| 37 Views
Jurnalis Al Jazeera Tewas! Upaya Pembungkaman Laporan Perang Di Gaza-Israel
Oleh : Kiki Puspita
Lagi dan lagi kejahatan zionis terus berlangsung. Bukan hanya masyarakat sipil warga Gaza, para jurnalis juga menjadi korban akan kezaliman zionis. Mereka dibunuh dalam sebuah serangan. Serangan itu terjadi pada Minggu (10/8/2025) dan menewaskan koresponden senior Anas Al Sharif bersama empat rekannya. (Gaza, Kompas.com).
Hal ini tentu membuat kita semua miris. Antonio Guterres, Sekretaris Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres juga mengutuk pembunuhan enam jurnalis Palestina dalam serangan udara Israel di Gaza City.
Jurnalis adalah pekerja media yang harus dihormati dan dilindungi serta diizinkan untuk menjalankan pekerjaannya tanpa intimidasi atau bahaya. Namun para jurnalis juga di bunuh oleh para zionis Isreal. Sebanyak 242 jurnalis Palestina tewas di Gaza sejak perang di mulai.
Israel sangat brutal dan tak peduli dengan hukum apapun. Pembunuhan para jurnalis sejatinya adalah upaya untuk membungkam media agar tidak menyiarkan kejahatan genosida di Gaza.
Dilansir dari ANTARA -- satu juta perempuan dan anak-anak Gaza juga menghadapi kelaparan massal, kekerasan, dan pelecehan di Gaza. Hal ini disampaikan oleh Badan Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina di kawasan Timur Tengah (UNRWA) pada Sabtu (16/8) di platform media sosial X.
Otoritas kesehatan di Gaza pada Sabtu melaporkan ada tambahan 11 kematian, termasuk seorang anak akibat kelaparan dan malnutrisi dalam 24 jam terakhir, sehingga total kematian akibat kelaparan mencapai 251 orang, termasuk 108 anak. Jumlah total korban tewas akibat serangan Israel sejak Oktober 2023 telah melampaui 61.800 orang, dengan lebih dari 155.000 orang terluka.
Meskipun korban sampai saat ini terus bertambah, namun penguasa negeri-negeri muslim tetap diam tak kunjung memberi bantuan pertolongan dengan mengirimkan pasukan. Mereka para penguasa negeri-negeri muslim mala bekerja sama dengan para zionis. Sungguh ini merupakan bentuk dari pengkhianatan yang nyata. Sifat Nasionalisme dan patriotisme telah menjadikan mereka tak perduli atas nasib kaum muslim di Palestina.
Meskipun penderitaan dan kezaliman terus mereka rasakan, namun itu tak akan memadamkan perjuangan rakyat Gaza. Mereka warga Gaza, telah memahami bahwa kemuliaan yang Allah berikan atas tanah yang diberkahi dan di muliakan harus terus mereka pertahankan.
Inilah saat kita bangkit dan berusaha menolong saudara kita di palestina. Menolong dan mengobarkan perjuangan rakyat Gaza hingga tanah mereka bisa dibebaskan dari penjajahan.
Jihad dan Khilafah adalah solusi dari pembebasan genosida di Gaza. Kita wajib membangun kesadaran umat agar jihad dan Khilafah dapat terwujud. Dengan dakwah ditengah-tengah umat sampai umat benar-benar sadar bahwa ketika sistem Islam diterapkan, maka segala bentuk kezaliman terhadap kaum muslim akan di hilangkan. Seluruh umat manusia akan hidup dengan sejahtera ketika Sistem Islam di terapkan. Inilah saatnya kita campakkan sistem kufur, menggantinya dengan Sistem Islam.
Waaullohua'lam bissauwab.