| 78 Views

Katanya Bergizi , Kok Meracuni?

Oleh : Jen
Bogor
 
Program MBG atau Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan pemerintah sebagai perwujudan janji kampanye presiden periode terbaru , lagi dan lagi menuai masalah.

Berbagai pro dan kontra alokasi anggaran yang fantastis, komposisi menu yang tidak sesuai standar Gizi, hingga kasus-kasus keracunan yang kembali terjadi dan menjatuhkan banyak korban, menimbulkan keraguan , sejauh mana program ini mengatasi persoalan Gizi rakyat.

Ratusan siswa di berbagai titik pembagian terindikasi keracunan setelah mengkonsumsi menu MBG. Pada umumnya korban mengalami mual, pusing dan juga diare sebagai indikasi gejala keracunan.
  
Beberapa kasus terbaru di antaranya terjadi di SMPN 3 Berbah Jogjakarta pada tanggal 26 Agustus 2025 dengan korban sebanyak 135 orang. Di Kab. Lebong , Bengkulu pada tanggal 27 Agustus 2025 dengan korban sebanyak 456 orang.

Kemudian di Ponpes Al-islah Lampung Timur pada tanggal 26 Agustus 2025 dengan korban sebanyak 20 orang. Dan di beberapa wilayah lain yang dilansir sumber-sumber berita terpercaya. Kesimpulan hasil laboratorium terkait peristiwa keracunan massal ini adalah karena buruknya sanitasi dan higienitas. 

Artinya standar pengelolaan MBG tidak memenuhi kebutuhan kesehatan secara menyeluruh.Sehingga program Makan Bergizi Gratis yang notabenenya bertujuan untuk meningkatkan pemenuhan Gizi ibu hamil,dan anak sekolah, sekaligus mencegah stunting tidaklah tercapai. Dan sama sekali tidak menjadi solusi bagi persoalan Gizi masyarakat. Belum lagi menu yang komposisinya dipertanyakan banyak pihak sehingga ada banyak komplain yang menyebutkan bahwa menu Bergizi MBG tidak memenuhi standar Gizi sebagaimana nama programnya.

Jadi, bagaimana bisa MBG yang tidak memenuhi standar Gizi itu dengan segala permasalahannya bisa meningkatkan kualitas SDM dan mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat?

Berulangkali peristiwa keracunan terjadi menunjukkan betapa lalai dan tidak matangnya perencanaan pemerintah dalam pelaksanaan program ini. Bukan jadi berkualitas Gizi rakyatnya malah mengancam nyawa.
 
Artinya pemerintah belum sepenuhnya menjalankan fungsinya sebagai penanggungjawab kesejahteraan rakyatnya, yaitu memenuhi kebutuhan pokok rakyat dalam berbagai aspek.
 
Dalam Islam, negara menjamin kesejahteraan rakyat tanpa diiringi permasalahan-permasalahan baru. Program kesejahteraan rakyat dalam sistem Islam akan berkaitan erat dengan program-program lain sehingga terciptalah harmonisasi kehidupan sesuai syariat.

Allahu Alam bisshowab


Share this article via

61 Shares

0 Comment