| 290 Views
GEN Z Sasaran Empuk Mendulang Suara Politik ?
Oleh : Ummu Saila
Aktivis Dakwah
Ridwan Kamil yang memiliki followers puluhan juta ini sangat aktif di sosial media. Menurutnya, aktif di sosial media menjadi salah satu cara lebih dekat dengan anak-anak muda di Jakarta.
"Kami sangat sering berkomunikasi dengan gen Z. Kami paling aktif di Tiktok, karena gen Z nongkrongnya di Tiktok. Kita nongkrong di tempat orang nongkrong, kalau kita nongkrong di warung ya kita ke warung, kita ke mall nongkrong di mall, nah gen Z nongkrongnya di Tiktok maka kita perbanyak komunikasi ke Tiktok," katanya.
Diketahui, dalam hasil survei Litbang Kompas yang dirilis pada Selasa (5/11/2024), memperlihatkan Ridwan Kamil - Suswono berhasil meraih dukungan terbesar dari gen Z, yakni pemilih berusia di bawah 28 tahun.
Di era politik modern kapitalisme, tak ayal mereka manjadikan gen Z sebagai sasaran untuk mendulang suara. Di mana gen Z sendiri saat ini di kenal sebagai generasi yang sangat aktif di berbagai platform media sosial seperti Twitter (X), Tiktok, Instagram dan YouTube. Sehingga untuk menjangkau gen Z, para politisi menggunakan berbagai cara seperti, menyebarkan meme politik atau isu-isu yang sedang panas. Tentu saja hal ini berdampak besar, di mana berita hoax atau fakta lebih cepat menyebar dan punya jangkauan yang lebih luas.
Kemelekatan gen Z terhadap media sosial berimbas pada informasi yang mereka terima, yang mana mereka lebih mudah termakan berita hoaks. Di tambah banyak nya gen Z yang sebenarnya belum memiliki pemahaman mendalam dalam dunia politik. Hal ini menyebabkan gen Z berpotensi untuk di manipulasi oleh politisi yang memanfaatkan popularitasnya demi kepentingan pribadi dan golongan.
Sedangkan kebijakan-kebijakan yang ada saat ini banyak sekali yang mempersulit gen Z, seperti kebijakan ekonomi yang membuat sulitnya mencari pekerjaan karena sempitnya lapangan kerja. Belum lagi dalam hal pendidikan, mahalnya biaya pendidikan membuat gen Z kesulitan mengakses pendidikan yang berkualitas. Fakta-fakta ini seharusnya menjadi cambuk untuk gen Z tentang bagaimana kejamnya politik dalam sistem kapitalisme, yang membuat mereka terkurung dalam janji palsu para politikus.
Berbeda dengan sistem Islam, yang memandang bahwa gen Z atau generasi muda merupakan pilar penting dalam kemajuan membangun masyarakat Islam yang kuat dan cemerlang. Islam tidak memanfaatkan gen Z sebagai "pendulang suara" justru sistem yang menempatkan nilai-nilai Islam sebagai dasar utama tanpa menjadikan generasi tertentu sebagai alat politik atau kepentingan pragmatis yang hanya memanipulasi emosional pemuda. Sebaliknya Islam melibatkan pemuda untuk membangun umat dengan kecerdasannya, misalnya gen Z dengan penguasaanya dalam teknologi. Hingga nantinya mampu membawa perubahan-perubahan, salah satunya masifnya dakwah dalam memperluas Islam dan menyadarkan masyarakat tentang sistem Islam. Hanyalah sistem Islam yang benar-benar mengikuti prinsip-prinsip Al-Qur'an dan As-Sunah dengan pendekatan yang Rahmatan Lil ‘Aalamin.
Sistem ini bertujuan menghasilkan kehidupan yang adil, seimbang, dan harmonis, baik dalam aspek individu, sosial, ekonomi, maupun politik. Dan hanya sistem Islam yang mampu menjadikan pemuda menjadi sebaik-baiknya generasi.
Allah SWT berfirman:
قَالَ رَبِّ السِّجْنُ اَحَبُّ اِلَيَّ مِمَّا يَدْعُوْنَنِيْٓ اِلَيْهِ ۚوَاِلَّا تَصْرِفْ عَنِّيْ كَيْدَهُنَّ اَصْبُ اِلَيْهِنَّ وَاَكُنْ مِّنَ الْجٰهِلِيْنَ
“Yusuf berkata, "Wahai Tuhanku ! Penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka. Jika aku tidak Engkau hindarkan dari tipu daya mereka, niscaya aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentu aku termasuk orang yang bodoh” (QS. Yusuf ayat 30).
Ayat di atas mengingatkan pemuda untuk menjadi orang yang jujur dan berani menolak kemaksiatan sebagaimana nabi Yusuf.
Begitupun para pemuda Islam saat ini, harusnya menjadi yang paling lantang menyuarakan kebenaran dan hanya sistem Islam lah satu-satunya solusi dari segala permasalahan umat manusia
Wallahu A'lam bish-shawwab