunia.
Bahkan ditemukan dokumen surat yang disampaikan George II, Raja Inggris, Swedia, dan Norwegia kepada Khalifah Hisyam III di Andalusia agar para pangeran dan putri mereka bisa mengenyam pendidikan di sana. Ia memuji sedemikian rupa tentang kemajuan pesat “mata air yang jernih” berupa universitas-universitas ilmu pengetahuan dan industri-industri yang maju di negeri Khilafah yang makmur dan sejahtera. Ia pun menyampaikan harapan agar bisa mencerap keutamaan-keutamaan umat Islam dan meneladannya untuk menyebarkan cahaya ilmu pengetahuan di negeri Eropa yang diakuinya masih diliputi kebodohan. Surat ini kemudian dibalas oleh Khalifah Hisyam bahwa permintaan sang raja akan diterima, bahkan rombongan pelajar tersebut akan dibiayai oleh baitulmal(kas negara) kaum muslim. (MuslimahNews).
Oleh karena itu, sudah seharusnya masyarakat dan pemerintah membuka hati dan pikiran menyadari bahwa hanya sistem kehidupan Islamlah yang mampu mewujudkan kehidupan yang sejahtera termasuk di bidang pendidikan. Dengan menerapkan Islam secara Kaffah dalam negara Khilafah.
Allahu a’lam.