| 83 Views

Islam Kaffah Solusi bagi Krisis Keluarga

Oleh : Cici Sefti

RADARBANDUNG.ID, SOREANG – Peristiwa memilukan di Kabupaten Bandung, ketika seorang ibu diduga meracuni dua anaknya lalu mengakhiri hidupnya sendiri, dipandang sebagai tanda serius adanya persoalan kesehatan mental dalam keluarga. Menurut pengamat sosial sekaligus psikolog Universitas Indonesia, Devie Rahmawati, kejadian ini masuk dalam kategori maternal filicide-suicide.

“Kasus serupa bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga di berbagai negara lain. Banyak ibu yang memilih mengakhiri hidup bersama anaknya akibat tekanan psikologis serta himpitan sosial-ekonomi,” jelas Devie, Selasa (16/9/2025).

Fenomena lemahnya perhatian masyarakat terhadap kesehatan mental ibu menjadi bukti bahwa kontrol sosial saat ini semakin berkurang. Dukungan dari keluarga, tetangga, dan lingkungan sosial seharusnya menjadi benteng pertama bagi seorang ibu ketika menghadapi tekanan berat. Namun, dalam masyarakat individualis, masalah ini sering diabaikan hingga berakhir tragis.

Sistem sekuler hari ini gagal memberikan kesejahteraan karena kekayaan alam (SDA) dikuasai segelintir elit dan korporasi. Akibatnya, rakyat hidup dalam tekanan ekonomi, sementara akses kesehatan mental dan dukungan sosial minim. Dalam Islam, sumber daya alam adalah milik umum yang hasilnya wajib dikelola negara untuk kemaslahatan seluruh rakyat. Kebijakan yang salah urus akan memicu berbagai masalah, termasuk meningkatnya angka depresi, tekanan psikis, bahkan kasus bunuh diri.

Menurutnya, ada empat tahapan yang kerap muncul dalam kasus serupa. Pertama, ibu mengalami gangguan kesehatan mental. Kedua, tekanan sosial-ekonomi yang mendorong munculnya rasa putus asa. Ketiga, tanggung jawab pengasuhan yang berat tanpa adanya dukungan memadai. Keempat, kondisi rentan yang biasanya terjadi saat kehamilan maupun setelah melahirkan.

Gangguan kesehatan mental seringkali muncul ketika iman melemah, hati jauh dari dzikir, dan individu merasa tidak memiliki tempat bersandar. Padahal, ujian hidup seharusnya menjadi jalan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah, bukan sebaliknya. Islam menekankan pentingnya menjaga hubungan dengan Allah (hablumminallah) agar jiwa tetap kuat menghadapi tekanan.

Islam menegaskan bahwa ketenangan hati hanya bisa diperoleh dengan mendekatkan diri kepada Allah. Allah SWT berfirman dalam QS. Ar-Ra’d: 28:

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.”

Tekanan ekonomi yang menimpa seorang ibu bukan hanya masalah pribadi, melainkan juga akibat sistem sekuler yang gagal mengelola kekayaan alam dan menyejahterakan rakyat. Dalam Islam, sumber daya alam adalah milik umum yang hasilnya harus dikembalikan kepada masyarakat. Dengan demikian, ibu maupun keluarga tidak akan terbebani secara berlebihan hingga menimbulkan keputusasaan.

Dalam Islam, pengasuhan anak bukan hanya tanggung jawab individu ibu seorang diri. Keluarga besar, tetangga, dan masyarakat memiliki kewajiban saling menolong dan memperhatikan. Dukungan sosial ini sangat penting agar seorang ibu tidak merasa terisolasi atau terbebani sendirian dalam mendidik anak.

Islam memberikan perhatian besar pada fase kehamilan dan pasca melahirkan. Allah SWT berfirman dalam QS. Luqman: 14:

“Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun…”

Ayat ini menunjukkan betapa beratnya perjuangan seorang ibu. Oleh karena itu, Islam menekankan kewajiban suami untuk menafkahi, melindungi, dan mendukung istrinya. Negara juga wajib memastikan layanan kesehatan yang layak bagi ibu hamil dan menyusui. Dengan adanya perlindungan ini, kerentanan psikis ibu dapat diminimalkan.

Islam kaffah dengan sistem Khilafah Islamiyyah memberikan jaminan nyata bagi rakyat, karena pemimpin dalam Islam berfungsi sebagai pelindung yang mengayomi, bukan sekadar penguasa. Dalam kepemimpinan Islam, kesejahteraan rakyat menjadi prioritas utama melalui pengelolaan ekonomi yang adil dan berpihak pada umat. Sejarah telah membuktikan, para khalifah benar-benar hadir di tengah rakyatnya dengan penuh kasih dan tanggung jawab, jauh dari kepentingan pencitraan. Inilah yang membuat Islam kaffah menjadi satu-satunya jalan keluar untuk menghentikan tragedi kemanusiaan akibat lemahnya iman, himpitan ekonomi, dan abainya negara hari ini.

Wallahu alam bishawab


Share this article via

16 Shares

0 Comment