| 26 Views

Kapitalisme Gagal Dalam Mengelola Kebersihan Lingkungan

Oleh: Gaesta

Sampah di area genangan air bendungan leuwikeris Ciamis, Jawa Barat, menjadi masalah yang tak kunjung selesai ditangani oleh pemerintah khususnya balai desa wilayah sungai atau biasa disebut (BBWS) Citanduy sebagai pengolah bendungan.
  
Sampah di area bendungan leuwikeris sejak saat dimulai pengenangan pertengahan tahun 2024 lalu dengan kondisi seperti ini sangat memburuk suasana area bendungan yang selama ini digadang-gadang bakal menjadi daya tarik wisatawan.
 
Pada hari Jumat (8 825 salah seorang pengunjung kawasan sport Raden Patih dusun guna, desa hanpapherang, kecamatan cijenjing Iwan, mengungkapkan "sampahnya nggak habis terus-menerus menumpuk di sekitar genangan badan bendungan titik pemandangan jadinya kumuh."

Setiap hari sampah terus-menerus bertambah dan tidak pernah habis, warga sekitar bendungan yang juga merupakan pedagang kopi di area keris tidak ada habisnya. "Apalagi kalau habis hujan besar di sini menjadi lokasi terakhir kiriman sampah dari daerah hulu" ucap Jenal.
 
Warga sekitar bendungan leukeris bukan tidak peduli dengan sampah yang menumpuk titik namun posisi sampah yang berada di atas genangan air yang kedalamannya bisa mencapai puluhan meter warga kesulitan untuk memungut sampah karena sangat banyak jadi warga tidak bisa berbuat apa-apa, bukannya tidak ingin membantu.

Beberapa bulan yang lalu bendungan leuwekeris memang sempat ada penanganan sampah dari pihak bbws menggunakan perahu besar yang bisa langsung mengangkat sampah dari air namun tidak maksimal dikarenakan perahu yang hanya ada satu unit saja. Dan saat ini tidak ada lagi aktivitas penanganan sampah dari pihak pbos jadi sampah semakin menumpuk. Kondisi ini tentu sangat disoalkan masyarakat sekitar bendungan.

Sebenarnya ada banyak faktor yang menyebabkan sampah menumpuk salah satunya gaya hidup konsumtif yang berkembang di tengah masyarakat ini dipicu oleh pemahaman sekularisme atau memisahkan agama dari kehidupan yang merupakan aqidah kapitalisme masyarakat sulit memilah yang mana kebutuhan, dan mana keinginan karena dalam pandangan kapitalisme apapun yang manusia butuhkan harus dipenuhi tanpa kecuali. Kondisi tersebut diperparah dengan adanya abainya pemerintah dalam industri agar tidak boros sumber daya mengawasi atau memproduksi bahan non organik yang berbahaya bagi lingkungan titik penguasa hanya fokus pada upaya perolehan pasak yang besar dari industri yang saat ini sedang merajalela dan mereka produksi demi tingginya PDB (produksi domestik Broto)
 
Solusi yang ditawarkan kapitalisme terbukti gagal karena solusi yang dibukirkan tidak menyentuh akar permasalahan yang terjadi yang dirasakan oleh masyarakat. Seolah negara abai dengan lingkungan karena tetap membiarkan produksi industri terbuang sembarangan, tidak dapat mengelola dengan baik sampah-sampah industri.
 
Perbedaannya dengan negara Islam, dalam sistem Islam negara akan membuat rancangan tata ruang wilayah yang memperhatikan kelestarian lingkungan memperhatikan ketersediaan kawasan hijau, terletak izin izin pembangunan dan alih fungsi lahan alih fungsi lahan tidak bisa dipungkiri tentu hal itu perlu dilakukan akan tetapi harus dilakukan secara tepat guna dan tepat sasaran pelestarian lingkungan merupakan hal penting dalam pembangunan.
 
Islam mengajarkan pada umatnya untuk bersikap zuhud yang salah satu wujudnya adalah tidak berlebih-lebihan dalam hal makanan membeli sesuatu, dan menguasai tentunya akan mengalahkan edukasi pola hidup hemat dan tidak bermewah-mewahan.
  
Bahkan di dalam syariat Islam makanan harus diproduksi secukupnya sesuai dengan kebutuhan pasar yang dihitung secara cermat, jika ada industri atau pelaku usaha yang terbukti membuang-buang makanan bong asa akan memberikan sanksi yang tegas. Lebih tepatnya pemerintah akan mengawasi semua industri agar tidak ada produksi membuang-buang makanan. Dalam industri Islam kebersihan merupakan sebagian dari iman yang keras sangat membutuhkan peran dalam membangun politik keimanan untuk menangani masalah titik sehingga sebenarnya penanganan sampah tidak akan selesai jika hanya fokus pada industri saja.
 
Oleh karena itu dalam masyarakat Islam akan tercermin bahwa kebersihan adalah hal yang utama yang harus dijaga setiap individu, jadi antara masyarakat atau para produksi industri tidak ada lagi yang lalai dalam kebersihan.
 
Saat ini kesadaran masyarakat tidak ada oleh karena itu, masyarakat harus ditanamkan Islam dalam diri mereka karena, dalam Islam akan diajarkan bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Jadi kebersihan adalah suatu keperluan dalam individu.

Wallahualambishoab.


Share this article via

47 Shares

0 Comment