| 73 Views
Generasi Sadis, Buah Penerapan Sistem Sekuler
Oleh : Ummu Qiya
Seorang remaja (MAS) berusia 14 tahun membunuh ayah dan neneknya serta menikam ibunya dengan senjata tajam di rumah mereka di Jalan Lebak Bulus I, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (30/11/2024) dini hari.
Pelaku berinisial MAS tersebut langsung diamankan petugas keamanan perumahan saat berusaha melarikan diri, sementara sang ibu yang mengalami luka tusuk dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Dilansir dari Beritasatu.com.
Kasus ini mengejutkan banyak pihak, terutama tetangga dan lingkungan sekolah pelaku. Pasalnya pelaku dikenal anak pendiam, penurut dan ramah pada tetangga. Pihak sekolah pun memberi keterangan bahwa pelaku termasuk anak yang pintar, tidak menunjukkan perbuatan negatif dan gejala aneh di sekolahnya.
Kasus anak membunuh orangtuanya tidak hanya terjadi satu dua kali. Bahkan semakin sadis dan bengis. Kasus ini merupakan fenomena, yang berarti adalah masalah sistemik.
Ada banyak faktor yang menjadi penyebabnya, yang semua saling berkaitan. Dan semua ini terkait dengan sistem hari ini yang merusak fitrah manusia, termasuk mengubah karakter manusia menjadi manusia yang terbiasa dengan kekerasan.
Manusia yang tidak lagi menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaannya, manusia yang tidak lagi mengindahkan halal haram dalam kehidupannya. Masyarakat yang abai dalam mengingatkan penyimpangan. Semuanya hanya memikirkan dirinya sendiri, kepentingan dan kebahagiaanya sendiri. Kondisi ini diperparah dengan negara yang tidak menjalankan fungsinya termasuk dalam menyelenggarakan sistem pendidikan yang memiliki visi membina kepribadian dan menjaga kesehatan mental generasi.
Islam menjadikan pemimpin sebagai raa’in, yang bertanggung jawab atas rakyatnya termasuk membangun generasi.
Kepemimpinan Islam memiliki tanggung jawab untuk melahirkan generasi unggul yang berkualitas, melalui penerapan berbagai sistem kehidupan sesuai dengan aturan-aturan Islam.
Kepemimpinan ini mengharuskan negara membangun sistem pendidikan yang berasas akidah Islam dan menghasilkan generasi yang beriman dan bertakwa, menguasai iptek, berjiwa pemimpin.
Sejarah panjang penerapan Islam telah membuktikan lahirnya banyak sosok ilmuwan yang juga menguasai ilmu agama dan optimal berkiprah dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Seperti Ibnu Sina, Jabir al Hayan, Al-Khawarizmi dan masih banyak lainnya. Bukan generasi sadis seperti yang dihasilkan sekarang ini.
Adanya institusi untuk menerapkan syari'at Islam kaffah menjadi keharusan yang mesti kita perjuangkan bersama demi menyelamatkan generasi menerus yang senantiasa meninggikan kalimatullah juga menyadarkan semua manusia untuk bisa selamat dunia dan akhirat.
Wa'llahu alam bis showab