| 161 Views
Gencatan Senjata Bukan Solusi Hakiki Untuk Palestina, Hanya Islam Solusi Tuntas
Oleh : Dewi yuliani
Tak kunjung tuntas kehancuran palestina termasuk Gaza hasil dari kezoliman dan kebiadaban zionis Israel yang terus membabi buta untuk menghancurkan Palestina dan ingin menguasai palestina sepenuhnya. Baru - baru ini Gencatan senjata Israel dan Hamas di Gaza terancam batal. Terungkap bahwa kabinet Israel masih akan memberikan suara pada Jumat (17/1/2025) mengenai kesepakatan gencatan senjata Gaza dan pembebasan sandera. Dikutib dari Jakarta, CNBC Indonesia
Dua anggota kabinet telah menyuarakan penentangan terhadap gencatan senjata. Di mana Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Itamar Ben Gvir mengancam keluar dari pemerintahan jika menyetujui kesepakatan. Gencatan senjata bukan karena tekananTrump kepada Netanyahu namun karena Zionis tidak sanggup mematahkan rakyat Gaza. keteguhan rakyat Gaza meski, menderita kelaparan, di bunuh, banyak pemimpin pejunag syahid, mereka tetap teguh dan mereka tetap mempertahankan tanahnya telah menggentarkan Zionis.
Sikapnya yang sedemikian keras membuat banyak analis tidak percaya bahwa gencatan senjata ini akan berjalan sebagaimana mestinya. Terlebih tidak semua pejabat di pihak Zionis yang sepakat dengan opsi gencatan senjata. Salah satunya adalah Itamar Ben-Gvir, Menteri Keamanan Nasional Zionis sekaligus pemimpin partai sayap kanan ekstremis Jewish Power (Otzma Yehudit) yang rela melepaskan jabatannya sebagai bentuk protes. Dalam pandangannya, menyepakati gencatan senjata berarti menyerah kepada teror. Ia juga mengeklaim bahwa kesepakatan ini melewati garis merah ideologis partainya.
Bahkan, dunia telah menyaksikan keimanan kaum muslim Gaza begitu mencengangkan. Mereka pantang tunduk meski pihak musuh telah melakukan kekejaman yang luar biasa. Mereka tetap bersabar menahan segala derita disaksikan miliaran pasang mata manusia yang ada di seluruh penjuru dunia. Begitu pun dengan para mujahidnya, mereka tetap gigih melakukan perlawanan di tengah diamnya para pemimpin muslim dengan jutaan tentara yang dimilikinya.
Perlu kita sadari bahwa, Gencatan senjata tidak akan mengubah apapun. Apa yang dilakukan oleh Zionis pasca beberapa jam gencatan senjata dengan membunuh rakyat Palestina menunjukkan bahwa solusi hakiki hanyalah jihad dan Khilafah Umat harus menyakini kemenangan adalah milik umat Islam dan pujian hanya milik Allah. Kemenangan akan datang atas pertolongan Allah. Oleh karena itu jalan perjuangan wajib sesuai tuntunan Allah, tidak menyerahkan urusan pada musuh-musuh Allah.
Kita sebagai pengemban dakwah memang percaya akan kesiapan para pejuang Palestina untuk terus berjihad hingga titik darah penghabisan. Kematian satu mujahid terbukti malah melahirkan ribuan para mujahid baru. Namun masalahnya ada kewajiban bagi umat Islam lainnya untuk menolong saudara mereka yang sedang tertindas. Tentu dengan pertolongan yang semestinya mampu mengusir para penjajah dan mengembalikan tanah Palestina kepada pemilik aslinya.
Umat harus terus berjuang untuk mewujudkan solusi hakiki yaitu pertolongan bagi palestina tersebut adalah berupa tentara pembebas, yang hanya bisa dimobilisasi oleh kekuatan politik adidaya. Itulah Khilafah Islam yang hari ini keberadaannya sedang diperjuangkan oleh sekelompok gerakan Islam dan kemunculan Negara Islam sangat ditakuti oleh musuh-musuh Islam.
Peristiwa yang terjadi di Palestina telah menginspirasi dunia agar melahirkan generasi pejuang hakiki. Mereka telah membuka mata dunia, ada manusia-manusia tangguh, ada ibu yang mengucap hamdalah ketika anaknya syahid. Ini membuat dunia Barat terkagum-kagum atas perjuangan ibu soliha yang berjuang dipalestina.
Ia mengungkapkan, yang Allah hadirkan di tengah umat bukan tanpa maksud tertentu tetapi seharusnya membuka kesadaran umat.
Bagaimana rusak dan bobroknya sistem dan tata dunia di bawah kepemimpinan kapitalisme yang begitu bengis dan sadis? Peradaban rusak kapitalisme harus dibongkar habis karena keadaan peristiwa di Palestina semangkin mencekam penderitaan yang tiada henti hingga saat ini.
Dunia harus melihat akan sesuatu yang selama ini tidak mereka lihat, yaitu mutiara dan berlian yang tampak dalam keindahan Islam. Selama ini mereka dicekoki narasi teroris, radikal, kemunduran, atau yang rusak-rusak tentang Islam. Peristiwa di Palestina telah menyadarkan semua sehingga banyaknya kaum muslim lainnya ikut berbondong - bondong membela dan memperjuangkan akan tegaknya Negara Islam.
Sungguhnya janji Allah, diera Khilafah Rasyidah yang kedua akan kembali pada waktu dekat. Bahkan, bisyarah Rasulullah saw. menyebutkan bahwa masa depan Baitulmaqdis dan Palestina akan cemerlang di bawah naungan Daulah khilafah adapun masa depan entitas Zionis Yahudi justru akan sebaliknya, mereka akan kalah dengan sehina-hinanya.
Rasulullah saw bersabda. Tidak akan tiba Hari Kiamat hingga kaum muslim memerangi orang-orang Yahudi dan membunuh mereka. Sampai-sampai ketika seorang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon, batu-batu, dan pohon-pohon berkata, Wahai muslim! Wahai hamba Allah! Orang Yahudi ini di belakangku, kemarilah, bunuhlah ia!’ Kecuali gharqad, karena ia adalah pohon orang Yahudi.” (HR Bukhari). Hanya Islam satu - satunya solusi tuntas bagi masyarakat palestina dan Gaza tidak ada lagi solusi lain melainkan tegaknya negara Islam. Kini saatnya kita harus kembali kepada aturan Islam yang hakiki yang benar - benar menjadi JUNNAH atau pelindung sekaligus pengayom bagi masyarakatnya serta dijamin kesejahterah dunia dan akhirat.
Wallahu'alam bishawab