| 514 Views

Iran vs Zionis Israel

Oleh : Fatiyah Danaa. H
Anggota Komunitas Muslimah Menulis (KMM) Depok

Dunia yang sedang disibukkan dengan protes dan demo untuk kepentingan saudara seiman mereka dan demi rasa kemanusiaan terhadap genosida yang terjadi di Palestina, dihebohkan dengan berita bahwa Iran telah mengirim 120 rudal ke Zionis Israel laknatullah. Seketika pada malam terjadinya hal itu langit Palestina bersih dari drone entitas Zionis dan warga Palestina banyak menyerukan kegembiraannya atas serangan terhadap Israel yang digencarkan oleh Iran. 

Memang hal yang patut untuk diselebrasikan tapi perlu diketahui bahwa penyerangan Iran ke Israel tidak bisa dikatakan dalam rangka membantu saudara Muslim kita di Palestina. Kiriman 120 rudal dari Iran untuk Israel sebenarnya merupakan response attack akibat Israel membom kedutaan Iran di Dasmaskus pada 1 April lalu hingga menewaskan enam belas orang termasuk delapan orang petugas IRGC (Islamic Revolutionary Guard Corps). Hal ini sebenarnya merupakan momen refleksi bagi para pemimpin negeri Muslim. 

Lihatlah bagaimana Israel laknatullah kelabakan setelah diserang oleh satu negara saja. Bayangkan saja jika seluruh pemimpin negara Muslim bersatu untuk membebaskan Palestina, pasti Israel dan negara backing-nya Amerika tidak akan punya kesempatan. Tapi apakah Iran dan Israel adalah negara yang selalu berseteru? Secara sejarah Iran sebenarnya mempunyai hubungan baik dan buruk dengan Israel laknatullah. Bahkan Iran adalah salah satu negara yang pertama kali mengakui pendirian negara Israel, tetapi memang setelah revolusi Iran, negara tersebut terdapat cekcok dengan negeri Zionis ini dan menyatakan ketidaksukaannya. 

Terlepas dari motif sebenarnya Iran mengirim rudalnya ke Israel, kita sebagai Muslim boleh berbahagia karena akhirnya Israel itu diserang bukan malah sebaliknya. Seperti yang dikatakan oleh Ustadz Felix Siauw dalam sebuah podcast bahwa kita sebagai Muslim tidak menganggap serangan Iran merupakan bentuk perjuangan terhadap Palestina, tetapi kita boleh melebarkan senyum kita karena pada akhirnya Israel terpuruk walaupun hanya sesaat saja. Hakikatnya semua orang boleh kok tidak suka dengan Israel. Walaupun begitu kita tidak bisa berharap banyak kepada Iran yang sudah berani melawan Israel karena Iran sendiri sudah menyatakan bahwa serangan Iran tidak ada hubungannya dengan saudara kita di Palestina. 

Harusnya dengan konflik Iran vs Israel kemarin bisa memberi gambaran kepada seluruh pemimpin negeri Muslim dan kaum Muslim bahwa Israel bisa dikalahkan. Dengan apa? Dengan persatuan seluruh negeri Muslim dan berani mengirim tentara-tentaranya ke tanah Palestina dan membebaskan Baitul Maqdis. Apakah ini sebuah cita-cita yang utopis? Tentu saja tidak. Karena memang negeri-negeri Muslim sudah seharusnya bersatu menjadi satu buah negara yang tidak dipisah oleh sekat-sekat khayalan sehingga Muslim di dunia tidak bisa berbuat apa-apa saat saudaranya di Palestina, Rohingya, atau Uighur dipersekusi. 

Hal tersebut sudah dicontohkan sejak zaman Rasulullah SAW hingga 1924 saat kekhilafahan terakhir runtuh di Turki. Maka, sudah saatnya seluruh umat dan pemimpin Muslim bersatu kembali dalam satu negara atau daulah di bawah naungan institusi Khilafah. Karena hanya dalam Khilafah, seorang pemimpin negara atau Khalifah akan melakukan kewajibannya sebagai junnah (pelindung) untuk menggiring seluruh tentara Muslim dan membela saudara-saudara seimannya yang butuh bantuan tanpa melihat batas wilayah.[]


Share this article via

148 Shares

0 Comment