| 46 Views
Ibu Pencetak Generasi Ideologis
Oleh : Diana Nofalia, S.P.
Aktivis Muslimah
Tidak dipungkiri saat ini kita lebih banyak melihat generasi tanpa arah yang jelas. Mereka hidup diatur dengan trend dan validasi manusia. Gaya hidup ikut-ikutan senantiasa mewarnai aktivitas mereka. Tentunya hal ini tidak kita inginkan berlanjut terus-menerus. Yang kita inginkan saat ini adalah generasi ideologis yang memiliki visi dan misi yang jelas dalam kehidupannya. Visi yang mampu menembus ke langit menuju surga.
Membentuk generasi ideologis, berkualitas, mulia, berjiwa kepemimpinan dan penakluk yang memiliki rasa takut hanya kepada penciptanya saja tidaklah segampang membalikkan telapak tangan. Generasi seperti ini, butuh upaya yang sungguh-sungguh dalam pembentukannya.
Ibu adalah sekolah pertama bagi sang anak. Tentunya dalam pembentukan pola pikir dan pola sikap anak, ibu adalah sosok yang sangat berpengaruh. Menjadi ibu generasi ideologis dibutuhkan pemahaman dan kesadaran politik yang tinggi. Dengan kata lain, ibu ideologis adalah ibu yang bisa mensinergikan peran sebagai ibu dan kewajiban berdakwah di tengah-tengah umat.
Kesadaran politik yang tinggi menjadi seorang ibu mampu memberi nyawa dan menghiasi perannya sebagai ibu dengan cita-cita besar memimpin umat. Penanaman aqidah dengan tsaqofah Islam yang benar serta contoh konkrit melalui kiprahnya di tengah-tengah umat akan menjadi tuntunan nyata bagi generasi penerusnya.
Tantangan peran Ibu di sistem sekular
Di era Sekularisme-Kapitalisme saat ini, ketika agama tidak lagi dijadikan pedoman kehidupan, tentu ini menjadi tantangan besar bagi seorang ibu dalam mendidik anak-anaknya. Serangan pemikiran dan budaya asing seperti kesetaraan gender, HAM, moderasi beragama dan lain sebagainya menciptakan lingkungan yang rusak bagi generasi.
Tak hanya itu, serangan dunia digital dengan segala pengaruh negatifnya telah menggiring generasi pada hal-hal yang tidak bermanfaat. Hal ini semakin mempersulit upaya dalam mengarahkan generasi.
Penerapan sistem ekonomi kapitalisme juga membuat peran perempuan semakin berat. Disaat dia harus lebih fokus menjadi seorang ibu, dia juga harus disibukkan dengan tuntutan ekonomi, misalnya harus membantu suaminya bekerja di luar demi tercukupinya kebutuhan pokok keluarga yang semakin hari semakin mahal.
Peran nyata Ibu generasi ideologis
Ibu pencetak generasi ideologis harus memiliki visi dan misi pendidikan yang jelas bagi anak-anaknya. Mereka harus dipahamkan bahwa mereka adalah hamba Allah yang diciptakan oleh Allah, memiliki tujuan hidup untuk beribadah sesuai ketentuan yang Allah berikan dan nantinya di kehidupan akhirat segala tindak tanduknya akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah Swt.
Selain mendidik keimanan, mereka juga harus dipahamkan bahwa mereka adalah pemimpin di bumi Allah ini. Dan seorang pemimpin bukan lahir dari kepribadian yang yang labil tapi stabil. Mengerti dan paham standar benar-salah bukan dari pendapat dan validasi kebanyakan orang, tapi berdasarkan hukum syariat. Mereka adalah umat terbaik yang mengajak umat pada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran. Inilah yang harus menjadi pola pikir dan juga mengarahkan setiap perilaku mereka, sehingga mereka layak sebagai generasi berkualitas dan mulia.
Dalam hal ini, Ibu harus bisa menjadi teladan bagi anak-anaknya. Tentu hal ini dicontohkan dengan ketundukannya terhadap syariat. Senantiasa amanah dalam setiap peran yang dia lakukan, baik sebagai ibu ataupun sebagai bagian dari perjuangan dalam upaya merubah kondisi umat agar sesuai dengan tatanan syariat yang telah Allah perintahkan.
Ibu generasi ideologis tidak mencukupkan dirinya sebagai ibu bagi anak-anaknya dalam membentuk kepribadian Islami. Hal tersebut akan sia-sia belaka. Mereka pastinya juga akan berinteraksi di lingkungan masyarakat karena mereka merupakan makhluk sosial. Dengan kata lain pendidikan di lingkungan keluarga harus di dukung dengan adanya lingkungan yang kondusif di masyarakat.
Maka dari itu, upaya membentuk generasi ideologis tak cukup di lingkungan keluarga semata. Akan tetapi, juga harus dibarengi dengan upaya mengubah sistem kapitalisme sekular yang rusak dan merusak dengan sistem yang benar dan shahih yaitu sistem Islam.
Wallahu a'lam.