| 102 Views
Ibu Jual Bayi Cerminan Demokrasi
Oleh : Susi Ummu Musa
"Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa"
Lirik diatas tentu sangat familiar kita dengar betapa mulya dan penuh cinta kasih seorang ibu kepada anaknya adalah gambaran nyata yang tak lekang oleh waktu.
Buah cinta dari orang tua yang dinantikan selama 9 bulan dalam kandungan hingga lahir kedunia merupakan suatu anugerah terindah yang diberikan oleh Allah swt sebab ada banyak orangtua yang menantikan Kehadiran buah hati dirahimnya.
Namun kasih itu tak selamanya ada, dari sekian banyak cinta dan kasih yang diberikan ternyata ada seorang ibu yang rela menjual bayinya demi uang.
Naluri keibuan mampu mematahkan setiap lelah dan letihnya dia mengandung dan melahirkan.
KOMPAS.com- Seorang ibu rumah tangga berinisial SS (27) ditangkap karena menjual bayinya Rp 20 juta melalui perantara di Jalan Kuningan, Kecamatan Medan Area, Kota Medan, Sumatera Utara.
Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Medan AKP Madya Yustadi mengatakan, kejadian itu berlangsung pada Selasa (6/8/2024).
Kasus ibu yang menjual bayinya tentu sangat disayangkan bahkan dianggap tega, disaat banyak pasutri yang mengidamkan seorang anak hingga rela mengeluarkan jutaan rupiah tapi apa yang kita lihat ini berbeda,
Hanya demi uang puluhan juta dia rela menjual bayinya.
Jika pengakuannya karena alasan ekonomi maka ini jelas sebuah problematika besar yang menimpa kita semua.
Karena kondisi perekonomian dinegri ini sedang tidak baik baik saja.
Lantas apakah menjual bayinya menjadi solusi bagi dirinya?
Tentu tidak!
Justru akan ada masalah dikemudian hari yang bisa menganggu.
Sudahlah belum tentu terbebas dari ekonomi ditambah akan ada penyesalan yang teramat dalam karena menjual bayi kandungnya dan akan sulit untuk bertemu karena sudah terpisah.
Masalah psikis yang menimpa ibu karena tekanan ekonomi hingga hilangnya naluri keibuan tidak terlepas dari sistem Demokrasi sekulerisme.
Pemisahan agama dari kehidupan membuat lemahnya keimanan dan rasa percaya diri akan tanggungjawab sebagai orang tua yang diberikan amanah berupa seorang anak.
Sehingga dengan mudah memutuskan hal besar yang memutuskan hubungan dengan anak.
Faktor ekonomi kapitalisme juga telah ikut melemahkan kondisi masyarakat yang kesulitan mencari pekerjaan dengan biaya hidup tinggi dan serba konsumtif.
Hingga terjadilah banyak kasus diluar fitrah yang mematikan naluri seorang ibu.
Hal ini adalah bentuk cerminan sistem Demokrasi kapitalisme yang secara nyata merusak fitrah dan peran ibu dalam menjaga amanah.