| 45 Views

Ironi Pangan: Beras Berlimpah, Rakyat Menjerit

Oleh: Ummu Aliwa

Kisruh kenaikan harga beras di beberapa pasar Jakarta menjadi perhatian guru besar UGM, Prof. Lilik Sutiarno menyatakan ia mengapresiasi langkah cepat Satgas pangan Mabes Polri yang turun langsung melakukan pengecekan anomali distribusi beras SPHP di sejumlah pasar induk seperti Cipinang, Jakarta Timur.

Menurut Prof. Lilik kenaikan harga beras ini sangat tidak masuk akal mengingat pada tahun ini harga beras yang naik di tengah melimpahnya stok beras mencapai 4.2 juta ton, tentu ini harus melalui langkah-langkah untuk validasi di lapangan, dan cadangan beras pemerintah atau CBP pada tahun ini yang tertinggi di sepanjang sejarah.

Selain itu, Prof. Lilik menyatakan spekulasi harga pedagang atau pelaku usaha di pasar melakukan spekulasi sehingga harga beras naik meskipun stok melimpah, lalu ada juga biaya logistik untuk biaya transfortasi dan penyimpanan yang juga dapat mempengaruhi harga jual beras di pasar.

Tidak hanya di Jakarta, pada pekan pertama Juni 2025 terdapat 119 kabupaten atau kota yang mengalami kenaikan harga beras menurut pengamat pemerintah melalui perum Bulog harus segera menyalurkan bantuan pangan sebesar 10kg mengingat kenaikan harga ini terus menyebar ke berbagai kota merujuk pada Badan Pusat Statistik (BPS) ada 133 kota pada pekan ke dua di bulan Juni ini berarti ada kenaikan 14 kota.

Salah Kaprah Kelola Pangan

Mengingat kasus pangan ini bukan yang pertama kali terjadi di Indonesia dengan berbagai macam kasus seperti pemerintah impor beras di tengah panen raya para petani yang menyebabkan stok beras melimpah dan harga beras menjadi murah sehingga merugikan petani. Ada juga kasus di BULOG beras harus dibuang karena tidak layak untuk dimakan. Kasus ini juga terkait dengan aturan pemerintahan yang baru mengharuskan BULOG menyerap seluruh gabah dari petani sehingga menumpuknya stok dan pendistribusian yang salah.

Nampak sekali Negera gagal dalam pendistribusian pangan. Seringkali negara hanya berpihak pada segelintir orang dan mengabaikan rakyat. Di sistem Sekuler-Kapitalis beras dijadikan sebagai komoditi barang dagangan yang harus menghasilkan keuntungan bukan sebagai kebutuhan pokok yakni negara wajib mencukupi kebutuhan setiap individu.

Negara saat ini berorientasi pada keuntungan dimana yang mampu membeli yang bisa makan. Rakyat miskin yang menjadi korban bagaikan ayam mati di lumbung padi. Sangat sulit berharap keadilan di sistem ini. Alih alih mensejahterakan rakyat dengan memenuhi kebutuhan pokok nya. Negara malah berbisnis dengan rakyatnya alhasil rakyat harus berjuang sendiri untuk menutupi kebutuhannya.

Solusi Islam

Kita hanya bisa berharap aturan Islam diterapkan di muka bumi ini dimana negara khilafah akan menjamin seluruh kebutuhan rakyat. Negara khilafah akan mengatur dari mulai memberi subsidi pupuk kepada para petani sehingga menghasilkan beras yang bagus untuk di konsumsi. Negara juga akan membantu mengembangkan teknologi di sektor pertanian agar petani tidak kesulitan dalam bertani serta mendukung melalui infrastruktur agar dipastikan pangan tersebar ke daerah terpencil.

Negara akan memantau pendistribusian pangan sehingga rakyat mudah mendapatkannya harga pun akan relatif stabil, tidak boleh kebutuhan pokok dijadikan sebagai komoditi. Negara akan serius mengurusinya karena pemimpin negara Islam dengan landasan aqidahnya akan berpaku pada sabda nabi. "Imam (pemimpin) adalah pengurus rakyat dan ia bertanggung jawab atas rakyat yang dia urus." (HR. Al Bukhori dan Muslim)

Khilafah akan memastikan tidak ada kecurangan. Oleh karena itu, negara memerintahkan kadi hisbah untuk memantau pasar. Negara juga akan menghukum dengan tegas siapa saja yang melakukan kecurangan atau membuat regulasi pendistribusian terhambat.

Negara akan melarang praktek ihtikar (penimbun barang) sehingga menyebabkan kelangkaan di pasar dan lonjakan harga yang tidak wajar. Seperti sabda Nabi Saw, "barang siapa  menimbun makan (dengan maksud menaikan harga dan merugikan masyarakat) maka ia berdosa" (HR. Muslim). Begitulah solusi yang di tawarkan oleh Islam untuk masalah pangan. Semoga sistem Islam bisa ditegakkan segera agar masalah pangan bisa teratasi.

Wallohu alam biashowab


Share this article via

57 Shares

0 Comment