| 74 Views

Kasus Perundungan Marak, Negara Tidak Bergerak

Oleh: Rara Al-Haqqi 

Sekolah yang seharusnya tempat menyenangkan bagi siswa, tempat bisa bermain dan belajar dengan teman-teman. Akan tetapi, sekolah sebagai tempat menuntut ilmu yang nyaman dan ramah menjadi impian dimasa sekarang. Sebab banyak kasus kriminal yang marak terjadi di sekolah seperti perundungan, kekerasan seksual, dan lainnya. Tentu kasus ini membuat perhatian masyarakat karena tidak hanya 1 atau 2 kasus tetapi sudah puluhan kasus dan terjadi di seluruh Indonesia. Selain itu, kasus tersebut membuat orang tua khawatir dengan kondisi anaknya ketika sekolah. 

Salah satunya, kasus perundungan yang terjadi di Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali. Seorang siswa kelas IV SD diduga mengalami kekerasan hingga tak sadarkan diri.  Menurut pengacara korban, Nova Satria Pamungkas, korban berinisial ANC berangkat dengan kondisi sehat kemudian sekitar pukul 09.30 WIB orang tua korban diberi kabar anaknya sakit dan beberapa saat kemudian korban tidak sadarkan diri. Pihak sekolah pun membawa korban ke RS As Syifa Sambi akan tetapi pihak RS tidak bisa menangani kemudian dirujuk ke RSUP Sarjito Yogyakarta.

Nova juga menjelaskan,  setibanya di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, tim medis melakukan CT scan terhadap korban. Berdasarkan keterangan dokter, hasil CT scan menunjukkan adanya pembengkakan otak menyeluruh dan pendarahan otak di bagian kiri akibat benturan benda tumpul. Kemudian pihak dokter pun juga bersedia jika menjadi saksi karena hasil pemeriksaan dinilai mengarah pada tindak kekerasan. Sayangnya, pihak sekolah hanya mengetahui bahwa AnC sakit dan kemudian pingsan (espos.id, 28 Oktober 2025).

Kondisi Anak-anak sekarang

Miris, pergaulan dan pertemanan anak-anak sekarang bisa membawa malapeta. Dimana kasus perundungan selalu berulang dan memakan korban. Padahal masa anak-anak yang harusnya ceria, bermain dan berteman tetapi sekarang mereka mudah melakukan kekerasan fisik, mental dan seksual. Mereka melakukan perundungan tentu ada penyebabnya, mulai dari apa yang mereka lihat dan dengar. Seperti tontonan kartu, game online, short video dan lain-lain, terkadang dalam hiburan tersebut terselip adegan perudungan baik fisik atau verbal. Sebab anak adalah peniru ulung, jika mereka tidak mendapatkan pendampingan dan pengarahan yang benar maka semua yang mereka terima akan ditelan mentah-mentah. Akibatnya perundungan dianggap hal yang biasa meski dampaknya luar biasa. 

Baik, perundungan fisik atau verbal akan berdampak buruk kepada korban perundungan secara mental dan fisik, bahkan bisa mengakibatkan kematian. Hal ini, tentu harus segera mendapatkan perhatian khusus dari semua pihak. Bahkan pihak sekolah pun juga harus terbuka dengan kasus perundungan yang terjadi, jangan sampai pihak sekolah menutup-nutupi demi menjaga nama baik sekolah. Padahal keterbukaan pihak sekolah tentu akan membantu kedua belah pihak antara tersangka dan korban perundungan. Serta kerjasama orang tua yang saling terbuka. Meski pemerintah menggaungkan "Sekolah Ramah Anak" tetapi kenyataannya banyak sekolah yang tidak memberikan kenyamanan dan keramahan untuk siswanya. 

Selain itu, kasus perundungan belum mendapat perhatian dan penanganan khusus dari pemerintah. Meski sudah banyak memakan korban, pemerintah masih abai dan mengkategorikan kenakalan anak-anak bukan tindak kriminal. Hal ini, membuat kasus perundungan semakin marak dan belum ada titik temu solusinya. Inilah salah satu dampak penerapan sistem buatan manusia yang lemah dan terbatas yaitu sistem kapitalis liberal. Sistem yang mengagungkan kebebasan setiap individu. Sehingga pemerintah tidak memiliki andil untuk membatasi perilaku masyarakatnya tetapi harus menjamin kebebasan tersebut. Kemudian sistem ini juga membuat anak-anak minim adab dan akhlak karena mereka tidak mendapatkan pendampingan dan pendidikan yang maksimal dari keluarga, sekolah, dan lingkungannya. Sehingga kerusakan akibat sistem ini semakin nyata dan merata.

Terbangun Ketaqwaan Anak-anak 

Berbeda jika sistem Islam yang di terapkan. Sistem dari Sangpencipta untuk hambaNya. Sistem Islam sangat menjaga dan mempersiapkan generasi muda. Dimana setiap anak akan dibimbing dan dipersiapkan untuk menjadi penerus peradaban. Mereka akan ditanamkan secara kuat aqidah dan hubungan mereka dengan Allah Swt.. Dengan demikian, segala aturan dari Sangpencipta  akan lebih mudah mereka terapkan sebab hanya ridho Allah yang diharapkan. Begitu pula dalam kasus perundungan, negara akan segera menangani dan menyelesaikan kasus tersebut sampai tuntas. Kemudian para tersangka akan diberi sanksi sesuai syariat Islam sehingga mereka akan jera dan memberikan pelajaran kepada yang lainnya, dengan demikian tidak ada yang melakukan perundungan lagi. Sebab hukum dalam Islam itu pasti dan menjadi solusi.

Jadi, harus ada kerjasama antara keluarga, lingkungan dan negara untuk menciptakan generasi yang bertakwa dan berakhlakul karimah. Kerjasama tersebut akan mudah dilakukan dalam sistem Islam sebab setiap individu tertanam aqidah yang kuat dan keterikatan dengan Allah Swt..

Wallahu a'lam bissowab.


Share this article via

23 Shares

0 Comment