| 126 Views

Generasi Sadis Akibat Pemahaman Sekuler

Oleh : Kartika

Seorang remaja berusia 14 tahun telah membunuh ayah dan nenek serta menikam ibunya dengan senjata tajam di rumah mereka di Jalan Lebak Bulus Cilandak, Jakarta Selatan. Dari hasil interogasi awal dan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, dari keterangan pelaku, dia telah menusuk ayah dan neneknya hingga tewas, juga  ibunya dalam keadaan bangun tidur ditusuk juga sehingga mengalami luka yang sangat parah yang dialami ibunya.

Barang bukti Peristiwa penusukan tersebut.Dengan  "Darahnya di tembok garasi, dan di pagar, sampai di sekitar jalan depan rumah. Saat itu ibunya meminta tolong kepada tetangganya,"ujar Gogo, (Sabtu 30/11/2024) dikutip dari Beritasatu.com.

Banyaknya kasus pembunuh yang dilakukan anak remaja maupun orang tua saat ini. Telah menunjukan bahwa rapuhnya peran negara untuk melindungi rakyatnya.

Dengan banyak kasus -kasus pembunuhan terjadi dikalangan masyarakat semua ini karena diakibatkan dari penerapan sistem kapitalisme sekuler liberal yang memisahkan peran agama dari kehidupan serta memberikan kebebasan tanpa batasan dan tidak memiliki aturan untuk kehidupan.

Sistem ini sangat merusak fitrah manusia yang telah menyebabkan manusia tidak memiliki rasa empati, dan manusia menjadi buas seperti layaknya hewan yang tidak memiliki akal dan perasaan. Karakter generasi saat ini sudah terbiasa dengan kekerasan, bullying, kriminalitas. Inilah buah hasil kebijakan dan hukum-hukum yang terlahir dari sistem kapitalisme - demokrasi sekuler liberal hukum ini sama sekali tidak memiliki aturan untuk kehidupan bahkan tidak memanusiakan manusia, sistem sekuler ini memberikan kebebasan kepada manusia layaknya seperti hewan yang tidak memiliki akal dan perasaan.

Oleh karena itu sudah saatnya beralih kepada sistem Islam yang mampu memanusiakan manusia sesuai  fitrahnya.

Karena saat ini sungguh sangat miris jika melihat dan mendengar fenomena terjadi dengan bermacam-macam motif pembunuhan yang dilakukan orang tua maupun anak -anak remaja yang seharusnya seorang anak itu berbakti kepada kedua orang tua, namun, saat itu banyak sekali anak remaja yang memperlakukan orang tua sebagai musuh seperti tragedi yang terjadi di legenda Malin Kundang si anak durhaka, Sebab  dengan versi modern yang jauh lebih sadis dari kasus Malin Kundang.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan anak-anak remaja menjadi buas dan tidak memiliki rasa empati. Pertama, Lemahnya keimanan, 

Kedua,tidak memiliki kesadaran dan tujuan hidup, bahwasanya hidup ini akan ada hari Penghisaban, dan tujuannya bukan ridho tetapi tujuan hidupnya hanya mencari materi dan kesenangan jasmani tidak peduli halal, haram.

Ketiga, diakibatkan dari lingkungan dan tontonan media sosial yang mempertontonkan berbagai macam karakter kekerasan dalam lingkungan rumah tangga, maupun sekolah yang mengakibatkan generasi anak salah arah dan tidak memiliki tujuan hidup yang sebenarnya.

Problem generasi saat ini hanya  bisa tuntaskan, jika sistem Islam secara Kaffah dibawah kepemimpinan khilafah yang memposisikan pemimpin adalah sebagai raa'in yang akan bertanggung jawab dan membangun generasi yang bertakwa dan akan memberikan  solusi bagi persoalan anak remaja saat ini.

Karena syariat Islam memiliki aturan untuk melindungi dan menjaga anak -anak remaja serta anak akan dipahamkan makna tujuan hidup yang sebenarnya. Karena sistem Islam memiliki konsep untuk menjaga dan melindungi serata menjauhkan anak -anak remaja dari pemahaman liberal. Karena Islam memiliki aturan yang komprehensif untuk melanggengkan kehidupan sesuai tuntunan syara.

Oleh karena itu, sudah saatnya hukum Islam diterapkan dimuka bumi ini supaya tidak ada lagi kasus-kasus pembunuhan atau bunuh diri yang menimpa generasi saat ini.

Wallahu a'lam bishowab.


Share this article via

115 Shares

0 Comment