| 117 Views
Gurita Narkoba Mencengkeram Generasi Muda
Oleh: Erna Ummu Azizah
Generasi muda adalah generasi penerus peradaban bangsa. Gambaran generasi yang bercita-cita mulia dan semangatnya membara. Namun, apa jadinya jika generasi muda rusak karena narkoba. Bukan hanya akalnya, bahkan masa depannya pun hancur sia-sia.
Dalam sepuluh bulan terakhir Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil menyita 197,71 ton narkoba dalam berbagai operasi penegakan hukum di seluruh Indonesia. Barang bukti tersebut mencakup berbagai jenis narkoba, seperti sabu, ganja, ekstasi, kokain, heroin, tembakau gorila, juga berbagai jenis obat penenang dan psikotropika dalam jumlah besar.
Menurut Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Marthinus Hukom saat kunjungan di Pemprov Kaltim Februari lalu, sebanyak 312.000 anak berusia 15-25 tahun terjerat narkoba dari total 3,33 juta jiwa yang menjadi korban narkoba di Indonesia. Data ini menunjukkan bahwa anak-anak dan remaja merupakan salah satu kelompok yang rentan menjadi korban narkoba.
Dalam kasus peredaran narkoba sepanjang 2025, Polri menetapkan 150 anak terlibat. Bukan hanya sebagai pemakai, tapi menjadi kurir. Anak-anak sering dimanfaatkan oleh bandar narkoba untuk menjadi kurir karena mereka dianggap lebih aman. Kalaupun tertangkap akan mendapatkan keringanan hukuman.
Sistem Kapitalis Biang Kerok Maraknya Narkoba
Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi permasalahan narkoba. Namun bukannya berkurang, kian hari semakin bertambah hingga menyasar generasi muda. Hal ini terjadi karena solusi yang dihadirkan tidak menyentuh akar permasalahan sesungguhnya.
Banyak faktor penyebab mengguritanya narkoba. Mulai dari sistem pendidikan yang sekuler, yang telah memisahkan agama dari kehidupan. Sehingga menyebabkan generasi tidak takut akan dosa. Faktor lain yaitu kemiskinan, yang rentan membuat orang nekat menghalalkan segala cara. Dan faktor yang menjadi biang kerok dari semuanya adalah sistem kapitalis.
Ya, sistem kapitalis. Sistem yang menjadikan tatanan kehidupan masyarakat layaknya berbisnis. Semua hal dinilai dengan materi. Maka, wajar jika sistem pendidikannya pun tak lagi berorientasi menjadikan generasi cerdas dan takwa. Generasi hanya sibuk mengejar prestasi akademik sebagai peluang untuk meraih materi dan mengejar kesenangan duniawi. Maka tak heran jika generasinya mudah terjerumus tindak maksiat, termasuk narkoba.
Sistem kapitalis pun telah menjadikan harta hanya beredar di kalangan orang-orang kaya saja. Sehingga yang kaya makin kaya, yang miskin kian sengsara. Maka, tak heran jika lahir kemiskinan struktural. Beratnya beban hidup akhirnya menjadikan orang menghalalkan segala cara, salah satunya sebagai pengedar narkoba.
Belum lagi sistem sanksi yang tidak menjerakan. Maraknya kasus narkoba kian menjadi, bahkan transaksi sering kali terjadi di balik jeruji besi. Maka lengkap sudah, betapa mencengkeramnya gurita narkoba. Karena bukan hanya masyarakat yang terjerat, bahkan oknum aparat pun turut andil di belakangnya demi harta yang membuat gelap mata. Inilah buah sistem kapitalis yang rusak dan merusak.
Sistem Islam Solusi Paripurna Penjaga Generasi
Islam begitu menjaga generasi, sehingga apapun yang bisa merusaknya akan dicegah sedari dini, termasuk masalah narkoba. Dalam Islam, para ulama sepakat keharaman mengonsumsi narkoba. Rasulullah saw. bersabda, “Setiap yang memabukkan itu khamr dan setiap khamr itu haram.” (HR Muslim).
Ibnu Taimiyah berkata, “Narkoba sama halnya dengan zat yang memabukkan, diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama. Bahkan, setiap zat yang dapat menghilangkan akal, haram untuk dikonsumsi walau tidak memabukkan.” (Majmu’ Al Fatawa, 34: 204).
Oleh karena itu Islam mengharamkan narkoba, baik itu mengonsumsi, apalagi mengedarkannya. Sanksinya pun tegas dan tentunya memberikan efek jera. Sehingga tidak terjadi kasus serupa. Selain itu, sistem Islam dengan aturannya yang paripurna akan melakukan tindakan pencegahan dengan diterapkannya sistem Islam dalam seluruh aspek kehidupan.
Dalam aspek pendidikan, sistem Islam berperan mencetak generasi yang takwa, tangguh dan bermanfaat untuk umat. Generasi akan sibuk thalabul ilmi dan taqarrub ilallah, sehingga jauh dari hal yang sia-sia dan maksiat. Begitu pun dalam aspek ekonomi, negara akan menjamin kesejahteraan masyarakat dengan mekanisme distribusi yang adil, sehingga tidak ada alasan terjerumus narkoba lantaran kemiskinan.
Sungguh, hanya sistem Islam yang mampu menjaga dan melindungi generasi dari narkoba. Maka, sudah saatnya masyarakat membuka mata untuk mau memperjuangkan tegaknya kembali sistem Islam. Karena hanya dengan sistem Islamlah generasi akan terselamatkan dari gurita narkoba yang mencengkeram.
Wallahu a'lam.