| 255 Views
Generasi Muda Membunuh, Gagalnya Pendidikan Kapitalis
Oleh : Ermawati
Pengiat Literasi
Hari ini lagi-lagi masyarakat dan dunia pendidikan dikagetkan dengan berita kasus pembunuhan yang dilakukan oleh seorang anak remaja dibawah umur yang berasal dari di Desa babulu, sepertilah ini kronologi terjadinya pembunuhan.
Diduga motif pembunuhan yang terjadi di Desa Babulu laut, kecamatan Babulu dikarenakan persoalan asmara dan denda pelaku terhadap korban. Bahkan antara pelaku dengan korban
bertentangga. Berdasarkan penjelasan dari kepolisian Resor Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Utara, mengungkap kasus pembunuhan oleh seorang remaja berinisial j(16) tahun terhadap satu keluarga berjumlah 5 orang.
Kapolres PPU AKBP Supriyanto saat dikonfirmasi, bahwa pelaku Remaja berusia 16 tahun berinisial J, pelaku masih dibawah umur kelas 3 SMK, 20 hari lagi baru berusia 17 tahun. ( 8/2/2024 news.republika.co.id)
Remaja berinisial J mengatakan kepada pihak kepolisian bahwa ia melakukan pembunuhan itu dalam keadaan mabuk, setelah ia pulang dari kumpul mabuk dengan temannya. Ia langsung menuju rumah keluarga korban dengan cara mematikan aliran listrik rumah terlebih dahulu barulah J masuk kedalam rumah dan menebas parang yang ia bawa digunakan untuk membunuh keluarga mantanya. J mengatakan ia memperkosa ibu dan mantan pacarnya setelah itu J mengambil sejumlah uang dan ponsel korban, barulah J pulang kerumahnya J melakukan itu semua karena motif dendam.
Sungguh sangat miris sekali bila kita mendengar dan melihat berita hari ini, seolah tidak pernah selesai selalu saja terulang kembali kejahatan yang sama. Apalagi pelakunya terkadang membuat kita kaget karena masih muda ditambah juga ia masih seorang siswa pelajar yang nekad melakukan pembunuhan. Sepertinya remaja saat ini kehilangan kendali dan akal dalam hidup mereka seakan remaja tidak memiliki pengangan hidup. Banyak faktor yang membuat generasi saat ini bagaikan predator yang siap menerkam mangsanya, serta tidak mencerminkan seorang muslim bahkan generasi hari ini amat sangat jauh sekali dari nilai-nilai Islam. Sehingga mudah sekali membuat remaja terjerumus kedalam jurang kemaksiatan.
Dunia pendidikan hari ini yang lebih mengutamakan material dan bukan mencetak generasi yang tau dan sadar betul akan tujuan hidup yang sebenarnya. Serta remaja yang tidak dibekali dengan aqidah yang kuat sehingga menjadikan remaja ini mudah sekali terpengaruh dan terbawa oleh pergaulan buruk karena kurangnya pendidikan dan pemahaman agama yang mereka dapat baik didalam lingkungan sekolah maupun keluarga. Inilah bukti dari buramnya kegagalan sistem kapitalis, serta pendidikan di sistem ini tidak mampu mencetak generasi yang cemerlang. Berapa banyak pun ganti kurikulum pendidikan selama sistemnya kapitalis tetap saja akan ada kerusakan.
Negara dalam memberikan hukuman pada pelaku kejahatan tidak membuat jera sipelaku kejahatan, sehingga seringkali kejahatan terulang kembali dan hilangnya keimanan pada diri seseorang, karena akidah yang menjadi benteng pertahanan sudah terkikis khususnya remaja, pergaulan bebas dan banyaknya tontonan yang merusak sehingga menuntun mereka melakukan kejahatan. Serta kurang perhatiannya masyarakat sekitar terhadap remaja yang melakukan kumpul-kumpul apalagi sampai mabuk yang menjadikan kejahatan semakin meningkat dikalangan remaja saat ini. Apakah itu sendiri atau kelompok menambah jumlah deretan kejahatan yang dilakukan remaja.
Generasi muda yang seharus menjadi tongkat estapet perjuangan bangsa ini untuk kebangkitan umat sehingga mampu membawakan negeri ini kepada kehidupan yang lebih baik lagi, justru mereka telah dirusak oleh sistem pendidikan saat ini, karena tidak ada pelajaran Islam secara kafah sehingga remaja tidak tahu akan arti dan hidup yang sesungguhnya, untuk apa ada didunia ini dan akan kemana ia berakhir. Ini yang menjadikan umat manusia hari ini mudah sekali putus asa, akhirnya banyak remaja yang terbawa pergaulan bebas yang suka melakukan segala sesuatu dengan instans tanpa memikirkan dampak dan akibat yang akan terjadi.
Gagalnya dunia pendidikan adalah bukti nyata buruknya sistem demokrasi kapitalis, mereka sibuk mencari simpati rakyat dengan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan jabatan demi kepentigan pribadi. Tapi pernahkah mereka berpikir tentang anak bangsa negeri ini yang saat ini sedang tidak baik-baik saja, remaja tidak punya contoh untuk di jadikan figur atau tauladan dalam hidupnya karena sejarah dan ilmu pengetahuan Islam telah dihilangkan dari sistem pendidikan hari ini oleh sebab itu cara berpikir remaja saat ini dangkal dan aqidah mereka tidak ada.
Lalu bagaimana negeri ini bisa maju kalau pemimpinnya saja tidak memikirkan kehidupan remaja. Jika didalam sistem Islam pemimpin lebih mengutamakan perhatiannya kepada generasi muda karena selain mereka masih muda, kuat serta memiliki banyak potensi yang dapat digunakan untuk kepentingan umat serta ditangan generasi muda seperti inilah kebangkitan umat dapat dicapai. Pemimpin dalam Islam ia akan menguatkan aqidah para remaja dengan membina dan memberikan pemahaman Islam secara kafah dan tujuan hidup yang sebenarnya. Serta memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk menyalurkan potensi mereka dan disibukkan dengan kegiatan-kegiatan yang baik dan benar, sehingga terjaga dan terhindar dari kemaksiatan.
Merusaknya kerusakan di tengah - tengah manusia seperti kemiskinan, kerusakan moral, kriminalitas, adalah akibat dari kemaksiatan dan kemungkaran manusia yang berlari dari syariat Islam.
Allah Swt berfirman:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
Telah tampak kerusakan di darat dan di luat karena perbuatan tangan manusia. Allah menghendaki mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan-nya). (TQS ar-rum30:41)
Kebangkitan umat akan terjadi jika setiap individu memiliki kesadaran dan perasaan yang sama yaitu ingin keluar dari sistem demokrasi kapitalis yang kufur dan hanya membawa pada kesengsaraan menuju hukum Allah Swt yaitu syariat Islam kafah serta menjadikan Al-Qur'an sebagai aturan hidup manusia. hanya dibawah hukum Islamlah kehidupan manusia dapat terjamin, karena semua pelaku kejahatan akan mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya sehingga membuat jera, karena merasa ada yang mengawasi jadi umat takut untuk melakukan dan meniru perbuatan kejahatan.
Jadi apalagi yang membuat kita ragu dalam memilih hukum yang benar-benar shahi yaitu sayriat Islam kafah. Karena hanya dengan kembali kepada hukum Allah kehidupan manusia yang aman, damai dan sejahtera dapat terwujud serta pemimpin akan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan aturan Al-Qur'an. Membina dan mendidik setiap individu-individu untuk memiliki aqidah serta akhlak yang baik, kuat dan terpuji.
Karena kebangkitan umat hanya akan terjadi jika setiap individu, masyarakat ataupun golongan bersatu yaitu menegakkan syariat Islam kafah dibawah naungan khilafah Islamiyah
Waallahu a'lam bish-shawab.