| 649 Views
Harga BBM Terus Naik, Rakyat Makin Tercekik
Oleh : Siti Julianti, S.Si
Pertamina kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax (RON92) yang berlaku efektif mulai 10 Agustus 2024.
"PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) Umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum," bunyi pengumuman Pertamina, Jumat (9/8/2024).
Naiknya harga bahan bakar minyak atau BBM mungkin sudah sering terdengar ditelinga masyarakat Indonesia, pasalnya hal ini sudah sangat sering sekali terjadi. Ditengah sulitnya himpitan hidup masyarakat serta sulitnya lapangan pekerjaan rasanya tidak pantas pemerintah memberlakukan hal ini. Bukannya malah meringankan beban yang tengah dihadapi masyarakat, namun pemerintah justru malah semakin membebani kehidupan rakyat.
Naiknya BBM non subsidi merupakan buah sistem kapitalisme yang menjadikan negara sebagai regulator. Konsekuensinya terjadi liberalisasi dalam pengelolaan SDA yang membuka peluang investor untuk mengelolanya. Pengelolaan demikian hanya menguntungkan para kapital dan merugikan rakyat yang sejatinya pemilik SDA tersebut.
Dalam sistem kapitalisme hari ini, pemerintah hanya mementingkan keuntungan pada dirinya sendiri dan abai pada kepentingan masyarakat.
Negara dalam islam berperan sebagai raa’in yang akan menjamin pemenuhan kebutuhan pokok rakyat dengan penerapan sistem politik dan ekonomi islam dalam pengaturan SDAE.
Dalam sistem Islam terdapat aturan tentang kepemilikan umum, yang mana jika diterapkan maka masyarakat seharusnya diberikan secara gratis. Kepemilikan tersebut terbagi dalam 3 yaitu air, Padang rumput dan api.
Dalam hal ini, penggunaan BBM terkategori dalam kepemilikan umum, sehingga dalam pemerintahan Islam rakyat tidak dibebankan pembiayaan untuk dapat menikmatinya melainkan semua itu diberikan secara gratis kepada semua masyarakat dalam naungan daulah Islam.
Bukan hanya sampai disitu, dengan konsep kepemilikan Islam, SDA akan dikelola negara dan hasilnya dikembalikan kepada rakyat dalam berbagai bentuk layanan negara atas rakyat.
Sehingga dalam kehidupan daulah Islam, bukan hanya BBM saja yang akan diberikan gratis oleh negara, namun juga fasilitas-fasilitas lainnya seperti pendidikan dan kesehatan.
Hal ini berbanding terbalik dengan kehidupan di sistem kapitalisme yang mencekik rakyatnya. Dalam daulah Islam, kehidupan masyarakat akan terjamin dan juga sejahtera.
Meskipun dalam keadaan sulit, tatkala yang di terapkan adalah hukum Islam maka pembiayaan yang di ambil dari rakyat pun tidak akan menzolimi.
Harga BBM pun dalam kendali negara sehingga rakyat tidak akan menderita dengan perubahan harga minyak dunia. Negara islam dengan Baitul malnya, yang memiliki sumber penerimaan beragam akan mampu menjaga kestabilan harga sehingga rakyat tidak terkena dampak buruk perubahan harga minyak dunia
Wallahu'alam bishawab.