| 181 Views
Kabar Dibalik Pembantaian di Sudan yang Sangat Miris Hanya Islam Solusinya
Oleh : Dewi yuliani
Belum selesai penyikasaan di Gaza Palestina kini dikejutkan oleh penderitaan saudara kita di Sudan yang baru - baru ini disosial media tersebarnya kabar tentang pembantaian DISUDAN yang dimana Al-Fashir, ibu kota negara bagian Darfur, Sudan Barat, direbut paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF) pada Ahad (26-10-2025). Sejak itu lebih dari 2.000 orang diduga tewas dalam pembantaian massal yang dilakukan RSF. Al-Fashir selama ini menjadi benteng terakhir Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) di wilayah Darfur.
Juru bicara (jubir) kelompok dakwah ideologis internasional wilayah Sudan mengatakan bahwa adanya Amerika Serikat (AS) di balik pembantaian di Sudan. Sejatinya, AS-lah yang memulai perang di Sudan. AS menggerakkan para agen dan alatnya di Sudan untuk mendukung pihak-pihak tertentu dan menjaga agar bara api peperangan tetap menyala selama dua setengah tahun ini sehingga mengusir semua pihak dan memegang kendali penuh atas isu ini sendiri, ungkapnya, Selasa (28-10-2025).
Ia melanjutkan, Ameriks Serikat bahkan menutup-nutupi kejahatan negara-negara, terutama Chad, Kenya, Libya, dan Uni Emirat Arab karena negara-negara tersebut melaksanakan kehendak AS. Lagi - lagi AS-lah yang menjadi negara pertama yang menutup mata, kemudian diikuti oleh negara-negara lain terhadap kejahatan RSF yang melakukan kejahatan perang. Kejahatan genosida, pembunuhan berdasarkan ras, dan kekejaman lain yang mencoreng wajah kemanusiaan.
Betapa mirisnya perang ini merupakan bagian dari persaingan internasional atas Sudan. AS berusaha mencapai target sebagai berikut. Pertama, menghilangkan pengaruh Inggris. Kedua, menghancurkan pengaruh militer Inggris yang terepresentasi melalui gerakan-gerakan bersenjata di Darfur. Yang ketiga, memisahkan wilayah Darfur, dan memecah belah sisa-sisa Sudan, tak heran AS yang begitu serakah selalu ingin menguasai semua wilayah Islam termasuk Sudan yang mendaji targetnya.
Amerika juga telah menginstruksikan para pemimpin RSF untuk membentuk pemerintahan paralel di wilayah Darfur, dan memastikan RSF menguasai sepenuhnya wilayah Darfur sebelum beralih ke babak kedua rencananya yaitu negosiasi. Amerika berharap negosiasi tersebut memecah-belah Sudan oleh tangan para agen mereka, yang dimulai dengan pemisahan Darfur, sunggu miris atas kelakuan yang diperbuat oleh Amerika saat ini.
Yang keempat, mereka juga menyelesaikan normalisasi hubungan dengan entitas Zionis yang dimulai oleh pimpinan militer dan pimpinan RSF di Sudan. Ini dalam rangka pengaturan wilayah oleh Trump, menyerahkan kawasan itu sepenuhnya kepada boneka Amerika, entitas Zionis, untuk memerangi Islam di bawah bendera perang melawan terorisme, sekaligus menempatkan entitas tersebut berkuasa atas sumber daya kawasan dan menyebarkan korupsi serta kerusakan di dalamnya.
Bisa kita lihat bersama bahwasannya kaum muslim di Sudan bahwa umat Islam adalah umat terbaik, mereka tidak sepantasnya menyerahkan urusannya kepada AS, Inggris, serta antek-antek mereka di dalam negeri. Selain itu, mereka juga menyaksikan serta menutup-nutupi kejahatan negara-negara pendukung RSF, bahkan kejahatan RSF sendiri yang sejarah modern nyaris tidak pernah menyaksikan kebiadaban yang dilakukan oleh mereka , selain kejahatan Zionis terhadap penduduk Gaza dan segenap Palestina
Berbeda halnya Islam telah menawarkan dan menjelaskan tentang langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan oleh rakyat Sudan. Mereka sebagai warga sipil DIsudan harus menyadari realitas mereka saat ini , dan memahami apa saja yang direncanakan musuh terhadap warga yang ada disudan, dan menyadari intrik musuh Barat kafir beserta alat-alat dan agen-agennya yang dikenal, dari kaum pendukung sekularisme, baik pemerintahan militer maupun sipil demokratis sekalipun. Semua pemerintahan tersebut fungsinya adalah untuk menyingkirkan Islam dan menjauhkan syariatnya dari hidup warga yang ada seluruh negri Islam kususnya sudan.
Sistem Islam adalah satu - satuya sistem hidup yang lengkap. Islam juga mendorong agar umat Islam di Sudan berjuang menegakkan Khilafah. Hanya Khilafahlah yang bisa membebaskan penghambaan kepada Barat kafir, mencabut pengaruh penjajah kafir dari negeri-negeri kaum muslim khususnya Sudan menyingkirkan agen-agennya dari puncak pemerintahan, dan mengembalikan kehidupan di atas dasar Islam yang agung dengan menerapkannya di seluruh aspek kehidupan, bahkan mengemban dakwah ke seluruh dunia.
Jalan keselamatan negri - negri Islam saat ini hanyalah dengan meninggalkan sistem kapitlaisme sekuler dan mewujudkan Islam kembali melalui tegaknya Khilafah alaminhaj an-nubuwah. Bersegeralah menyambut kemenangan agung dengan kerja keras menegakkan Khilafah
Sesuai firman Allah SWT Al-Qur’an surah Al-Anfal ayat 24. Wahai orang-orang beriman Penuhilah seruan Allah dan Rasul, apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu.
Wallahu allam bishawab